Perjalanan Usaha Kuliner Otak-otak Ibu Yana Sei Enam Kijang

Bintan, Isukepri.com – Otak-otak merupakan makanan khas warga Melayu pesisir yang berasal dari olahan ikan dan perpaduan berbagai rempah penyedap. Pada umumnya masyarakat Kepulauan Riau tahu betul kuliner yang satu ini, makanan ringan yang kaya gizi karena bersumber dari daging ikan Tenggiri atau sejenisnya. Biasanya otak-otak dibungkus dengan daun kelapa yang kemudian dibakar menggunakan panas arang lantas kita bisa langusung menikmatinya. Produk makanan otak-otak ini sangat populer dikalangan masyarakat sekaligus menjadi salah satu ciri khas makanan di Kepulauan Riau.

Bicara otak-otak, mengingatkan pada sebuah kampung di Kijang-Bintan Timur yang ramai menjajakan otak-otak ikan, yakni kampung Sei Enam Laut. Warga disana menjajakan otak-otak yang dikenal enak rasanya dan punya sensasi rasa pedas. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Siti Zulaiha, mahasiswa Sosiologi di Stisipol Raja Haji Tanjungpinang yang kerap menikmati otak-otak.

Berbeda dengan otak-otak ditempat lain, otak otak di Sei Enam menurut saya enak dan sedikit pedas. Jadi selain rasa ikan, otak-otak itu juga rasa pedas, enak deh pokoknya, jelas Siti menggambarkan.

Memulai Usaha Sejak Tahun 2002

Otak-otak Ibu Yana merupakan salah satu dari sekian warga Sei Enam yang kesehariannya memproduksi dan menjajakan otak-otak. Ibu Yana dan warga Sei Enam menjajakan otak-otaknya didepan rumahnya sendiri. Kegiatan memproduksi dan menjual otak-otak ini sudah Ibu Yana tekuni sejak tahun 2002 silam.

Ceritanya dulu orang tua (bapak) saya punya kerambah ikan dilaut. Jadi beliau meminta kami anak beranak berkreasi dengan ikan hasil budidayanya. Terpikirlah sama kami untuk buat otak-otak ini, bersyukur waktu itu respon dari orang sekitar baik dan Alhamdulillah usaha ini terus berkembang sampai hari ini, cerita Ibu Yana ketika ditemui di Kantor Balai Pelestarian Budaya Kepulauan Riau, Jalan Pramuka – Tanjungpinang.

Dulu awal saat merintis usaha otak-otak ini, lanjut Ibu 3 anak ini, dirinya mengaku benar-benar berjuang, sabar dan coba terus konsisten. Namun seiring berjalannya waktu otak-otak olahan Ibu Yana pun kini sudah menjadi otak-otak favorit di Sei Enam Kijang, Hal ini telihat dari ramainya penggunjung yang menikmati otak-otak Ibu Yana, apa lagi disaat moment liburan tiba.

Waktu itu (tahun 2002), selain kami buka warung didepan rumah, ada juga karyawan kami yang keliling ngedar dari rumah ke rumah sampai ke pelabuhan. Sekarang Alhamdulillah usaha ini maju berkembang sampai hari ini, terang wanita kelahiran Sei Enam 1 Mei 1978.

Otak-otak selesai di bakar dan siap dijual

Otak-otak selesai di bakar dan siap dijual

Komposisi dari otak-otak Ibu Yana terdiri dari ikan Tenggiri dan ikan Delah, cabe rawit, bawang putih, bawang merah, serai, kuncit, jahe, santan, gula, dan garam. Kini dalam sehari Ibu Yana mampu memproduksi 30 Kg daging ikan dihari-hari biasa, sementara dihari-hari libur biasanya Ibu Yana memproduksi 60 hingga 70
Kg daging ikan.

Biasanya saya dibantu dengan 3 orang karyawan atau 6 orang karyawan di hari libur. Alhamdulillah selalunya otak-otak saya habis terjual semuanya, kalau hari libur biasanya ramai, cerita syukur Ibu Yana.

Selain otak-otak yang terbuat dari daging ikan, kedai otak-otak Ibu Yana juga ada otak-otak yang terbuat dari tulang ikan atau yang sering disebut otak-otak tulang. Tulang-tulang ikan yang dulunya kami buang, kini kami manfaatkan jadi otak-otak tulang yang rupanya cocok dilidah mereka yang memang penikmat ikan jelas Ibu Yana lagi.

Otak-otak Ibu Yana bisa anda nikmati langsung di Sei Enam Laut tepat di samping lapangan bola. Rasa dan nikamtilah otak-otak ikan dengan sensasi rasa pedas yang sulit untuk dilupakan dan bikin mau lagi dan lagi.

Kini Ibu Yana mengaku sudah membuka kedai cabang yang tempatnya tak jauh dari tempat kedai asalnya. Keinginan untuk mengembangkan usaha otak-otak ini, dirinya berani membangun sebuah ruko yang dijadikan kedai cabang baru menjual otak-otak. Penghasilan rata-rata Ibu Yana dari menjual otak-otak perharinya mencapai angka Rp 3 juta.

Ibu Yana berharap usaha kuliner otak-otak dirinya bisa terus ada untuk masyarakat Tanjungpinang dan Bintan khususnya. Mempertahankan cita rasa otak-otak, pelayanan serta kepuasan pengunjung.

Semoga usaha Ibu yang sudah Ibu rintis 16 tahun ini terus maju dan melayani mereka yang sudah menjadi pelanggan kita maupun pengunjung, harap Ibu Yana.