Category Archives: National

National

Hukuman Idrus Marham diperberat Jadi 5 Tahun Penjara

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta sudah memutus banding yang diajukan KPK atas vonis Idrus Marham dalam kasus suap terkait proyek PLTU Riau-1. Hasilnya, banding KPK diterima dan hukuman Idrus diperberat menjadi lima tahun penjara.

Dilihat dari situs sistem informasi penelusuran perkara, PN Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2019), PT DKI sudah memutus banding KPK dengan nomor 16/PID.TPK/2019/PT DKI pada Selasa (9/7/2019).

“Menerima permintaan banding dari penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi dan Penasihat Hukum terdakwa tersebut,” demikian bunyi putusan banding itu.

Majelis hakim tingkat banding yang diketuai I Nyoman Sutama serta hakim anggota Mohammad Zubaidi Rahmat dan Achmad Yusak menyatakan Idrus Marham terbukti bersalah dalam kasus suap ini. Idrus dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Idrus Marham dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” ujar majelis dalam putusannya.

Hukuman ini lebih tinggi dibanding vonis Idrus Marham pada tingkat Pengadilan Tipikor. Sebelumnya, Idrus divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 2 bulan kurungan.

Idrus Marham dinyatakan bersalah menerima suap Rp 2,25 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1. Dia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sumber : Detik

Demokrat Tolak Silaturahim AHY-Ibas Dikaitkan ke Kubu 01

Jakarta – Kedua anak presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengunjungi sejumlah tokoh nasional dalam momen Lebaran. Beberapa tokoh yang dikunjungi antara lain Presiden Jokowi, BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri dan Sinta Nuriyah Wahid (istri Gus Dur).

Beberapa yang disebut merupakan tokoh dari capres -cawapres nomor urut 01. Namun, Partai Demokrat membantah bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Eddie Baskoro Yudhoyono (Ibas) hanya mengunjungi tokoh-tokoh 01, meskipun menegaskan adanya kemungkinan tidak mengunjungi capres no 02, Prabowo Subianto.

“Jika ada pandangan bahwa itu kunjungan ke tokoh-tokoh pendukung 01 ya saya harus sebut itu pandangan ngawur,” ujar Wasekjen Demokrat, Renanda Bachtar kepada Republika.co.id, Sabtu (8/6).

Menurut Renanda, kunjungan-kunjungan selain silaturahim dan halal bi halal, juga dimaksudkan sebagai kunjungan balasan penghormatan keluarga SBY kepada para pemimpin senior yang telah berkenan menghadiri upacara pemakaman Ibu Ani Yudhoyono pada 1 Juni lalu.

Sementara bagi yang berkunjung ke Cikeas, Renanda mengatakan kedua anak SBY tidak berencana balik mengunjungi para tokoh yang hadir ke kediaman SBY tersebut. “Pak Prabowo tidak ke pemakaman. Bagi yang datang ke Cikeas seperti Pak Prabowo atau Ibu Rachmawati masa iya harus balik dikunjungi,” katanya.

Sumber : Republika

Kenaikan UMK Batam Tidak Berefek Karena Diikuti dengan Kenaikan Tarif Listrik

Batam, Isukepri.com – Kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Batam sebesar 8,71% dari angka semula pada tahun 2017 sebesar Rp.3.241.125 kemudian naik menjadi Rp.3.523.427 pada tahun 2018 tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap membaiknya daya beli masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Ekonomi Kadin Batam, Dr. M. Gita Indrawan saat memberikan materi pada kegiatan seminar Ekonomi, Rabu malam (27/12) di UNRIKA Batam.

Gita mengatakan hal tersebut dikarenakan kenaikan UMK Batam diikuti pula dengan kenaikan tarif listrik Batam sebesar 15% pada bulan Desember 2017 ini.

Kenaikan tarif listrik Batam ini akan memicu angka inflasi di kisaran 3% – 4% pada triwulan I tahun 2018, ini dikarenakan kenaikan tarif listrik Batam sebesar 15% di bulan Desember 2017 tersebut akan ditagihkan pada bulan Januari 2018, jelas Gita dalam seminar yang bertemakan Pertumbuhan Ekonomi Kepri, Peluang dan Tantangannya Kedepan yang digagas oleh BEM UNRIKA Batam.

Gita percaya bahwa kenaikan tarif listrik Batam tersebut akan memicu kenaikan angka inflasi meskipun mungkin tidak secara langsung namun paling tidak berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya bahwa kenaikan tarif listrik Batam ini pasti akan dimanfaatkan oleh para pedagang dan juga spekulan untuk meraup keuntungan yang lebih besar lagi dengan cara menaikkan harga komoditas bahan pokok yang mana hal ini akan membuat melemahnya ekonomi usaha skala mikro dan kecil serta menurunnya daya beli masyarakat Batam secara umum.

Selain itu, Gita juga menyinggung tentang tantangan ekonomi Batam di tahun 2018 yang beberapa diantaranya masih merupakan permasalahan klasik di kota Batam.

Masalah klasik seperti rumah liar, lahan tidur, perizinan dan tata alokasi lahan, administrasi lalu lintas keluar masuk barang, harmonisasi hubungan kerjasama dan sinergitas institusi antara BP Batam dan Pemko Batam terutama di level pelaksana operasional di lapangan masih akan menjadi pekerjaan rumah (PR) di tahun 2018 mendatang, singgungnya.

Syamsul Bahrum: Perekonomian Kepri Sangat Bergantung pada Batam

Batam, Isukepri.com – Asisten II Ekonomi Pembangunan Provinsi Kepri, Syamsul Bahrum mengatakan bahwa perekonomian Kepri sangat bergantung pada Batam dengan besaran kontribusi 60,82%, diikuti Natuna (8,76%) yang bertumpu pada sektor pertambangan.

Hal ini disampaikan Syamsul Bahrum saat menjadi pemateri dalam seminar Ekonomi dengan tema “Pertumbuhan Ekonomi Kepri, Peluang dan Tantangannya Kedepan” yang digagas oleh BEM UNRIKA Batam, Rabu malam (27/12).

Dominasi Batam sebagai motor penggerak ekonomi sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kepri, maka menurutnya harus ada pemerataan pembanguanan di kabupaten/kota lainnya secara lebih optimal melalui strategi pembangunan yang merata.

“Pembangunan dilaksanakan dengan pendekatan strategi dual track, yakni BBKT (Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang) dan NAL (Natuna, Anambas, dan Lingga). Saat ini Pemprov sedang mempercepat pelaksanaan pembangunan wilayah BBKT agar sejajar dengan kawasan-kawasan yang sudah lebih maju dan sejahtera. Sementara NAL harus mengembangkan sentra-sentra ekonomi yang sesuai dengan potensi dan agro ekositem dominan,” jelas dia.

Tak hanya itu, kata Syamsul, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri memerlukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Pemerintah sedang merencanakan pembangunan Jembatan Batam-Bintan, KEK Tanjung Sauh, Pengembangan Batu Ampar, Hang Nadim, KEK Pariwisata di Bintan, KEK Pulau Asam di Karimun, dan Pelabuhan Pertambangan Tanjung Mocco di Tanjungpinang,” terangnya lagi.

Dalam hal ini menurutnya perlu dukungan pemerintah pusat melalui Keppres tentang penetapan proyek strategis nasional di Kepri untuk proyek jembatan Batam-Bintan, Container port Tanjung Sauh, Port of Batu Ampar, dan Hang Nadim Aeroocity.

“Karena keberadaan infrastruktur yang layak di Kepri sifatnya sudah mendesak untuk menopang pertumbuhan ekonomi Kepri di tahun depan,” tutupnya.

Kegiatan seminar ekonomi tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I UNRIKA Batam, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Gusti; Ketua Majelis Ekonomi Muhammadiyah, Wahyudi; dan Ketua Tim Ekonomi Kadin Batam, Gita Indrawan.

Pancasila Sebagai Dasar dan Pedoman Ormas Keagamaan

Batam, IsuKepri.com – PANCASILA tepat dan cocok bagi bangsa Indonesia, karena Pancasila ideologi plural dan terbuka, sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia yang plural, masyarakat Indonesia yang heterogen butuh payung bersama dan Pancasila hadir sebagai solusi. Demikian kesimpulan akhir dari materi yang disampaikan oleh Kepala Kemenag Kota Batam, Dr. H. Erizal, MH saat menjadi narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan Dewan Mahasiswa (DEMA) STAI Ibnu Sina Batam, Jumat malam (22/12) di Batam.

“Karakteristik masyarakat Indonesia sangat kompleks dengan keberagaman. Adapun karakteristik masyarakat Indonesia terdiri dari masyarakat yang multi akan aliran, etnis, agama, ras, bahasa, budaya, dan kepentingan. Keberadaan pancasila sebagai dasar dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara adalah sebagai perekat kebhinekaan tersebut,” jelas Erizal dihadapan ratusan mahasiswa.

Erizal yang sebelumnya bertugas di Kemenag Kabupaten Bintan ini juga menjelaskan bahwa kehadiran ormas beragama harus berlandaskan kepada pancasila sebagai dasar bernegara demi terciptanya kerukunan umat beragama di NKRI.

“Maka melestarikan dan memlihara norma, nilai, moral, etika dan budaya yang hidup dalam masyarakat juga merupakan bagian dari terbentuknya ormas di Indonesia. Ormas juga berkewajiban untuk menjaga, memelihara dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa sesuai putusan MK No. 82/PUN/2013,” katanya lagi.

Hadir dalam seminar tersebut Pimpinan STAI Ibnu Sina, Sumiati dan narasumber yang berasal dari Badan Kesbangpol Batam, Agus Suyatno; Ketua MUI Batam, M. Effendi Asmawi; dan dari kalangan Akademisi UNIBA Fitri Yanti.

Gerilya AHY, PD: Saatnya Indonesia Dipimpin Leader Muda

Jakarta, IsuKepri.com – Usai tumbang di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kembali bergerilya politik dengan menemui sejumlah tokoh nasional, mulai dari Presiden Jokowi, Wapres JK, Ketum Gerindra Prabowo Subianto hingga menjenguk Ahok di Mako Brimob dan hadir dalam pelantikan Anies-Sandi. Aktivitas AHY cukup mendapatkan perhatian publik, Partai Demokrat (PD) menyebut gerilya AHY memang diperlukan demi regenerasi kepemimpinan bangsa.

Wakil Ketua Dewan Pembina PD Agus Hermanto menyebut gerilya politik AHY merupakan dorongan dari kader-kader muda. Demokrat memandang sudah saatnya yang muda memimpin Indonesia.

“Itu dorongan dari bawah, dari kader, bahkan lebih banyak dari kawula muda yang banyak mendorong beliau jadi next leader. Karena, sudah saatnya Indonesia juga mempunyai leader yang masih muda, cakap dan yang juga dalam hal ini cerdas,” ujar Agus Hermanto di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/11).

Menurut Agus, apa yang dilakukan AHY bukan paksaan dari partainya. AHY, kata Agus, didorong kader muda untuk terus bergerilya politik.

“Kalau saya melihat, itu sebenarnya banyak dorongan dari kawula muda bahwa baik dari kader PD, bahkan dari kader partai lain pun banyak juga yang mendorong beliau untuk menjadi next leader,” sebut dia.

Sementara itu pengamat politik Gun Gun Heryanto menilai sikap AHY merupakan sebuah upaya membangun trust building. AHY disebutnya tengah membangun modal politik untuk ke depan.

“Gimana pun AHY tidak ingin kekalahan di Jakarta akhir dari karier panjang politik dia. Oleh karena itu, satu-satunya cara adalah public relations politic dengan key person. Misalnya mendatangi Ahok, Anies, Jokowi,” ulas Gun Gun.

Gun Gun juga mengingatkan AHY saat ini juga banyak berkeliling ke daerah-daerah. Tak hanya mendekati publik, mantan perwira TNI AD itu juga bertemu dengan simpul-simpul tokoh di daerah.

“Perhatikan pergerakannya, dia melakukan PR (public relations) politik. Politic hipe di medsos, kesepahaman bersama dengan beberapa pihak, dia coba tidak antagonistis ke semua pihak,” ungkapnya.

Sumber: detik.com
Editor: Masirwan