Category Archives: Media UKM

Media UKM

Pemprov Kepri Beri Pelatihan Peningkatan Daya Saing Produk Bagi UKM Berskala Ekspor

Batam, Isukepri.com – Dalam upaya  menjamin mutu produk UKM di Provinsi Kepulauan Riau agar mampu bersaing di pasar global, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau memberikan pelatihan kepada pelaku UKM Berskala Ekspor.

Pelatihan yang diadakan selama empat hari mulai tanggal 25 hingga 28 Desember 2018 mendatang bertujuan agar produk-produk yang dihasilkan mampu memenuhi keinginan konsumen di market internasional.

“Pelaku UKM harus melirik sekaligus mengembangkan sayapnya hingga ke pasar luar negeri. Tentunya dengan produk yang berdaya saing dan memenuhi standar yang baik. Oleh karena itu perlu diadakan pelatihan bagi UKM Berskala Ekspor” kata Kadis Koperasi dan UKM Kepri, Agusnawarman dalam sambutannya di Hotel Batam City Kota Batam, Selasa (25/12).

Pelatihan Pengingkatan Daya Saing Produk UKM Berskala Ekspor3

Pada pelatihan yang mengikutsertakan 40 UKM dari berbagai Kabupaten Kota se- Provinsi Kepri tersebut, Agusnawarman berharap kedepan perekonomian Provinsi Kepri dapat terus tumbuh dan berkembang dengan pesat terutama di Kota Batam.

Meskipun saat ini ekonomi pada sektor industri mengalami masa sulit, namun saya yakin ke depan unit-unit usaha dari UKM yang ada di Kepri dapat bertahan dan diharapkan dapat terus berkembang. Apalagi Kota Batam dengan geografis sangat strategis dan berbatasan langsung dengan beberapa negara maju merupakan peluang yang sangat besar. Katanya.

Hadir sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut Sony Wicaksono dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dan Siti Arifah Rahma dari Korespondensi Bisnis Ekspor Impor – Medan.

Tanjak Memuncak Mahkota Melayu

Tanjungpinang, Isukepri.com – Tanjak merupakan atribut atau aksesoris adat masyarakat Melayu yang dikenakan di bagian kepala sebagai mahkota. Tanjak merupakan ciri dan khas pakaian pria dari adat Melayu. Meskipun bentuknya beragam dan beraneka macam, namun seluruh lelaki kaum Melayu hampir memakai ini pada masa kerajaan dahulu. Dan sekarang tanjak digunakan dalam acara perhelatan dan adat seperti kenduri kawin, dan lain sebagainya.

Seiring dengan banyaknya pemuda yang mengenakan tanjak, Khusunya di Kota Tanjungpinang banyak pelaku usaha yang bergerak di produksi tanjak. Salah satu pelaku usaha tersebut adalah Yuslina (42 tahun), Ibu dari tiga anak asal Tembilahan yang saat ini menetap di Kampung Bugis, Tanjungpinang Kota. Yuslina juga merupakan ibu dari Rozi Syaputra salah satu kontestan LIGA DANGDUT tahun 2018 yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau.

Ibu Yuslina mengaku memulai usaha produksi tanjaknya sejak akhir tahun 2015. Dimana ketika itu dirinya mengaku melihat anaknya Rozi atau lebih akrab disapa Oji membeli sebuah tanjak dan meminta dirinya untuk membuat tanjak juga untuk dijual karena penggunaan tanjak sedang viral saat itu.

Oji bilang ke saya, mamak pasti bisa buat tanjak seperti ini. Awalnya saya tak yakin, tapi Oji terus meyakinkan saya, sampai ada keinginan saya untuk mencoba membuatnya. Saya lihat bentuk dan model tanjak yang Oji beli, kemudian saya lihat tutorial pembuatan tanjak di YouTube, dan ternyata saya bisa membuatnya meskipun dengan metode otodidak, terang wanita kelahiran 21 April 1976 ini.

Tak perlu waktu lama untuk membuat tanjak, dalam hitungan 1 sampai 2 jam Yuslina mengaku mampu menyelesaikan sebuah tanjak asal segala bahan dan peralatannya tersedia. Bujang Tanjak merupakan brand usaha miliki keluarga Yuslina, usaha ini dijalankan bersama-sama keluarga dan sanak saudara sebagai tim pemasarannya.

Berjalan kurang lebih 1 bulan sejak kami memulai usaha ini, Alhamdulillah kami dapat pesanan tanjak dari salah satu instansi pemerintahan sebanyak 30 buah tanjak. Dengar ada pesanan, Oji jadi semangat karena waktu itu android milik Oji memang sedang rusak, dia bilang lumayan buat nambah beli android baru, cerita Yuslina yang beralamatkan di Jalan Abdul Rahim, No, 32 K, RT 02 RW 01 Kampung Bugis.

Dalam proses pembuatan tanjak, Yulina tidak melakukannya sendiri melainkan selalu dibantu oleh ketiga anaknya terutama Oji. Saat ini mereka menjalankan usaha tanjaknya di sebuah ruko tepatnya di Jalan D.I Panjaitan Km. 6 depan Hotel Halim. Disana mereka tak hanya menjual berbagai tanjak, mereka juga membuka sebuah kedai kopi yang diberi nama Kedai Kopi Oji.

Anak muda yang berkarya, saya sebagai ibu hanya mendukung dan mendorong Oji untuk berusaha. Biasanya saya hanya menyiapkan beberapa kain untuk dibentuk tanjak, setelah itu Oji yang menyetrika dan melipatnya. Adapun kain yang kami gunakan untuk membuat tanjak yakni kain Driil dan kain songket khas dari Palembang, Malaysia, dan Thailand, kata Yuslina lagi.

Jenis tanjak yang tersedia disini ada 2 model yakni; Tanjak Laksmana dan Tanjak Dendam Tak Sudah. Harga satu buah tanjak beragam, tergantung model dan bahan kain yang digunakan untuk membuatnya.

Harganya bervariasi mulai dari Rp. 100.000 hingga Rp. 180.000. Alhamdulillah dalam sebulan usaha kami bisa mencapai omset sebesar Rp. 3.000.000 hingga Rp. 3.500.000, terang Yuslina sembari menggunting kain songket.

Yuslina berharap langkahnya bersama keluarga untuk berpindah tempat usaha di kawasan perkotaan ini bisa memajukan usahanya dan meningkatkan pendapatannya ketimbang bertempat usaha di Kampung Bugis yang jauh dari keramaian.

Selain itu, Oji juga melakukan pemasaran melalui online di Shoppe dan aplikasi belanja online lainnya. Kami juga punya akun ig @bujang_be_tanjak dan @rozi_syaputra. Jadi calon pembeli juga bisa langsung lihat-lihat gambar disana, ajak Yuslina seraya tersenyum.

Dirinya juga berpesan kepada pelaku usaha lainnya untuk terus bersabar dalam menjalankan usahanya. Harus sabar, terus istiqomah dan berdoa, tutup Yuslina.

450 Wirausaha Pemula dan Mahasiswa Ikuti Seminar Kewirausahaan Nasional Kepri Excellent Entrepreneur

Batam, Isukepri.com – Sebanyak 450 orang wirausaha pemula dan mahasiswa di Provinsi Kepri mengikuti Seminar Nasional Kewirausahaan Nasional Kepri Excellent Entrepreneur yang dilaksanakan di Hotel Harmoni One Batam yang dihadiri dan dibuka secara langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, DR. Nurdin Basirun, M.Si yang didampingi beberapa pejabat teras dilingkungan pemerintah provinsi kepri.

Selain itu, kegiatan akbar yang digelar tanggal 4 hingga 6 Desember 2018 tersebut juga dihadiri Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Rulli Nuryanto, SE, M.Si serta Asisten Deputi Bidang Penelitian dan Pengkajian Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Christina Agustin, API, MM.

Hadir beberapa unsur sebagai pemateri diantaranya Riki Rionaldy, S.STP, M.Si seorang enterprenuer government dari Kabupaten Bintan, Mulyadi Tan, S.Kom, MM Pengusaha Muda Tanjungpinang dan kalangan akademisi Desiana Sari.

Dalam sambutannya, Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah secara mandiri membantu mendorong kemajuan ekonomi di Kepulauan Riau.

Pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau tidak semata-mata menjadi tanggungjawab pemerintah, melainkan kita semua. Dengan berwirausaha, maka masyarakat telah ikut berpartisipasi menumbuhkembangkan perekonomian menuju kemandirian daerah ini, jelas Nurdin dalam sambutannya.

Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si memberikan sambutan

Gubernur Kepri, Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si memberikan sambutan

Dikatakannya, kegiatan seperti ini perlu terus digalakkan untuk memberikan wawasan sekaligus memotivasi masyarakat agar berani berwirausaha. Hal ini tentunya dapat membantu pemerintah daerah meminimalisir rasio pengangguran di usia produktif.

Lapangan kerja yang tersedia terkadang tak sebanding jumlah pelamar. Maka manfaatkan kesempatan yang ada dengan berwirausaha dan tanamkan niat yang sungguh-sungguh. Pemerintah daerah akan terus berupaya membantu melalui program-program pemberdayaan untuk masyarakat, katanya.

Pengalungan Tanda Peserta secara Simbolis Oleh Bapak Gubernur Kepri

Pengalungan Tanda Peserta secara Simbolis Oleh Bapak Gubernur Kepri

Sementara itu, salah seorang peserta menuturkan, dengan adanya kegiatan seminar ini membantu dirinya agar dapat memahami apa yang sebenarnya menjadi dasar seseorang untuk menjadi wirausahawan.

Saya berpikir bahwa untuk memulai sebuah usaha harus ada modal dana. Namun, dengan adanya seminar ini, saya pribadi sudah mulai sadar bahwa tak selamanya dana menjadi hal yang utama, ucap Adi

Adi menyadari bahwa hal yang utama adalah kemauan. Selain itu, perlu memahami apa konsep usaha yang akan dibangun dan  apa yang sedang urgen dalam masyarakat. Agar usaha kita bisa berguna bagi pihak lain dan hasilnya dapat pula kita nikmati, tutupnya.

ABII KISANG, OLEH-OLEH KERIPIK PISANG KHAS KAMPUNG BUGIS

TANJUNGPINANG – Zainal Abidin Syah atau akrab disapa Abii, dia adalah pemuda kelahiran Kampung Bugis, 02 Desember 1992. Putra bungsu dari pasangan Bapak Saarin dan Ibu Eliya Rosa ini kini menjalankan usaha kuliner keripik pisang dengan varian rasa seperti; Grentea, Cokelat, Keju Asin, dan Balado Pedas. Keripik pisang diproduksi Abii bersama keluraganya di Kampung Bugis tepatnya di Jalan Abdul Rahman No. 18 RT 03 RW 01, Tanjungpinang Kota.

Abii mengaku sudah hampir 4 bulan menjalani usaha kuliner keripik pisang yang disingkatnya menjadi Kisang, kemudian dipadukan dengan nama akrabnya, dan menjadi brand dari produknya. Abii Kisang ini awalnya hanya dikosumsi oleh masyarakat disekitar Kampung Bugis, khususnya saudara dan kerabat Abii sendiri. Sebelum menjalankan usaha kuliner keripik pisang, Abii mengaku pernah juga memproduksi dan menjual sate ayam krispi dan usaha kuliner lainnya. Abii yang merupakan lulusan dari SMK Negeri 2 Tanjungpinang tahun 2011 ini memang senang melakukan inovasi makanan menjadi sesuatu yang baru, hal ini sesuai dengan jurusan yang dipilihnya yakni jurusan tata boga.

Sebelum fokus pada usaha kuliner keripik pisang, saya juga pernah menjalankan usaha kuliner sate ayam krispi dan beberapa makanan lainnya. Namun menurut saya keripik pisang lebih menjanjikan, lebih sederhana, mudah dari segi produksi dan bahan bakunya, jelas Abii, Sabtu (18/11) siang di rumahnya jalan Abdul Rahman No. 18 RT 03 RW 01 Kampung Bugis.

Abii yang dikenal sumpel dan banyak teman berhasil mengenalkan keripik pisang hasil produksinya bersama keluarga menjadi jajanan yang gemar dinikmati oleh saudara dan teman-teman sekitar saat bersantai.

Awalnya saya coba tawarkan keripik pisang ini kepada teman-teman dekat saya dan masyarakat disekitar sini. Alhamdulillah cocok rasanya dilidah mereka, apa lagi keripik pisang saya ada varian rasanya, cerita Abii singkat.

Disela-sela kesibukkannya memproduksi keripik pisang, Abii juga bekerja di salon Blow & Go yang berada di ruko samping Mall Ramayana, Jalan Wiratno Tanjungpinang. Abii mengatakan biasanya dia dan keluarga mampu mengolah 10kg pisang yang kemudian diproduksi menjadi keripik pisang. Setelah pisang yang diolah menjadi keripik, keripik tersebut kemudian diberikan bumbu sebagai penikmat rasa sebelum dimasukkan ke dalam kemasannya.

Kemasan 10000 Keripik Pisang Abii

Kemasan 10000 Keripik Pisang Abii

Kami disini membagi tugas mulai dari mengupas pisang, cuci dan menipiskannya, terus di goreng, tiriskan, kemudian dibumbui, hingga tahap pengemasan serta pemasarannya. Kalau ada teman-teman di Pinang yang order, biasanya saya minta mereka datang ke salon tempat saya kerja atau saya antarkan sepulang kerja. Satu bungkus 100gram saya jual seharga Rp. 10000, dan Rp. 70000 untuk harga per kg-nya, terang Abii lagi.

Siapa sangka kini penjualan keripik pisang Abii sudah sampai ke Tanjung Balai Karimun dan Dabo Lingga. Abii berkeinginan produk keripik pisang miliknya bisa bersaing dengan jajanan kuliner lainnya dan menjadi ole-ole khas Tanjungpinang dari Kampung Bugis. Tak hanya itu dirinya juga ingin bersaing dipasar internasional.

Mimpi saya ingin bersaing dipasar lokal, seperti dikawasan wisata di Kepulauan Riau hingga ke negara tentagga seperti Malaysia dan Singapura. Keripik pisang saya bisa bertahan 2 minggu jika tidak menggunakan vakum, namun jika di vakum bisa bertahan selama 1 bulan lamanya, jelas Abii.

Omset Abii kini sudah mencapai Rp. 200.000 per harinya. Abii saat ini berusaha ingn terus mengembangkan usaha kuliner keripik pisang ini dengan melakukan berbagai strategi seperti melibatkan teman-temannya menjadi endorse untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat luas.

Kedepan saya akan mencoba berkerjasama dengan teman saya yang berbakat mengenalkan produk-produk yakni pemilik akun Instagram @Joyagh dan mendistribusikan ke pusat perbelanjaan ole-ole di Tanjungpinang seperti di pelabuhan, bandara dan tempat lainnya, ungkapnya semangat.

Pesan Abii kepada pemuda khususnya di Provinsi Kepulauan Riau yakni cobalah sesuatu yang baru dan jangan takut untuk mencoba serta memulai sebuah usaha. Menurutnya dalam berwirausaha jangan pernah membatasi potensi dan kemampuan diri sendiri.

RM. Seafood Ballond Alim Sediakan Sajian Kuliner Laut Segar dan Murah

Bintan, Isukepri.com – Rumah makan (RM) Seafood Ballond Alim yang terletak di bawah jembatan 6 lintas barat Kabupaten Bintan tepatnya di Desa Kuala Sempang Kecamatan Seri Kuala Lobam menyediakan sajian aneka makanan laut (seafood) dengan rasa yang nikmat dan harga tak membuat kantong anda tipis atau terbilang cukup merakyat.

Pencinta seafood segar, tempat ini  sangat cocok untuk menikmati makan bersama rekan sejawat atau keluarga. Menu yang ditawarkan juga sangat bervariasi. Terdapat rajungan rebus , asem pedes ikan kakap merah, cumi goreng tepung, kangkung belacan, dan gonggong rebus sebagai menu khas dan paling dominan diminati pengunjung.

Pengunjung sedang menikmati seafood di RM. Ballond Alim

Pengunjung sedang menikmati seafood di RM. Ballond Alim

Tempat yang tersedia sangat nyaman, diatas laut dan terbuka sehingga anda leluasa menikmati kuliner khas laut dengan suasana angin yang sepoi-sepoi. Terbayang bukan seperti  makan di tepi pantai. Hanya saja jalan menuju lokasi agak terpencil dikarenakan tidak berada di jalur utama.

Salah seorang karyawan RM. Ballond Alim, menuturkan pengunjung restoran yang datang lebih sering dari luar daerah, bahkan tak sedikit wisatawan asing kerap menghabiskan waktunya di tempat ini.

“Biasanya yang kesini orang dari Batam atau Tanjungpinang. Ramainya pas moment libur atau diakhir pekan. Turis-turis juga sering kemari,” ujar wanita yang enggan namanya disebutkan.

Bahkan, rumah makan telah beroperasi dua tahun terakhir ini memiliki pelanggan tetap yang kerap memesan tempat sebelum berkunjung.

Bagi anda yang penasaran, silahkan kunjungi RM. Seafood Alim, dijamin anda akan puas dengan kuliner laut yang tersedia.

\’Buah BeQu Coklat\’, Bisnis Mahasiswa UMRAH

Tanjungpinang, IsuKepri.Com – Melihat peluang bisnis kuliner yang terus meningkat, membuat dua orang mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) ini memberanikan diri untuk membuka sebuah usaha.

Sebagai seorang mahasiswa semester akhir, tentunya membuka usaha adalah cara yang tepat sebagai bekal ketika telah menyelesaikan bangku perkuliahan. Delvita Surya Dini dan Rizky Nuristia merupakan dua (2) mashsiswa Akuntansi yang memberanikan diri terjun di dunia usaha disamping kesibukan mengerjakan tugas akhir (Skripsi).

“‘Buah BeQu Coklat”‘ adalah nama usaha yang dirintis bermodalkan pinjaman dari teman-temannya ini telah berbejalan selama 2 minggu sejak berita ini di rilis, Senin (30/1).

“Sebagai seorang mahasiswa, tentunya kita harus mulai memikirkan langkah selanjutnya dalam hidup ini. Pada masa ini, kami berdua sedang dalam proses menyelesaikan kuliah di UMRAH, semoga ini dapat menjadi bekal ketika kami sudah menyelesaikan kuliah. Hitung-hitung sebagia wadah pembelajaran bisnis,” Ujar Dini.

Keunikan dari bisnis ini terletak di proses pembuatan “‘Buah BeQu Coklat”‘, dimana beraneka buah yang tersedia seperti pisang, nanas, pepeya, melon dan nangka yang telah di bekukan, langusng di celupkan kedalam coklat yang seketika langsung membungkus buah beku tersebut. Selain itu, untuk menarik pelanggan, salah satu trik yang diaplikasikan didalam usaha ini adalah penambahan “‘Topping”‘ berupa keju, coco crunch, kacang, oreo, seres, milo dan honey star.

“Ini merupakan salah satu trik kami untuk membuat “‘Buah BeQu Coklat”‘ lebih apik lagi ketika di Photo, memanjakan pelanggan gitu ceritanya,” tambah Dini sambil tertawa kecil

Lebih lanjut, Rizky yang merupakan salah satu owner mengaku bahwa usaha ini sengaja dilakukan sebagai batu loncatan sebelum menghadapi dunia kerja nantinya. Outlet yang tersedia untuk saat ini hanya teletak di Rimba Jaya yang buka sejak pukul 17.00 WIB hingga tengah malam.

“Inikan masih usaha kecil, jadi kami selaku pemilik juga merangkap sebagai penjual,” canda Rizky

Selain “‘Buah BeQu Coklat”‘ dapat dinikati di Rimba Jaya, Dini dan Rizky juga menerima pemesanan untuk acara Nikahan ataupun Ulang Tahun. Melalui media ini, Dini dan Rizky berharap “‘Buah BeQu Coklat”‘ yang dirintisnya mampu dikenal masyarakat Tanjungpinang sebagai salah satu kuliner jajanan baru yang tersedia. (red)