Category Archives: Profile

Profile

Tanjak Memuncak Mahkota Melayu

Tanjungpinang, Isukepri.com – Tanjak merupakan atribut atau aksesoris adat masyarakat Melayu yang dikenakan di bagian kepala sebagai mahkota. Tanjak merupakan ciri dan khas pakaian pria dari adat Melayu. Meskipun bentuknya beragam dan beraneka macam, namun seluruh lelaki kaum Melayu hampir memakai ini pada masa kerajaan dahulu. Dan sekarang tanjak digunakan dalam acara perhelatan dan adat seperti kenduri kawin, dan lain sebagainya.

Seiring dengan banyaknya pemuda yang mengenakan tanjak, Khusunya di Kota Tanjungpinang banyak pelaku usaha yang bergerak di produksi tanjak. Salah satu pelaku usaha tersebut adalah Yuslina (42 tahun), Ibu dari tiga anak asal Tembilahan yang saat ini menetap di Kampung Bugis, Tanjungpinang Kota. Yuslina juga merupakan ibu dari Rozi Syaputra salah satu kontestan LIGA DANGDUT tahun 2018 yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau.

Ibu Yuslina mengaku memulai usaha produksi tanjaknya sejak akhir tahun 2015. Dimana ketika itu dirinya mengaku melihat anaknya Rozi atau lebih akrab disapa Oji membeli sebuah tanjak dan meminta dirinya untuk membuat tanjak juga untuk dijual karena penggunaan tanjak sedang viral saat itu.

Oji bilang ke saya, mamak pasti bisa buat tanjak seperti ini. Awalnya saya tak yakin, tapi Oji terus meyakinkan saya, sampai ada keinginan saya untuk mencoba membuatnya. Saya lihat bentuk dan model tanjak yang Oji beli, kemudian saya lihat tutorial pembuatan tanjak di YouTube, dan ternyata saya bisa membuatnya meskipun dengan metode otodidak, terang wanita kelahiran 21 April 1976 ini.

Tak perlu waktu lama untuk membuat tanjak, dalam hitungan 1 sampai 2 jam Yuslina mengaku mampu menyelesaikan sebuah tanjak asal segala bahan dan peralatannya tersedia. Bujang Tanjak merupakan brand usaha miliki keluarga Yuslina, usaha ini dijalankan bersama-sama keluarga dan sanak saudara sebagai tim pemasarannya.

Berjalan kurang lebih 1 bulan sejak kami memulai usaha ini, Alhamdulillah kami dapat pesanan tanjak dari salah satu instansi pemerintahan sebanyak 30 buah tanjak. Dengar ada pesanan, Oji jadi semangat karena waktu itu android milik Oji memang sedang rusak, dia bilang lumayan buat nambah beli android baru, cerita Yuslina yang beralamatkan di Jalan Abdul Rahim, No, 32 K, RT 02 RW 01 Kampung Bugis.

Dalam proses pembuatan tanjak, Yulina tidak melakukannya sendiri melainkan selalu dibantu oleh ketiga anaknya terutama Oji. Saat ini mereka menjalankan usaha tanjaknya di sebuah ruko tepatnya di Jalan D.I Panjaitan Km. 6 depan Hotel Halim. Disana mereka tak hanya menjual berbagai tanjak, mereka juga membuka sebuah kedai kopi yang diberi nama Kedai Kopi Oji.

Anak muda yang berkarya, saya sebagai ibu hanya mendukung dan mendorong Oji untuk berusaha. Biasanya saya hanya menyiapkan beberapa kain untuk dibentuk tanjak, setelah itu Oji yang menyetrika dan melipatnya. Adapun kain yang kami gunakan untuk membuat tanjak yakni kain Driil dan kain songket khas dari Palembang, Malaysia, dan Thailand, kata Yuslina lagi.

Jenis tanjak yang tersedia disini ada 2 model yakni; Tanjak Laksmana dan Tanjak Dendam Tak Sudah. Harga satu buah tanjak beragam, tergantung model dan bahan kain yang digunakan untuk membuatnya.

Harganya bervariasi mulai dari Rp. 100.000 hingga Rp. 180.000. Alhamdulillah dalam sebulan usaha kami bisa mencapai omset sebesar Rp. 3.000.000 hingga Rp. 3.500.000, terang Yuslina sembari menggunting kain songket.

Yuslina berharap langkahnya bersama keluarga untuk berpindah tempat usaha di kawasan perkotaan ini bisa memajukan usahanya dan meningkatkan pendapatannya ketimbang bertempat usaha di Kampung Bugis yang jauh dari keramaian.

Selain itu, Oji juga melakukan pemasaran melalui online di Shoppe dan aplikasi belanja online lainnya. Kami juga punya akun ig @bujang_be_tanjak dan @rozi_syaputra. Jadi calon pembeli juga bisa langsung lihat-lihat gambar disana, ajak Yuslina seraya tersenyum.

Dirinya juga berpesan kepada pelaku usaha lainnya untuk terus bersabar dalam menjalankan usahanya. Harus sabar, terus istiqomah dan berdoa, tutup Yuslina.

Perjalanan Usaha Kuliner Otak-otak Ibu Yana Sei Enam Kijang

Bintan, Isukepri.com – Otak-otak merupakan makanan khas warga Melayu pesisir yang berasal dari olahan ikan dan perpaduan berbagai rempah penyedap. Pada umumnya masyarakat Kepulauan Riau tahu betul kuliner yang satu ini, makanan ringan yang kaya gizi karena bersumber dari daging ikan Tenggiri atau sejenisnya. Biasanya otak-otak dibungkus dengan daun kelapa yang kemudian dibakar menggunakan panas arang lantas kita bisa langusung menikmatinya. Produk makanan otak-otak ini sangat populer dikalangan masyarakat sekaligus menjadi salah satu ciri khas makanan di Kepulauan Riau.

Bicara otak-otak, mengingatkan pada sebuah kampung di Kijang-Bintan Timur yang ramai menjajakan otak-otak ikan, yakni kampung Sei Enam Laut. Warga disana menjajakan otak-otak yang dikenal enak rasanya dan punya sensasi rasa pedas. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Siti Zulaiha, mahasiswa Sosiologi di Stisipol Raja Haji Tanjungpinang yang kerap menikmati otak-otak.

Berbeda dengan otak-otak ditempat lain, otak otak di Sei Enam menurut saya enak dan sedikit pedas. Jadi selain rasa ikan, otak-otak itu juga rasa pedas, enak deh pokoknya, jelas Siti menggambarkan.

Memulai Usaha Sejak Tahun 2002

Otak-otak Ibu Yana merupakan salah satu dari sekian warga Sei Enam yang kesehariannya memproduksi dan menjajakan otak-otak. Ibu Yana dan warga Sei Enam menjajakan otak-otaknya didepan rumahnya sendiri. Kegiatan memproduksi dan menjual otak-otak ini sudah Ibu Yana tekuni sejak tahun 2002 silam.

Ceritanya dulu orang tua (bapak) saya punya kerambah ikan dilaut. Jadi beliau meminta kami anak beranak berkreasi dengan ikan hasil budidayanya. Terpikirlah sama kami untuk buat otak-otak ini, bersyukur waktu itu respon dari orang sekitar baik dan Alhamdulillah usaha ini terus berkembang sampai hari ini, cerita Ibu Yana ketika ditemui di Kantor Balai Pelestarian Budaya Kepulauan Riau, Jalan Pramuka – Tanjungpinang.

Dulu awal saat merintis usaha otak-otak ini, lanjut Ibu 3 anak ini, dirinya mengaku benar-benar berjuang, sabar dan coba terus konsisten. Namun seiring berjalannya waktu otak-otak olahan Ibu Yana pun kini sudah menjadi otak-otak favorit di Sei Enam Kijang, Hal ini telihat dari ramainya penggunjung yang menikmati otak-otak Ibu Yana, apa lagi disaat moment liburan tiba.

Waktu itu (tahun 2002), selain kami buka warung didepan rumah, ada juga karyawan kami yang keliling ngedar dari rumah ke rumah sampai ke pelabuhan. Sekarang Alhamdulillah usaha ini maju berkembang sampai hari ini, terang wanita kelahiran Sei Enam 1 Mei 1978.

Otak-otak selesai di bakar dan siap dijual

Otak-otak selesai di bakar dan siap dijual

Komposisi dari otak-otak Ibu Yana terdiri dari ikan Tenggiri dan ikan Delah, cabe rawit, bawang putih, bawang merah, serai, kuncit, jahe, santan, gula, dan garam. Kini dalam sehari Ibu Yana mampu memproduksi 30 Kg daging ikan dihari-hari biasa, sementara dihari-hari libur biasanya Ibu Yana memproduksi 60 hingga 70
Kg daging ikan.

Biasanya saya dibantu dengan 3 orang karyawan atau 6 orang karyawan di hari libur. Alhamdulillah selalunya otak-otak saya habis terjual semuanya, kalau hari libur biasanya ramai, cerita syukur Ibu Yana.

Selain otak-otak yang terbuat dari daging ikan, kedai otak-otak Ibu Yana juga ada otak-otak yang terbuat dari tulang ikan atau yang sering disebut otak-otak tulang. Tulang-tulang ikan yang dulunya kami buang, kini kami manfaatkan jadi otak-otak tulang yang rupanya cocok dilidah mereka yang memang penikmat ikan jelas Ibu Yana lagi.

Otak-otak Ibu Yana bisa anda nikmati langsung di Sei Enam Laut tepat di samping lapangan bola. Rasa dan nikamtilah otak-otak ikan dengan sensasi rasa pedas yang sulit untuk dilupakan dan bikin mau lagi dan lagi.

Kini Ibu Yana mengaku sudah membuka kedai cabang yang tempatnya tak jauh dari tempat kedai asalnya. Keinginan untuk mengembangkan usaha otak-otak ini, dirinya berani membangun sebuah ruko yang dijadikan kedai cabang baru menjual otak-otak. Penghasilan rata-rata Ibu Yana dari menjual otak-otak perharinya mencapai angka Rp 3 juta.

Ibu Yana berharap usaha kuliner otak-otak dirinya bisa terus ada untuk masyarakat Tanjungpinang dan Bintan khususnya. Mempertahankan cita rasa otak-otak, pelayanan serta kepuasan pengunjung.

Semoga usaha Ibu yang sudah Ibu rintis 16 tahun ini terus maju dan melayani mereka yang sudah menjadi pelanggan kita maupun pengunjung, harap Ibu Yana.

Jaya PKL Bintan, Koperasi Para Pedagang di Pasar Bintan Timur

Bintan, Isukepri.com – Koperasi Jaya PKL Bintan merupakan koperasi yang mengelola dan mengayomi para pedagang kaki lima serta pasar di Kijang, Kecamatan Bintan Timur. Koperasi ini didirikan oleh Usman dan beberapa pengurus lainnya pada tahun 2011 silam dengan kategori simpan pinjam, pengelolaan zakat, dan pengelolaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Pasar khususnya Pasar Baru Barek Motor, Kijang-Bintan. Keberadaan kantor Koperasi PKL Bintan ini berada di pasar baru Barek Motor RT 002 RW 08

“Awal berdirinya koperasi ini, aset kami sekitar 68 juta dan setelah berjalan alhamdulillah omset yang kami dapatkan ditahun pertama sebesar 3 juta rupiah, karena anggota koperasi masih sedikit,” jelas Usman, pria kelahiran Belitung, 15 Desember 1965 tersebut.

Saat ini, kata Usman, jumlah pedagang yang menjadi anggota dari koperasi Jaya PKL Bintan sebanyak 79 orang yang terdiri dari pedaganang kaki lima, pedagang sayuran, pedagang ikan, dan pedagang lainnya yang beroperasi di Pasar Barek Motor dan Pasar Inpres.

Sejak berdiri, koperasi Jaya PKL Bintan sudah banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah maupun dari kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Tentunya hal ini sangat membantu dalam mengembangkan dan meningkatkan omset koperasi.

“Tahun 2012 kami mendapatkan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI dalam bentuk pembangunan 24 kios ukuran 3mx4m yang kini kami sewakan. Kemudian di tahun 2014 pemerintah daerah Kabupaten Bintan juga memberikan bantuan berbentuk kanopi dengan ukuran 10mx20m,” terang Usman lagi.

Kemudian di tahun 2016, lanjut Usman selaku ketua Koperasi, dirinya mencoba mengembangkan koperasi ini dengan menjalin kerjasama dengan BUMD melalui PT. Bintan Inti Sukses (PT.BIS) dalam pengelolaan Pasar Barek Motor dan Pasar Inpres Kijang. Pengelolaan Pasar ini diberikan kepada Koperasi Jaya PKL Bintan dengan syarat dan perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak tadi.

“Jadi Pasar Barek Motor dan Pasar Inpres yang semula dikelola oleh BUMD melalui PT. BIS, pada tahun 2016 kami ambil alih dengan perjanjian yang kami sepakati bersama. Adapun jumlah keseluruhan lapak dan kios di kedua pasar tersebut adalah 322 buah,” jelas Usman di Kantor Koperasi Jaya PKL Bintan.

Kerusakan dan keluhan yang dirasakan oleh anggota koperasi dan pedagang merupakan tanggung jawab dari pihak koperasi Jaya PKL Bintan. Pedagang dan anggota koperasi yang menggunakan fasilitas pasar pun berkewajiban membayar uang sewa sebesar 200ribu per bulannya, harga sewa ini sudah termasuk dengan penggunaan listrik dan air.

“Mereka (anggota koperasi dan pedagang) hanya kami kenakan tarif sewa sebesar 200ribu sudah termasuk dengan penggunaan air dan listriknya. Tak itu saja, semua kerusakan dan keluhan dari mereka semua menjadi tanggungjawab kami sebagai pengelola, mereka cukup lapor dan sampaikan ke kami, kami akan segera menindaklanjuti apa yang mereka sampaikan,” kata Usman tegas.

Usman menerangkan bahwa pedagang yang berkeinginan menjadi anggota koperasi diharuskan membayar simpanan pokok sebesar 200ribu dan simpanan wajibnya sebesar 20ribu per bulannya. Kemudian diakhir tahun anggota koperasi berhak menerima Sisa Hasil Usaha (SHU) dari keuntungan bersih koperasi sebesar 40%.

Menurut Usman kedepan dirinya dan jajarannya di Koperasi Jaya PKL Bintan akan terus melakukan pengembangan koperasi seperti usaha pendistribusian barang ke pulau-pulau terdekat serta menambah unit usaha untuk para petani dan nelayan khususnya di Kecamatan bintan Timur. Dalam pengelolaan koperasi, Usman mengaku sudah memperkerjakan sebanyak 6 orang karyawan yang memiliki tugas masing-masing.

“Harapan kami sebagai pengelola, kami ingin mempertahankan serta meningkatkan pelayanan kepada anggota koperasi. Kemudian kami juga berharap kepada pemerintah daerah sudi melakukan kegiatan atau even dengan mengunakan tempat dan fasilitas yang kami miliki, dengan harapan bisa mendongkrak kemajuan koperasi dan kesejahteraan anggota dan pedagang kami,” tutupnya. (*)

Es Buah Bang Boy, Solusi Segar Pereda Panas

Tanjungpinang, Isukepri.com – Es buah merupakan minuman dingin dari perpaduan aneka ragam buah-buahan. Es buah dipercaya bisa sedikit meredakan rasa panas dan dahaga, serta memberikan berbagai hasiat bagi tubuh yang berasal dari kandungan didalam buah. Buah memiliki banyak khasiat untuk manusia karena didalamnya terkandung vitamin, gizi, serat, dan lainnya yang baik untuk dikonsumsi.

Bicara mengenai es buah sebenarnya bukanlah jajanan kuliner baru, namun es buah memang menjadi salah satu minuman pilihan untuk meredakan rasa dahaga dan menyegarkan tubuh, apa lagi jika cuacanya panas. Kuliner es buah memang cocok dijual dan dinikmati saat cuaca sedang panas, namun tidak menutup kemungkinan ada yang merasa panas pada saat cuaca sedang dingin (musim hujan).

Es buah Bang Boy merupakan salah satu usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak dibidang kuliner, menyediakan minuman dingin berupa es buah. Keberadaannya di Kota Tanjungpinang, jalan RH. Fisabilillah batu 5 atas, samping SMK Pembangunan tepat di pertigaan jalan damai. Keistimewaan es buah Bang Boy ini terletak pada komposisi aneka ragam buah, krimmer, air gula, dan tambahan lainnya. Adapun buah yang digunakan didalam es buah Bang Boy terdiri dari buah; Semangka, Pepaya, Melon, Alpukat, dan Naga. Kemudian campuran buah tersebut dibubuhi krimmer, air gula, agar-agar, natadecoco, dan sedikit air kelapa muda berserta degannya (isi kelapa muda).

Bang Boy atau Masirwan, pemilik kuliner es buah tersebut merupakan pemuda asal Tanjungbatu Kundur yang berdomisili di Tanjungpinang sejak 2011 silam. Pemuda kelahiran 1993 ini memulai usaha kuliner es buahnya pada 21 Agustus 2018 lalu bersama patnernya, Siti Zulaiha. Nama Bang Boy diambil dari sapaan akrab Masirwan dilingkungan teman-teman Komunitas Vespa Tanjungpinang.

Usaha ini merupakan usaha bersama. Awalnya saya bingung mau usaha apa, setelah bermusyawarah panjang bersama patner bisnis saya, kami putuskan memilih es buah sebagai menu dalam bisnis kami. Alasannya adalah disekitar tempat kami berusaha terdapat pasar buah, sehingga kami berpikir untuk membuat minuman yang berasal dari buah dan belum ada menu minuman itu disekitar tempat kami berusaha. Hemat saya paling tidak warga sekitar tempat kami berusaha bisa menikmati kesegaran es buah kami jelas Boy, Rabu siang (15/11) di batu 5 atas.

Sebagai orang yang baru menggeluti dunia bisnis kuliner. Boy menuturkan dirinya masih terus mencoba konsiten dalam menjalankan usaha kulinernya, baik itu dari cita rasa, jadwal buka dan tutup usaha, serta jasa pelayanan yang diberikan pada pengunjung. Es buah bang Boy buka setiap hari kecuali hari Jumat, dari pukul 09.30 sampai dengan 17.00 WIB.

Asiknya berwirausaha menurut saya sangat membantu keuangan pemuda seumuran saya dengan tidak merugikan pihak mana pun. Dengan berusaha kita bisa mengekspresikan diri dengan produk usaha kita, semangat Boy.

Satu Porsi Es Buah Bang Boy bisa anda dapatkan dengan uang Rp. 8000

Satu Porsi Es Buah Bang Boy bisa anda dapatkan dengan uang Rp. 8000

Es buah Bang Boy dijual dengan harga Rp. 8000. Saat ini es buah Bang Boy menjadi menu pilihan beberapa pelajar SMK Pembagunan karena tempatnya bersebelahan. Selain pelajar SMK Pembangunan, warga setempat dan warga Tanjungpinang pada umumnya sesekali juga membeli es buah Bang Boy.

Pertama coba untuk konsiten, kemudian lakukan evaluasi untuk mengekspresikan kreatifitas dan inovasi. Kedua harus bisa memanfaatkan segala yang ada seperti memanfaatkan media sosial untuk menjual produk dengan cara online, jelas Boy lagi dalam memberikan semangat kepada pemuda agar termotivasi untuk memulai usahanya.

Kini es buah Bang Boy terus melakukan inovasi untuk kemajuannya, baik itu dari cita rasa dan pelayanan yang diberikan kepada pembeli. Boy menuturkan bahwa es buah miliknya ini mempunyai slogan bisnis yakni CAKAP KALAU TAK SEDAP. Go-Jek dan Gimi yang merupakan perusahaan layanan jasa melalui online kini juga sudah menjadi patner bisnis Es Buah Bang Boy.

Alhamdulillah, jujur saya sangat terbantu dengan terjalinnya kerjasama antara es buah bang Boy bersama GO-JEK dan GiMi. Dimana kerjasama ini memberikan kemudahan pada pembeli dalam melakukan pemesanan es buah bang Boy, tutup Boy senang.

Boy berharap usaha kuliner es buah yang dia jalankan saat ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Tanjungpinang dalam memberikan produk kuliner terbaik, sehat, segar, dan menyegarkan.

Kesimpulannya, dalam menggeluti suatu usaha apapun itu, kita harus bersikap konsisten dalam mengaplikasikan apa yang sudah atau pernah direncanakan. Kemudian seraya melakukan evaluasi dan memperbaikinya dengan kreatifitas dan inovasi sendiri. Banyak buku dan artikel yang membahas mengenai dunia bisnis yang dapat menjadi panduan dan motivasi bagi generasi muda untuk menjadi pelaku usaha atau enterpreuner. Karena pada dasarnya usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan, bukan usaha yang hanya direncanakan atau sebatas dipikirkan saja, namun harus bisa terealisasi.

ABII KISANG, OLEH-OLEH KERIPIK PISANG KHAS KAMPUNG BUGIS

TANJUNGPINANG – Zainal Abidin Syah atau akrab disapa Abii, dia adalah pemuda kelahiran Kampung Bugis, 02 Desember 1992. Putra bungsu dari pasangan Bapak Saarin dan Ibu Eliya Rosa ini kini menjalankan usaha kuliner keripik pisang dengan varian rasa seperti; Grentea, Cokelat, Keju Asin, dan Balado Pedas. Keripik pisang diproduksi Abii bersama keluraganya di Kampung Bugis tepatnya di Jalan Abdul Rahman No. 18 RT 03 RW 01, Tanjungpinang Kota.

Abii mengaku sudah hampir 4 bulan menjalani usaha kuliner keripik pisang yang disingkatnya menjadi Kisang, kemudian dipadukan dengan nama akrabnya, dan menjadi brand dari produknya. Abii Kisang ini awalnya hanya dikosumsi oleh masyarakat disekitar Kampung Bugis, khususnya saudara dan kerabat Abii sendiri. Sebelum menjalankan usaha kuliner keripik pisang, Abii mengaku pernah juga memproduksi dan menjual sate ayam krispi dan usaha kuliner lainnya. Abii yang merupakan lulusan dari SMK Negeri 2 Tanjungpinang tahun 2011 ini memang senang melakukan inovasi makanan menjadi sesuatu yang baru, hal ini sesuai dengan jurusan yang dipilihnya yakni jurusan tata boga.

Sebelum fokus pada usaha kuliner keripik pisang, saya juga pernah menjalankan usaha kuliner sate ayam krispi dan beberapa makanan lainnya. Namun menurut saya keripik pisang lebih menjanjikan, lebih sederhana, mudah dari segi produksi dan bahan bakunya, jelas Abii, Sabtu (18/11) siang di rumahnya jalan Abdul Rahman No. 18 RT 03 RW 01 Kampung Bugis.

Abii yang dikenal sumpel dan banyak teman berhasil mengenalkan keripik pisang hasil produksinya bersama keluarga menjadi jajanan yang gemar dinikmati oleh saudara dan teman-teman sekitar saat bersantai.

Awalnya saya coba tawarkan keripik pisang ini kepada teman-teman dekat saya dan masyarakat disekitar sini. Alhamdulillah cocok rasanya dilidah mereka, apa lagi keripik pisang saya ada varian rasanya, cerita Abii singkat.

Disela-sela kesibukkannya memproduksi keripik pisang, Abii juga bekerja di salon Blow & Go yang berada di ruko samping Mall Ramayana, Jalan Wiratno Tanjungpinang. Abii mengatakan biasanya dia dan keluarga mampu mengolah 10kg pisang yang kemudian diproduksi menjadi keripik pisang. Setelah pisang yang diolah menjadi keripik, keripik tersebut kemudian diberikan bumbu sebagai penikmat rasa sebelum dimasukkan ke dalam kemasannya.

Kemasan 10000 Keripik Pisang Abii

Kemasan 10000 Keripik Pisang Abii

Kami disini membagi tugas mulai dari mengupas pisang, cuci dan menipiskannya, terus di goreng, tiriskan, kemudian dibumbui, hingga tahap pengemasan serta pemasarannya. Kalau ada teman-teman di Pinang yang order, biasanya saya minta mereka datang ke salon tempat saya kerja atau saya antarkan sepulang kerja. Satu bungkus 100gram saya jual seharga Rp. 10000, dan Rp. 70000 untuk harga per kg-nya, terang Abii lagi.

Siapa sangka kini penjualan keripik pisang Abii sudah sampai ke Tanjung Balai Karimun dan Dabo Lingga. Abii berkeinginan produk keripik pisang miliknya bisa bersaing dengan jajanan kuliner lainnya dan menjadi ole-ole khas Tanjungpinang dari Kampung Bugis. Tak hanya itu dirinya juga ingin bersaing dipasar internasional.

Mimpi saya ingin bersaing dipasar lokal, seperti dikawasan wisata di Kepulauan Riau hingga ke negara tentagga seperti Malaysia dan Singapura. Keripik pisang saya bisa bertahan 2 minggu jika tidak menggunakan vakum, namun jika di vakum bisa bertahan selama 1 bulan lamanya, jelas Abii.

Omset Abii kini sudah mencapai Rp. 200.000 per harinya. Abii saat ini berusaha ingn terus mengembangkan usaha kuliner keripik pisang ini dengan melakukan berbagai strategi seperti melibatkan teman-temannya menjadi endorse untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat luas.

Kedepan saya akan mencoba berkerjasama dengan teman saya yang berbakat mengenalkan produk-produk yakni pemilik akun Instagram @Joyagh dan mendistribusikan ke pusat perbelanjaan ole-ole di Tanjungpinang seperti di pelabuhan, bandara dan tempat lainnya, ungkapnya semangat.

Pesan Abii kepada pemuda khususnya di Provinsi Kepulauan Riau yakni cobalah sesuatu yang baru dan jangan takut untuk mencoba serta memulai sebuah usaha. Menurutnya dalam berwirausaha jangan pernah membatasi potensi dan kemampuan diri sendiri.

Koperasi Bina Sejahtera Bintan Optimis Bantu Pembangunan Daerah

Bintan, Isukepri.com – Koperasi Bina Sejahtera Bintan merupakan koperasi yang bergerak pada jasa pelayanan transportasi yang beranggotakan supir-supir truk. Koperasi ini berdiri pada Juni 2018 lalu. Meskipun terbilang koperasi baru, namun koperasi ini sudah menjalin kersama dengan salah satu perusahaan besar di Kabupaten Bintan dalam pelayanan jasa truk bongkar muat.

MP Sinurat pria asli Kawal yang merupakan ketua dari Koperasi Bina Sejahtera Bintan saat dimintai keterangan mengatakan bahwa modal awal pendirian koperasi yang dipimpinnya ini berjumlah 15 juta dan saat ini sudah mendapatkan omset kurang lebih 9 juta perbulannya.

“Mayoritas anggota koperasi ini adalah supir truk. Kini ada 37 supir beserta truknya yang telah bergabung dengan koperasi ini untuk suatu tujuan yang sama,” jelas Sinurat singkat.

Koperasi Bina Sejahtera Bintan yang beralamatkan di jalan Swadaya Kawal Km. 23 Kecamatan Gunung Kijang ini juga memiliki 3 buah alat berat yang terdiri dari 2 buah loder dan 1 buah kobe yang biasanya juga disewa oleh perusahaan-perusahaan yang berkerjasama dengannya.

“Saat ini kami sedang berkerjasama dengan PT. BAI Bintan, dimana 1 harinya maksimal melakukan bongkar muat tanah dan pasir sebanyak 100 trip. Nantinya sopir truk akan menukarkan kupon yang didapatnya kepada kami, kemudian kami bayarkan setelah pekerjaannya selesai,” jelas dia lagi.

Sehari supir dibekali ongkos oleh koperasi sebasar 375ribu untuk bahan bakar, uang makan dan oprasional lainnya. Perhitungan selanjutnya yang diterima sopir beragam tergantung jarak tempuh, berat muatan, dan jumlah trip.

“Biasanya satu hari sopir bisa narik sebanyak 2-3 trip, setiap tripnya kami bayar 55ribu, dari angka tersebut ada 5ribu yang wajib disetorkan sopir kepada koperasi untuk pendapatan jasa anggota. Diakhir tahun keuntungan koperasi sebasar 40% akan dibagikan kepada seluruh sopir yang sudah menjadi anggota,” terangnya.

Sinurat selaku ketua koperasi berkeinginan mengembangkan koperasi ini dengan membentuk sebuah bengkel truk untuk mengakomodir semua perlengkapan dan suku cadang yang dibutuhkan oleh sopir truk.

“Niat saya ingin bangun sebuah bengkel bersama, jadi jika anggota kami mengalami masalah dengan truknya, bisa diselesaikan bersama-sama. Setidaknya ada ban truk dan suku cadang saja dulu,” jelas dia.

Usman mengatakan dengan adanya koperasi ini sedikit membantu perekonomian para sopir truk, karena sopir truk tidak perlu menunggu atau mencari job angkutan. Tak hanya itu, Usman kini juga sedang intens bernegosiasi dengan beberapa perusahaan di Bintan untuk penawaran kerjasama dalam jasa angkutan.

“Kita sedang melobby beberapa perusahaan di Bintan untuk kerjasama, salah satunya adalah PT. Tirta Madu,” ceritanya singat.

Usman optimis koperasi yang digawangi oleh dirinya ini mampu membantu proses pembangungan khususnya di Kabupaten Bintan. Dirinya juga berharap ada dukungan dari pemerintah daerah untuk membantu mengembangkan unit koperasi dan anggotanya.