Category Archives: Headlines

Headlines

Penyelenggaraan Negara Harus Mencerminkan Nilai Pancasila

Batam – Pancasila haruslah menjadi sumber pedoman normatif bagi penyelenggaraan negara. Konsekuensi dari rumusan ini yaitu seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintahan negara Indonesia termasuk peraturan perundang-undangan merupakan pencerminan dari nilai-nilai Pancasila.

Sempena dengan hari lahir Pancasila 1 Juni 2019, beberapa organisasi kemahasiswaan di Batam, melaksanakan dialog kebangsaan dengam tema “Pancasila Dasar Negara Republik Indonesia dan Tantangannya Kedepan” di Aula Kampus Ibnue Sinna Batam, Sabtu (29/6).

Kegiatan yang dihadiri oleh beberapa narasumber diantaranya unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKYB) Kota Batam, unsur TNI, unsur akademisi dan tokoh pemuda itu dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan pemuda se Batam.

Marlis, Ketua pelaksana acara dalam rilisnya mengatakan, bahwa kegiatan digagas untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan pemahaman yang utuh tentang Pancasila.

“Saat ini, Pancasila telah terdegradasi dengan arus globalisasi. Bahkan, generasi muda milenial tidak banyak yang paham tentang ideologi Pancasila,” katanya.

Gempuran globalisasi saat ini, menjadi tantangan nyata untuk mempertahankan ideologi Pancasila.

Marlis juga menambahkan bahwa, bahwa Pancasila jangan hanya menjadi hiasan dinding di instanti pemerintahan dan lembaga pendidikan. Namun Pancasila selayaknya harus mampu dipahami baik kandungan maupun implementasinya.

“Kita punya 5 sila Pancasila yang harusnya mampu menjadi sumber pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari lima sila, kita punya butir-butir sila yang menjadi turunan dari masing-masing sila,” katanya.

Jika pemuda saat ini, tidak peduli dengan ideologi negara, maka sangat dikhawatirkan hal ini akan membahayakan keberlangsungan negara.

Indonesia adalah negara yang besar, terdiri dari berbagai aneka suku bangsa dan adat istiadat, memiliki 6 agama dan aliran kepercayaan, dan dipisahkan dengan lautan.

“Setiap warga harus memeiliki pemahaman terkait wawasan nuasatara yang sama, sehingga mampu menjadi benteng kokoh dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya. (*)

Pileg dan Pilpres Kondusif, KMP Ajak Jaga Persatuan

Tanjungpinang – Pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019 berjalan dengan kondusif. Hajatan 5 tahunan ini, sebagai bentuk peralihan kekuasaan dengan sistem demokrasi telah mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin dewasa dalam berdempkrasi. Akan hal itu, Komunitas Merah Putih Kepulauan Riau mengelar seminar dengan tema Kondusifitas Pileg dan Pilpres 2019, Kedewasaan Demokrasi Indonesia.

Kegiatan dilaksanakan di Tanjungpinang (23/5), dihadiri narasumber dari KPU Kepulauan Riau, Bawaslu Kepulauan Riau, Polda Kepulauan Riau dan akademisi.

Suprapto, Ketua Komunitas Merah Putih Kepulauan Riau mengharapkan proses dan tahapan pemilu pada 17 April 2019 yang telah dilalui, mampu menghasilkan pemimpin yang kompeten dan wakil rakyat yang dapat menyalurkan aspirasi-aspirasi rakyat dari berbagai tingkatan baik DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten/Kota.

“Kewajiban kita telah tertunaikan pda 17 April, saat ini kita mengharapkan kerja dari calon-calon wakil kita untuk benar-benar mengabdi kepada negara,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kepada KPU, Bawaslu dan Kepolisian, karena jalannya tahapan yang berjalan dengan lancar.

“apresiasi terhadap perjalanan demokrasi di Kepulauan Riau sekaligus berterima kasih kepada penyelenggara pemilu dan pihak-pihak terkait lainnya yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pemilu di Kepri dan berjalan sesuai harapan,” katanya.

Suprapto yang juga mantan presiden BEM Politeknik Batam itu mengatakan bahwa, jika ada hal-hal yang dianggap menyalahi aturan dan tidak terima dari hasil Pemilu baik Pileg mapun Pilpres, maka telah ada wadah penyalurannya.

“Jika ada yang kurang puas, maka ada mekanisme yaitu gugatan ke MK. Tidak malah memprovokasi masyarakat untuk tidak percaya dengan hasil Pileg dan Pilpres,” katanya.

Pemprov Kepri Beri Pelatihan Peningkatan Daya Saing Produk Bagi UKM Berskala Ekspor

Batam, Isukepri.com – Dalam upaya  menjamin mutu produk UKM di Provinsi Kepulauan Riau agar mampu bersaing di pasar global, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau memberikan pelatihan kepada pelaku UKM Berskala Ekspor.

Pelatihan yang diadakan selama empat hari mulai tanggal 25 hingga 28 Desember 2018 mendatang bertujuan agar produk-produk yang dihasilkan mampu memenuhi keinginan konsumen di market internasional.

“Pelaku UKM harus melirik sekaligus mengembangkan sayapnya hingga ke pasar luar negeri. Tentunya dengan produk yang berdaya saing dan memenuhi standar yang baik. Oleh karena itu perlu diadakan pelatihan bagi UKM Berskala Ekspor” kata Kadis Koperasi dan UKM Kepri, Agusnawarman dalam sambutannya di Hotel Batam City Kota Batam, Selasa (25/12).

Pelatihan Pengingkatan Daya Saing Produk UKM Berskala Ekspor3

Pada pelatihan yang mengikutsertakan 40 UKM dari berbagai Kabupaten Kota se- Provinsi Kepri tersebut, Agusnawarman berharap kedepan perekonomian Provinsi Kepri dapat terus tumbuh dan berkembang dengan pesat terutama di Kota Batam.

Meskipun saat ini ekonomi pada sektor industri mengalami masa sulit, namun saya yakin ke depan unit-unit usaha dari UKM yang ada di Kepri dapat bertahan dan diharapkan dapat terus berkembang. Apalagi Kota Batam dengan geografis sangat strategis dan berbatasan langsung dengan beberapa negara maju merupakan peluang yang sangat besar. Katanya.

Hadir sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut Sony Wicaksono dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dan Siti Arifah Rahma dari Korespondensi Bisnis Ekspor Impor – Medan.

Muhammad Rafiq, Salah Satu Korban Tenggelam Sedang Jalani Operasi di RSUP Ahmad Thabib

BINTAN, IsuKepri.com – Muhammad Rafiq (21) salah seorang korban yang tenggelam di Pantai Trikora IV saat ini diketahui sedang berada di ruangan operasi Ahmad Thabib lantai 3. Pemuda kelahiran 1997 ini merupakan mahasiswa aktif STAI SAR Ceruk Ijuk, Bintan.

Hal ini disampaikan oleh Erlina Gusnita, salah seorang dosen STAI SAR yang sedang mendampingi keluarga Rafiq di RSUP.

“Rafiq sedang di ruang operasi sejak jam 5 sore tadi. Dia mahasiswa kami di jurusan Manajemen Pendidikan Islam semester 3,” jelas Erlina.

Menurutnya, korban sedang menjalani operasi endoscopik guna membersihkan organ dalam bagian pernapasan.

Erlina menceritakan keberadaan korban di Pantai Trikora IV pada Selasa (18/12) hanyalah sekedar jalan-jalan bersama teman kelasnya di kampus.

“Kegiatan ini diluar sepengetahuan kampus, mereka sengaja mengagendakan kegiatan ini bersama teman-teman sekelas,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Rijal abang ipar korban saat ditemui di ruang tunggu mengatakan dirinya juga tidak mengetahui jika korban berpergian ke pantai sejak pagi hingga sore tadi.

“Operasinya sudah selesai, tapi Rafiq belum siuman. Kata dokter yang menanganinya tadi, tinggal menunggu pemulihan saja,” ungkap Rizal yang beralamatkan di Bulan Linggi, Tanjung Uban.

Rizal sangat bersyukur karena operasi berjalan lancar dan dirinya berharap adiknya lekas pulih dan segera siuman.

Dari pantauan di lapangan, terlihat belasan mahasiswa STAI SAR yang merupakan teman korban sedang ikut mendampingi keluarga korban dan ingin tau bagaimana kondisi korban saat ini.

Teman-teman korban saat menunggu proses operasi di ruang tunggu lantai 3

Teman-teman korban saat menunggu proses operasi di ruang tunggu lantai 3

Seperti diketahui, Rafiq tenggelam bersama 2 orang temannya yakni Deni (19) dan Zahir (19). Dimana Deni hanya mengalami shock ringan dan saat ini sedang beristirahat dikediamannya, sementara Zahir dikabarkan meninggal dunia dan sudah dikebumikan sore tadi di pemakaman Toapaya. (*)

Yamprek Mozzarella, Kuliner Yang Lagi Hits di Tanjung Uban

Bintan, Isukepri.com – Bisnis saat ini yang paling banyak digandrungi pelaku usaha kecil menengah (UKM) adalah kuliner. Hampir seluruh penjuru negeri ini ada saja para penjual makanan dan minuman yang menjajakan dagangannya untuk memanjakan selera konsumen. Salah satu kuliner yang lagi hits saat ini diwilayah Tanjung Uban – Kabupaten Bintan adalah Yamprek Mozzarella.

Ayam Geprek (Yamprek) Mozzarella

Ayam Geprek (Yamprek) Mozzarella

Yamprek sendiri adalah singkatan ayam geprek. Jenis makanan ini lah yang kemudian dikelola oleh seorang wanita mantan karyawan perusahaan swasta di kawasan industri Lobam, Fifi Fitrianie atau yang akrab disapa Fifi. Untuk menarik peminat, Fifi memodifikasi jenis makanan ini dengan menambahkan Mozzarella sebagai toping diatas ayam yang telah di goreng dan di geprek.

Meski baru dimulai beberapa bulan lalu, Fifi menuturkan konsumenya kian hari terus bertambah bahkan dalam sehari tak kurang dari 50 porsi Yamprek laku terjual.

“Mulai buka bulan September lalu. Alhamdulillah penerimaan konsumen baik. Banyak yang membeli berulang-ulang,”ujar Fifi saat ditemui media ini.

Dibantu 3 karyawannya, Fifi sejak pukul 10 pagi hingga 4 sore membuka usahanya di pelataran Rasesta Cafe yang beralamat Jl. Permaisuri Tanjung Uban Kota tepatnya di depan swalayan Prima Indah-Bintan Utara.

Rasa Variatif dengan harga kompetitif

Yamprek Mozzarella, memiliki 3 (tiga) varian rasa dan dijual dengan harga yang terjangkau. Pedas biasa, pedas banget dan pedas gila menjadi pilihan rasa Yamprek sesuai selera konsumen saat konsumen merasakan makanan yang berbahan dasar daging ayam tersebut.

“Ini kuliner biasa, namun kami mencoba memodifikasi dengan keju Mozzarella dan 3 rasa pedas yang berbeda untuk menarik minat masyarakat” kata wanita cantik berhijab ini.

Untuk seporsi Yamprek original atau tanpa taburan keju mozzarella dijual seharga Rp.20.000, untuk pilihan paha dan Rp. 23.000,- untuk dada. Sedangkan untuk Yamprek Mozzarella harga yang ditawarkan sangat kompetitif yakni Rp. 22.000,- untuk paha dan Rp. 25.000,- dada.

Yamprek

Selain menjual di lapaknya, Fifi juga menyediakan sistem pesan-antar (Delivery Order) bagi pelanggan yang ingin mengkonsumsi Yamprek buatannya.

Bagi yang mau delivery order, kami juga bersedia mengantarkan ke alamat pemesan. Dan yang paling sering minta diantar itu adalah pelanggan setia kami yang tak sempat untuk datang. Ini demi kepuasan pelanggan Yamprek, ucap wanita asal sumatera barat tersebut.

Tanjak Memuncak Mahkota Melayu

Tanjungpinang, Isukepri.com – Tanjak merupakan atribut atau aksesoris adat masyarakat Melayu yang dikenakan di bagian kepala sebagai mahkota. Tanjak merupakan ciri dan khas pakaian pria dari adat Melayu. Meskipun bentuknya beragam dan beraneka macam, namun seluruh lelaki kaum Melayu hampir memakai ini pada masa kerajaan dahulu. Dan sekarang tanjak digunakan dalam acara perhelatan dan adat seperti kenduri kawin, dan lain sebagainya.

Seiring dengan banyaknya pemuda yang mengenakan tanjak, Khusunya di Kota Tanjungpinang banyak pelaku usaha yang bergerak di produksi tanjak. Salah satu pelaku usaha tersebut adalah Yuslina (42 tahun), Ibu dari tiga anak asal Tembilahan yang saat ini menetap di Kampung Bugis, Tanjungpinang Kota. Yuslina juga merupakan ibu dari Rozi Syaputra salah satu kontestan LIGA DANGDUT tahun 2018 yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau.

Ibu Yuslina mengaku memulai usaha produksi tanjaknya sejak akhir tahun 2015. Dimana ketika itu dirinya mengaku melihat anaknya Rozi atau lebih akrab disapa Oji membeli sebuah tanjak dan meminta dirinya untuk membuat tanjak juga untuk dijual karena penggunaan tanjak sedang viral saat itu.

Oji bilang ke saya, mamak pasti bisa buat tanjak seperti ini. Awalnya saya tak yakin, tapi Oji terus meyakinkan saya, sampai ada keinginan saya untuk mencoba membuatnya. Saya lihat bentuk dan model tanjak yang Oji beli, kemudian saya lihat tutorial pembuatan tanjak di YouTube, dan ternyata saya bisa membuatnya meskipun dengan metode otodidak, terang wanita kelahiran 21 April 1976 ini.

Tak perlu waktu lama untuk membuat tanjak, dalam hitungan 1 sampai 2 jam Yuslina mengaku mampu menyelesaikan sebuah tanjak asal segala bahan dan peralatannya tersedia. Bujang Tanjak merupakan brand usaha miliki keluarga Yuslina, usaha ini dijalankan bersama-sama keluarga dan sanak saudara sebagai tim pemasarannya.

Berjalan kurang lebih 1 bulan sejak kami memulai usaha ini, Alhamdulillah kami dapat pesanan tanjak dari salah satu instansi pemerintahan sebanyak 30 buah tanjak. Dengar ada pesanan, Oji jadi semangat karena waktu itu android milik Oji memang sedang rusak, dia bilang lumayan buat nambah beli android baru, cerita Yuslina yang beralamatkan di Jalan Abdul Rahim, No, 32 K, RT 02 RW 01 Kampung Bugis.

Dalam proses pembuatan tanjak, Yulina tidak melakukannya sendiri melainkan selalu dibantu oleh ketiga anaknya terutama Oji. Saat ini mereka menjalankan usaha tanjaknya di sebuah ruko tepatnya di Jalan D.I Panjaitan Km. 6 depan Hotel Halim. Disana mereka tak hanya menjual berbagai tanjak, mereka juga membuka sebuah kedai kopi yang diberi nama Kedai Kopi Oji.

Anak muda yang berkarya, saya sebagai ibu hanya mendukung dan mendorong Oji untuk berusaha. Biasanya saya hanya menyiapkan beberapa kain untuk dibentuk tanjak, setelah itu Oji yang menyetrika dan melipatnya. Adapun kain yang kami gunakan untuk membuat tanjak yakni kain Driil dan kain songket khas dari Palembang, Malaysia, dan Thailand, kata Yuslina lagi.

Jenis tanjak yang tersedia disini ada 2 model yakni; Tanjak Laksmana dan Tanjak Dendam Tak Sudah. Harga satu buah tanjak beragam, tergantung model dan bahan kain yang digunakan untuk membuatnya.

Harganya bervariasi mulai dari Rp. 100.000 hingga Rp. 180.000. Alhamdulillah dalam sebulan usaha kami bisa mencapai omset sebesar Rp. 3.000.000 hingga Rp. 3.500.000, terang Yuslina sembari menggunting kain songket.

Yuslina berharap langkahnya bersama keluarga untuk berpindah tempat usaha di kawasan perkotaan ini bisa memajukan usahanya dan meningkatkan pendapatannya ketimbang bertempat usaha di Kampung Bugis yang jauh dari keramaian.

Selain itu, Oji juga melakukan pemasaran melalui online di Shoppe dan aplikasi belanja online lainnya. Kami juga punya akun ig @bujang_be_tanjak dan @rozi_syaputra. Jadi calon pembeli juga bisa langsung lihat-lihat gambar disana, ajak Yuslina seraya tersenyum.

Dirinya juga berpesan kepada pelaku usaha lainnya untuk terus bersabar dalam menjalankan usahanya. Harus sabar, terus istiqomah dan berdoa, tutup Yuslina.