Category Archives: National

National

Loh Kok Ada Aktivitas Tambang Bauksit di Tanjung Moco

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Tanjung Moco Dompak yang dulunya memang menjadi kawasan tambang bauksit sekaligus pelabuhan muat bauksit kini tampaknya sudah memulai aktivitas tambang. Padahal kabarnya, pemerintah baru mengizinkan aktivitas bauksit ini kembali beroprasi di Kepri pada awal tahun depan (2018, red).

 

Hal ini tampak dari ponton (tongkang, red) KSD 28 yang berlabuh di pelabuhan muat bauksit Tanjung Moco Dompak dalam keadaan lambung ponton berisi bauksit. Tampak juga disekeliling ponton beberapa orang yang sedang mengawasi aktivitas ini. Tak tau jelas perusahaan mana dibalik kegiatan pertambangan ini.

Rendi, pengunjung Tanjung Moco yang ketika itu sedang memancing menduga kegiatan tambang tersebut adalah ilegal karena menurutnya kegiatan pertambangan baru akan dimulai pada awal tahun 2018.

“Sepengetahuan saya kegiatan tambang bauksit di Kepri memang akan dibuka lagi, tapi tahun depan, itu pun diperuntukkan bagi perusahaan yang punya Smelter saja,” terang dia, Minggu sore (28/10).

Rendi kembali menduga kegiatan tambang bauksit tersebut merupakan kegiatan mencuri start. “Mungkin mereka mencuri start, tahun depan kan tinggal 2 bulan,” kata dia sambil tertawa.

WhatsApp Image 2017-10-29 at 22.42.36

Sementara itu warga setempat yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa ponton KDS 28 tersebut sedang tidak membawa biji bauksit, melainkan hanya tanah merah untuk penyulingan air.

“Tanah merah bukan bauksit, mau dibawa ke Batam untuk bahan penyulingan air,” tutur pria separuh baya berpakaian kaos hitam kepada pewarta.

Hal ini ditepis oleh Rendi karena menurutnya penyulingan air sama sekali tidak membutuhkan tanah merah atau bauksit.

“Ah itu alibi saja, mana ada menyuling air pakai tanah merah, tak logis kan,” tutur Rendi terenyah.

Pembuatan saringan untuk menyuling air menurutnya hanya membutuhkan pasir halus, ijuk, arang aktif, dan batu krikil kecil.

Editor: Masirwan

Suprapto: Kemajuan Pembangunan Daerah Tergantung Kiprah Pemuda

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Sempena memperingati hari sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober lalu, Suprapto Ketua Komunitas Merah Putih (KMP) Kepri mengajak para pemuda khusunya di Tanjungpinang – Bintan untuk kembali kepada semangat sumpah pemuda 89 tahun silam. Karena menurutnya, kemajuan pembangunan daerah sangat bergantung kepada kiprah para pemudanya.

“Semua tergantung peranan dan kontribusi pemuda, maka pemuda hari ini dituntut untuk bisa memposisikan dirinya dalam memajukan pembangunan daerah dengan semangat sumpah pemuda,” kata Suprapto, Minggu (29/10) di Tanjungpinang.

Pada kondisi krisis multidimensi yang tengah dihadapi bangsa ini, dirinya berharap pemuda mampu bangkit dari segala kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dimasa akan datang.

“Apapun yang terjadi pemuda selalu dituntut terus berbakti, berbuat dan memastikan Sumpah Pemuda tetap relevan hingga kapanpun. Karena pemuda telah bersumpah kepada Indonesia akan bersatu dalam tumpah darah bangsa dan bahasa,” jelas pemuda kelahiran 1986 ini.

Sangat memprihatinkan, lanjutnya, jika pemuda hari ini malah ikut dalam mempertajam perpecahan dan menebar kebencian satu sama lain.

“Indonesia lahir dari keberagaman yang kompleks, maka merawat ke-Bhineka-an, menjaga NKRI, mengamalkan Pancasila dan UUD 1945 secara tak langsung sudah melekat disetiap jiwa pemuda Indonesia,” tutup Suprapto.

Editor: Masirwan

Dua Pengoplos Elpiji di Kediri Terancam 5 Tahun Penjara

Kediri, IsuKepri.com – Terhimit kebutuhan ekonomi, Winarto (47) dan septian (23) warga kelurahan Kaliombo, kota Kediri rela melakukan kecerungan dengan mengoplos tabung elpiji non subsidi berukuran 12 kg dengan tabung elpiji ukuran 3 kg.

Kompol Sucipto, Kapolsek Kota Kediri mengatakan pengoplosan ini dilakukan didua lokasi yang berbeda, yakni di jalan Padang Padi dan jalan Mangga kelurahan Kaliombo, kota Kediri, dan jalan Hassanudin kota Kediri.

“Kedua pelaku ini merintis usaha ilegal tersebut sudah sekitar 6 bulan yang lalu dan menembus omset yang terbilang sangat besar, dalam sehari bisa mencapai Rp 300 ribu atau Rp 9 juta perbulan,” ujar kompol Sucipto.

Sebelumnya masyarakat sekitar yang mengetahui perbutaan kedua pelaku ini merasa resah dan melaporkanya kepada kapolsek kota Kediri. Setelah melakukan pengintaian yang cukup lama akhirnya polisi berhasil membekuk kedua pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti, yakni 112 tabung gas ukuran 3,5 Kilogram dan 21 tabung gas ukuran 12,5 kilogram.

“Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti lain seperti alat transportasi jual beli berupa mobil pikap dan motor roda tiga,” ujar Sucipto.

“Untuk saat ini tersangka kami jerat pasal No 53 UU 22 tahun 2001 tentang minyak gas dan bumi dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” pungkasnya.

Sumber: Detik.com
Editor: Mohammad Arif Aditya

3 Mahasiswa UMRAH Ikuti Jambore Kebangsaan di Cibodas

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, Forum Cipayung Plus yang terdiri dari 16 Organisasi Kemahasiswa dan Kepemudaan menyelenggarakan Jambore Kebangsaan dan Wirausaha yang akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas – Jawa Barat pada 24-29 Oktober 2017.

“Ini adalah Jambore terbesar Mahasiswa dan Pemdua Indonesia dalam sejarah Republik Indonesia yang kami dedikasikan untuk menyatukan mahasiswa dan pemuda, serta menghadirkan kontribusi kebangsaan dalam strategi perjuangan melahirkan gelombang kesadaran wirausaha di kalangan Mahasiswa dan Pemuda Indonesia,” demikian kata pengantar dalam web jamborekebangsaan.com

Tak ketinggalan, 3 Mahasiswa UMRAH Tanjungpinang juga ikut dalam kegiatan ini mewakili Mahasiswa dan Pemuda Kepri. Benny Octharizan Mahasiswa semester 3 yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan perwakilan dari Kepri berjumlah 8 peserta, 3 diantaranya adalah mahasiswa UMRAH dan 5 peserta lainnya berasal dari Kota Batam.

“Dari UMRAH kami bertiga, saya (Benny Octharizan, Red), Febby Wahyudi dan Budi Prasetyo. Kebetulan kami satu program studi. Kemudian 5 peserta lagi dari Batam,” tutur Benny yang saat ini berkosentrasi di Ilmu Pemerintahan, semester 5. Rencananya Benny dkk akan terbang dari Bandara RH Fisabilillah Tanjungpinang menuju Jakarta pada Selasa (24/10), dan meneruskan perjalannya menuju Bumi Perkemahan Mandalawangi Cibodas, Jawa Barat.

Benny berharap kegiatan Jambore Kebangsaan yang akan mereka ikuti nanti bisa menambah wawasan dan pengalaman bagi mereka, serta menjadi wadah silaturahmi bersama mahasiswa/pemuda dari 34 provinsi.

“Disinilah kami berharap wawasan dan pengalaman kami bisa bertambah, karena menghadirkan narasmuber-narasumber yang berkompeten dibidangnya. Kemudian, Jambore Kebangsaan ini menjadi ajang bagi kami untuk saling mengenal dan bertukar pikiran dengan mahasiswa dari seluruh Indonesia,” jelas Benny yang juga merupakan mahasiswa asal Tanjung Balai.

Perlu diketahui, Jambore Kebangsaan 2017 ini rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Jokowi dan menghadirkan 24 narasmuber dari lembaga pemerintahan seperti, Ketua MPR RI, Ketua DPD RI, Kapolri, Menhan, Menko Maritim, Menko Polhukam, serta menteri lainnya.

Editor: Masirwan

Gubernur dan DPRD Kepri Siap Menampung Pengungsi Rohingya

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Aksi kekerasan dan pembantaian etnis Rohingya di Mynmar yang tidak berprikemanusiaan mendapat perhatian dari Pemerintahan Provinsi Kepri.

Jumaga Nadeak, Ketua DPRD Provinsi Kepri mengatakan bahwa pemerintah Kepri siap menampung pengungsi dari Rohingya ke Kepri.

“Sebagai ketua DPRD Provinsi Kepri, kami sangat welcome bilamana ada warga Rohingya yang menggungsi ke Kepri,” ujar Jumaga saat ditemui Forum Peduli Rohingya Kepri di ruangannya, Jumat (15/9).

Jumaga menambahkan saat ini pemerintah Kepri sedang menunggu keputusan dari PBB terkait penyelesaian dan tempat dimana warga Rohingya akan diungsikan. “Pemda dan Perguruan Tinggi juga akan kami libatkan dalam hal ini,” tambah dia.

Hal serupa juga disampaikan Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun yang siap menjadikan Kepri sebagai salah satu tempat bagi pengungsi Rohingya.

“Kepri siap menjadi zona tempat bagi para pengungsi Rohingya jika memang Indonesia sudah di putuskan menjadi salah satu wilayah zona aman itu oleh PBB,” jelas Nurdin.

Hanya saja, lanjut Nurdin, secara kelembagaan dirinya ingin berkoordinasi dulu dengan DPRD Kepri, Lembaga Adat Melayu, MUI, Tokoh masyarakat dan Tokoh Agama di Kepri.

Sementara itu Suryadi, Wakil Ketua Forum Peduli Rohingya Kepri yang sebelumnya pernah meminta Pemprov Kepri untuk membuka kampung vietnam, Galang untuk menampung warga Rohingya, sangat mengapresiasi langkah dari pemerintah Kepri.

“Ketika Gubernur dan DPRD sebagai representasi Kepri sudah menyatakan siap dengan penuh keikhlasan dan tanggungjawab untuk menjadi tuan rumah bagi rohingya, maka ini adalah berita baik dan akan menjadi kebaikan bagi Kepri khususnya dan indonesia umumnya” tegas Suryadi yang juga Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Kepri.

Lebih lanjut, Dosen Ilmu Hukum UMRAH ini mengemukakan bahwa dirinya dan rekan-rekan yang tergabung dalam Forum Kemanusiaan Peduli Rohingya Kepri akan berkoordinasi dengan AKIM (Aliansi Kemanusiaan Indonesia Myanmar) dan KNSR (Komite Nasional Solidaritas Rohingya) melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap) sebagai lembaga yang dijadikan sebagai rujukan untuk menyampaikan donasi dari masyarakat Kepri untuk etnis Rohingya. (*)

Galang Dana Untuk Rohingya, Jumlah Sumbangan Hampir Mencapai Rp 100jt

Tanjungpinang, IsuKepri.Com – Aksi solidaritas penggalangan dana untuk etnis Rohingya di Mynmar yang dilakukan oleh Forum Peduli Rohingya Tanjungpinang mulai tanggal 7 s.d 10 Sepetember (hari ini, red) hampir mencapai angka Rp 100jt.

Hal ini disampaikan oleh Ustadz Fauzi Armandaris, selaku koordinator aksi penggalangan dana untuk Rohingya di Tanjungpinang.

“Alhamdulillah total sumbangan dana untuk Rohingya yang telah kami rekap berjumlah 92.637.128 Rupiah. Hampir mendekati angka 100 juta,” ujar Fauzi, Minggu (10/9) di Tanjungpinang.

Adapun rincian dana pertanggal penggalangan, Fauzi mengatakan, pada Sabtu (9/9) jumlah sumbangan sebesar Rp 13.346.700, Minggu (10/9) terkumpul sebesar Rp 13.035.500, sehingga jumlah keseluruhan pertanggal 9 s.d 10 sebesar Rp 26.382.200.

“Kemudian jumlah ini di tambahkan dengan Rp 66.254.928, hasil penggalangan dana pertanggal 7 s.d 8 September, maka total keseluruhannya adalah Rp 92.637.128,” jelasnya.

Fauzi mengatakan, jumlah sumbangan yang berhasil mereka kumpulkan ini tak terlepas dari peran, antusias, partisipasi serta kontribusi seluruh organisasi dan ormas lintas agama se-kota Tanjungpinang.

“Terima kasih kepada rekan-rekan organisasi dan ormas yang sudah ikut berpartisipasi dalam aksi penggalangan dana ini. Kami mendoakan semoga niat dan usaha baik kita di balas oleh Allah SWT,” ucap Fauzi seraya mengucapkan aamiin.

Terima kasih juga kami sampaikan, lanjut Fauzi, kepada seluruh elemen masyarakat Kota Tanjungpinang yang sudah bersedia menyisihkan sebagian dari hartanya untuk membantu saudara-saudara kita di Rohingya, Mynmar.

“Khususnya kepada semua pengurus masjid se-Tanjungpinang, pengendara motor/mobil, sekolah-sekolah dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi. Sekali lagi terima kasih,” kata Fauzi tersenyum.

Ketika ditanya tentang jadwal pendistribusian dana tersebut, Fauzi mengatakan, belum menetapkan kapan akan di distribusikan. “Karena masih fokus pada pengumpulan dana sumbangan yang akan berakhir Minggu (17/9) depan,” tutup Fauzi. (*)