Category Archives: Tanjungpinang

Tanjungpinang

KMP Gelar Dialog Kebangsaan, Satukan Pemuda Pasca Pemilu

Dialog Kebangsaan Pasca Putusan MK “Persatuan Indonesia” digelar oleh Komunitas Merah Putih (KMP) Provinsi Kepri berlangsung seru, di Aula Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, sekitar pukul 09.00 Wib.

Dalam dialog yang dilaksanakan pada Sabtu (13/7) itu dihadiri oleh Komisi Pemilahan Umum (KPU) Kepri, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Kepri, Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Akademisi dan Tokoh Pemuda.

Ketua Panitia Dialog Kebangsaan, Anan Prasetia menuturkan bahwa dilaksanakannya kegiatan tersebut bertujuan untuk mempersatukan para pemuda, khususnya daerah Kepri, sehingga tidak menjadi terpecah-belah akibat berita pasca Pemilu yang lalu.

“Kami sebenarnya telah mengadakan acara ini secara bertahap, disaat sebelum Pemilu, saat Pemilu, dan yang sekarang pasca Pemilu, kegian ini diadakan dengan tujuan menyatukan pemuda-pemuda terkhusus di wilayah Kepri agar tidak terpecah-belah akibat berita yang beredar pasca Pemilu kemarin,” ujar Anan.

“Kami harap dengan adanya kegiatan ini, kami bisa merangkul semua perbedaan dan berharap agar semua msayarakat khususnya pemuda Kepri untuk bisa menerima keputusan yang telah ditentukan pasca Pemilu yang lalu,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU Provinsi Kepri, Priyo Handoko, S.AP.,MM memberikan apresiasinya dalam kegiatan Dialog Kebangsaan tersebut.

“Kami dari KPU tentu mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Komunitas Merah Putih, karena sudah menggelar diskusi  Pasca Putusan MK ini, Dialog ini menjadi penting, karena pasca putusan MK sangatlah heboh dimasyarakat, sehingga menimbulkan ketidakpuasan di sebagian masyarakat Indonesia,” tutur Priyo.

“Saya harap para pemuda-pemuda Kepri bisa filter setiap membaca atau menerima berita, karena pada saat ini banyak berita hoax yang beredar di Media Sosial (medsos)”. tutup Priyo.

Sumber : GerbangKepri.com

Pengamat : Kepri Butuh Pemimpin Sekaliber Ansar Ahmad

Provinsi Kepulauan Riau membutuhkan pemimpin sekaliber Ansar Ahmad, yang dianggap sukses memimpin Kabupaten Bintan selama dua periode, kata pengamat politik, Endri Sanopaka.

“Pemikiran dan kerja kerasnya membuat Bintan maju dalam berbagai sektor, terutama di dalam peningkatan infrastruktur dasar, budaya, pendidikan, pariwisata dan sosial, dan perekonomian. Ini masih dirasakan masyarakat,” ujarnya di Tanjungpinang, Jumat.

Endri yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Raja Haji Tanjungpinang mengatakan gaung keberhasilan Ansar dalam memimpin Bintan didengar oleh sebagian masyarakat Kepri. Hal itu dapat dibuktikan dengan hasil Pemilu Legislatif 2019.

Ansar Ahmad memperoleh suara mayoritas pada Pemilu 2019. Keberhasilan duduk di kursi DPR itu sebagai wujud dari keinginan masyarakat.

“Tentu kemampuan Ansar Ahmad dibutuhkan untuk memajukan Kepri,” ujarnya.

Namun mencalonkan diri sebagai gubernur ataupun wakil gubernur perlu diperhitungkan secara matang oleh Ansar, karena ia harus mempertimbangkan secara matang apakah siap untuk melepas jabatan sebagai anggota DPR RI yang hanya sempat dijabat selama sekitar satu semester jika bertarung pada Pilkada Kepri 2020.

“Kalkulasi politik harus matang, meski jabatan sebagai gubernur itu lebih strategis dibanding DPR RI,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa pertimbangan Ansar sebaiknya tidak hanya pada tatanan kepentingan politik, melainkan juga kepentingan masyarakat Kepri. Berbagai permasalahan di Kepri selama Nurdin Basirun memimpin Kepri sebaiknya menjadi bahan pertimbangan untuk memutuskan apakah bertarung pada pilkada atau tidak.

“Banyak catatan negatif dalam pemerintahan selama Nurdin memimpin Kepri,” katanya.

Pertarungan politik pada Pilkada Kepri 2020, menurut dia jauh lebih seru dibanding lima tahun sebelumnya. Nurdin Basirun dan Wakil Gubernur Kepri Isdianto mengisyaratkan akan maju dalam pilkada.

Pada posisi petahana, kata dia Nurdin tetap diuntungkan dalam menghadapi pilkada. Nurdin yang juga Ketua Partai Nasdem Kepri memiliki akses yang besar untuk mendekati masyarakat dibanding rival politiknya.

“Pertanyaannya, apakah mereka akan sepaket atau berlawanan? Saya pikir Isdianto, politisi PDIP akan kesulitan mendapatkan dukungan parpol, terutama jika Ketua PDIP Kepri Soerya Respationo benar-benar menjadi kandidat pilkada,” ucapnya.

Selain itu, Wali Kota Batam Rudi juga digadang-gadangkan akan bertarung pada pilkada. Namun Rudi juga harus mempertimbangkan jabatannya yang masih satu periode lagi bila bertarung pada Pilkada Kepri 2020.

Berdasarkan hasil Pilkada Kepri 2015, Batam yang dianggap banyak pihak menjadi barometer kemenangan politik kandidat pilkada, kenyataannya, tidak. Kemenangan HM Sani (almarhum)- Nurdin pada saat itu justru mendapat suara yang signifikan di daerah lainnya.

Perolehan suara HM Sani-Nurdin juga cukup tinggi di Batam. Hal itu diduga disebabkan mobilitas penduduk di Batam cukup tinggi.

“Kalau Rudi mungkin berpikiran lebih baik bertahan selama satu periode sebelum menuju Kepri I, karena jabatan sebagai Wali Kota Batam sangat strategis,” tuturnya.

Terkait Soerya Respationo, Endri mengatakan sebaiknya tidak kembali bertarung, karena sudah beberapa kali kalah. Soerya dinilai lebih piawai memimpin PDIP di Kepri.

“Soerya itu lebih bersinar sebagai pemimpin partai,” katanya.

Sementara itu, pengamat politik, Bismar Aryanto, berpendapat, Ansar Ahmad kemungkinan kecil bertarung pada Pilkada Kepri, karena mempertimbangkan jabatan sebagai anggota DPR.

“Ansar memang dibutuhkan Kepri. Beliau memiliki modal politik, pengalaman memimpin daerah dan cerdas. Tetapi menurut saya, beliau kecil kemungkinan maju karena energinya sudah banyak terkuras pada pemilu,” ucapnya.

Bismar mengemukakan Nurdin memiliki modal politik yang besar sebagai calon petahana dalam menghadapi Pilkada Kepri 2020. Catatan negatif terkait Nurdin sebagai pemimpin Kepri selama lima tahun terakhir, tidak menjamin Nurdin tidak terpilih lagi.

“Dengan karakter mayoritas pemilih yang pemaaf, dan mudah melupakan, saya rasa Nurdin diuntungkan. Ini sudah terbukti dalam sejumlah pilkada di berbagai daerah,” katanya.

Sumber : ANTARA

Sumber : Internet

Realisasi Pendapatan Labuh Jangkar Kepri Masih Nihil

Pendapatan retribusi labuh jangkar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada semester I tahun 2019 masih nol atau tidak terealisasi, sementara pemerintah daerah setempat menargetkan penerimaan Rp60 miliar dari sektor tersebut pada 2020.

“Tiga potensi pendapatan asli daerah (PAD) ini harus jadi perhatian pemprov. Jika tidak, maka berdampak terhadap defisit APBD,” kata anggota DPRD Kepri, Iskandarsyah di Tanjungpinang, Rabu.

Sektor pendapatan lainnya yang juga tidak terealisasi ialah pajak air permukaan PT Adhitya Tirta Batam (ATB). Semula ditargetkan Rp24 miliar, namun sampai bulan Juni 2019 juga masih nol persen.

Kemudian, di sektor retribusi reklamasi yang ditargetkan Rp10 miliar, baru tercapai sekitar Rp2 miliar.

Kendati demikian, menurut Iskandarsyah, realisasi PAD Kepri sejak Januari-Juni 2019 masih berjalan sesuai rencana.

“Sudah mencapai 46 persen atau sekitar Rp500 miliar dari target PAD 2019 sebesar Rp1,2 triliun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri, Reni Yusneli, mengaku meski ketiga sektor PAD tersebut belum memenuhi target, namun,  beberapa sektor pendapatan lainnya justru melampaui target pada semester I 2019.

Misalnya, pajak rokok dan pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), masing-masing sudah di atas 60 persen.

“Kecuali pajak kendaraan bermotor (PKB), belum mencapai target,” ungkapnya.

Untuk memenuhi target PKB, BP2RD akan gencar melakukan razia kendaraan di Kepri.

Begitu pula dengan sektor pendapatan lainnya yang belum terealisasi, akan diupayakan tetap mencapai target.

“Kita tetap optimistis, target PAD Kepri Rp1,2 triliun akan mencapai target,” ucap mantan Plt Sekda Kepri tersebut.

Sumber : Antara

Tanjak Memuncak Mahkota Melayu

Tanjungpinang, Isukepri.com – Tanjak merupakan atribut atau aksesoris adat masyarakat Melayu yang dikenakan di bagian kepala sebagai mahkota. Tanjak merupakan ciri dan khas pakaian pria dari adat Melayu. Meskipun bentuknya beragam dan beraneka macam, namun seluruh lelaki kaum Melayu hampir memakai ini pada masa kerajaan dahulu. Dan sekarang tanjak digunakan dalam acara perhelatan dan adat seperti kenduri kawin, dan lain sebagainya.

Seiring dengan banyaknya pemuda yang mengenakan tanjak, Khusunya di Kota Tanjungpinang banyak pelaku usaha yang bergerak di produksi tanjak. Salah satu pelaku usaha tersebut adalah Yuslina (42 tahun), Ibu dari tiga anak asal Tembilahan yang saat ini menetap di Kampung Bugis, Tanjungpinang Kota. Yuslina juga merupakan ibu dari Rozi Syaputra salah satu kontestan LIGA DANGDUT tahun 2018 yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau.

Ibu Yuslina mengaku memulai usaha produksi tanjaknya sejak akhir tahun 2015. Dimana ketika itu dirinya mengaku melihat anaknya Rozi atau lebih akrab disapa Oji membeli sebuah tanjak dan meminta dirinya untuk membuat tanjak juga untuk dijual karena penggunaan tanjak sedang viral saat itu.

Oji bilang ke saya, mamak pasti bisa buat tanjak seperti ini. Awalnya saya tak yakin, tapi Oji terus meyakinkan saya, sampai ada keinginan saya untuk mencoba membuatnya. Saya lihat bentuk dan model tanjak yang Oji beli, kemudian saya lihat tutorial pembuatan tanjak di YouTube, dan ternyata saya bisa membuatnya meskipun dengan metode otodidak, terang wanita kelahiran 21 April 1976 ini.

Tak perlu waktu lama untuk membuat tanjak, dalam hitungan 1 sampai 2 jam Yuslina mengaku mampu menyelesaikan sebuah tanjak asal segala bahan dan peralatannya tersedia. Bujang Tanjak merupakan brand usaha miliki keluarga Yuslina, usaha ini dijalankan bersama-sama keluarga dan sanak saudara sebagai tim pemasarannya.

Berjalan kurang lebih 1 bulan sejak kami memulai usaha ini, Alhamdulillah kami dapat pesanan tanjak dari salah satu instansi pemerintahan sebanyak 30 buah tanjak. Dengar ada pesanan, Oji jadi semangat karena waktu itu android milik Oji memang sedang rusak, dia bilang lumayan buat nambah beli android baru, cerita Yuslina yang beralamatkan di Jalan Abdul Rahim, No, 32 K, RT 02 RW 01 Kampung Bugis.

Dalam proses pembuatan tanjak, Yulina tidak melakukannya sendiri melainkan selalu dibantu oleh ketiga anaknya terutama Oji. Saat ini mereka menjalankan usaha tanjaknya di sebuah ruko tepatnya di Jalan D.I Panjaitan Km. 6 depan Hotel Halim. Disana mereka tak hanya menjual berbagai tanjak, mereka juga membuka sebuah kedai kopi yang diberi nama Kedai Kopi Oji.

Anak muda yang berkarya, saya sebagai ibu hanya mendukung dan mendorong Oji untuk berusaha. Biasanya saya hanya menyiapkan beberapa kain untuk dibentuk tanjak, setelah itu Oji yang menyetrika dan melipatnya. Adapun kain yang kami gunakan untuk membuat tanjak yakni kain Driil dan kain songket khas dari Palembang, Malaysia, dan Thailand, kata Yuslina lagi.

Jenis tanjak yang tersedia disini ada 2 model yakni; Tanjak Laksmana dan Tanjak Dendam Tak Sudah. Harga satu buah tanjak beragam, tergantung model dan bahan kain yang digunakan untuk membuatnya.

Harganya bervariasi mulai dari Rp. 100.000 hingga Rp. 180.000. Alhamdulillah dalam sebulan usaha kami bisa mencapai omset sebesar Rp. 3.000.000 hingga Rp. 3.500.000, terang Yuslina sembari menggunting kain songket.

Yuslina berharap langkahnya bersama keluarga untuk berpindah tempat usaha di kawasan perkotaan ini bisa memajukan usahanya dan meningkatkan pendapatannya ketimbang bertempat usaha di Kampung Bugis yang jauh dari keramaian.

Selain itu, Oji juga melakukan pemasaran melalui online di Shoppe dan aplikasi belanja online lainnya. Kami juga punya akun ig @bujang_be_tanjak dan @rozi_syaputra. Jadi calon pembeli juga bisa langsung lihat-lihat gambar disana, ajak Yuslina seraya tersenyum.

Dirinya juga berpesan kepada pelaku usaha lainnya untuk terus bersabar dalam menjalankan usahanya. Harus sabar, terus istiqomah dan berdoa, tutup Yuslina.

Es Buah Bang Boy, Solusi Segar Pereda Panas

Tanjungpinang, Isukepri.com – Es buah merupakan minuman dingin dari perpaduan aneka ragam buah-buahan. Es buah dipercaya bisa sedikit meredakan rasa panas dan dahaga, serta memberikan berbagai hasiat bagi tubuh yang berasal dari kandungan didalam buah. Buah memiliki banyak khasiat untuk manusia karena didalamnya terkandung vitamin, gizi, serat, dan lainnya yang baik untuk dikonsumsi.

Bicara mengenai es buah sebenarnya bukanlah jajanan kuliner baru, namun es buah memang menjadi salah satu minuman pilihan untuk meredakan rasa dahaga dan menyegarkan tubuh, apa lagi jika cuacanya panas. Kuliner es buah memang cocok dijual dan dinikmati saat cuaca sedang panas, namun tidak menutup kemungkinan ada yang merasa panas pada saat cuaca sedang dingin (musim hujan).

Es buah Bang Boy merupakan salah satu usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak dibidang kuliner, menyediakan minuman dingin berupa es buah. Keberadaannya di Kota Tanjungpinang, jalan RH. Fisabilillah batu 5 atas, samping SMK Pembangunan tepat di pertigaan jalan damai. Keistimewaan es buah Bang Boy ini terletak pada komposisi aneka ragam buah, krimmer, air gula, dan tambahan lainnya. Adapun buah yang digunakan didalam es buah Bang Boy terdiri dari buah; Semangka, Pepaya, Melon, Alpukat, dan Naga. Kemudian campuran buah tersebut dibubuhi krimmer, air gula, agar-agar, natadecoco, dan sedikit air kelapa muda berserta degannya (isi kelapa muda).

Bang Boy atau Masirwan, pemilik kuliner es buah tersebut merupakan pemuda asal Tanjungbatu Kundur yang berdomisili di Tanjungpinang sejak 2011 silam. Pemuda kelahiran 1993 ini memulai usaha kuliner es buahnya pada 21 Agustus 2018 lalu bersama patnernya, Siti Zulaiha. Nama Bang Boy diambil dari sapaan akrab Masirwan dilingkungan teman-teman Komunitas Vespa Tanjungpinang.

Usaha ini merupakan usaha bersama. Awalnya saya bingung mau usaha apa, setelah bermusyawarah panjang bersama patner bisnis saya, kami putuskan memilih es buah sebagai menu dalam bisnis kami. Alasannya adalah disekitar tempat kami berusaha terdapat pasar buah, sehingga kami berpikir untuk membuat minuman yang berasal dari buah dan belum ada menu minuman itu disekitar tempat kami berusaha. Hemat saya paling tidak warga sekitar tempat kami berusaha bisa menikmati kesegaran es buah kami jelas Boy, Rabu siang (15/11) di batu 5 atas.

Sebagai orang yang baru menggeluti dunia bisnis kuliner. Boy menuturkan dirinya masih terus mencoba konsiten dalam menjalankan usaha kulinernya, baik itu dari cita rasa, jadwal buka dan tutup usaha, serta jasa pelayanan yang diberikan pada pengunjung. Es buah bang Boy buka setiap hari kecuali hari Jumat, dari pukul 09.30 sampai dengan 17.00 WIB.

Asiknya berwirausaha menurut saya sangat membantu keuangan pemuda seumuran saya dengan tidak merugikan pihak mana pun. Dengan berusaha kita bisa mengekspresikan diri dengan produk usaha kita, semangat Boy.

Satu Porsi Es Buah Bang Boy bisa anda dapatkan dengan uang Rp. 8000

Satu Porsi Es Buah Bang Boy bisa anda dapatkan dengan uang Rp. 8000

Es buah Bang Boy dijual dengan harga Rp. 8000. Saat ini es buah Bang Boy menjadi menu pilihan beberapa pelajar SMK Pembagunan karena tempatnya bersebelahan. Selain pelajar SMK Pembangunan, warga setempat dan warga Tanjungpinang pada umumnya sesekali juga membeli es buah Bang Boy.

Pertama coba untuk konsiten, kemudian lakukan evaluasi untuk mengekspresikan kreatifitas dan inovasi. Kedua harus bisa memanfaatkan segala yang ada seperti memanfaatkan media sosial untuk menjual produk dengan cara online, jelas Boy lagi dalam memberikan semangat kepada pemuda agar termotivasi untuk memulai usahanya.

Kini es buah Bang Boy terus melakukan inovasi untuk kemajuannya, baik itu dari cita rasa dan pelayanan yang diberikan kepada pembeli. Boy menuturkan bahwa es buah miliknya ini mempunyai slogan bisnis yakni CAKAP KALAU TAK SEDAP. Go-Jek dan Gimi yang merupakan perusahaan layanan jasa melalui online kini juga sudah menjadi patner bisnis Es Buah Bang Boy.

Alhamdulillah, jujur saya sangat terbantu dengan terjalinnya kerjasama antara es buah bang Boy bersama GO-JEK dan GiMi. Dimana kerjasama ini memberikan kemudahan pada pembeli dalam melakukan pemesanan es buah bang Boy, tutup Boy senang.

Boy berharap usaha kuliner es buah yang dia jalankan saat ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Tanjungpinang dalam memberikan produk kuliner terbaik, sehat, segar, dan menyegarkan.

Kesimpulannya, dalam menggeluti suatu usaha apapun itu, kita harus bersikap konsisten dalam mengaplikasikan apa yang sudah atau pernah direncanakan. Kemudian seraya melakukan evaluasi dan memperbaikinya dengan kreatifitas dan inovasi sendiri. Banyak buku dan artikel yang membahas mengenai dunia bisnis yang dapat menjadi panduan dan motivasi bagi generasi muda untuk menjadi pelaku usaha atau enterpreuner. Karena pada dasarnya usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan, bukan usaha yang hanya direncanakan atau sebatas dipikirkan saja, namun harus bisa terealisasi.

ABII KISANG, OLEH-OLEH KERIPIK PISANG KHAS KAMPUNG BUGIS

TANJUNGPINANG – Zainal Abidin Syah atau akrab disapa Abii, dia adalah pemuda kelahiran Kampung Bugis, 02 Desember 1992. Putra bungsu dari pasangan Bapak Saarin dan Ibu Eliya Rosa ini kini menjalankan usaha kuliner keripik pisang dengan varian rasa seperti; Grentea, Cokelat, Keju Asin, dan Balado Pedas. Keripik pisang diproduksi Abii bersama keluraganya di Kampung Bugis tepatnya di Jalan Abdul Rahman No. 18 RT 03 RW 01, Tanjungpinang Kota.

Abii mengaku sudah hampir 4 bulan menjalani usaha kuliner keripik pisang yang disingkatnya menjadi Kisang, kemudian dipadukan dengan nama akrabnya, dan menjadi brand dari produknya. Abii Kisang ini awalnya hanya dikosumsi oleh masyarakat disekitar Kampung Bugis, khususnya saudara dan kerabat Abii sendiri. Sebelum menjalankan usaha kuliner keripik pisang, Abii mengaku pernah juga memproduksi dan menjual sate ayam krispi dan usaha kuliner lainnya. Abii yang merupakan lulusan dari SMK Negeri 2 Tanjungpinang tahun 2011 ini memang senang melakukan inovasi makanan menjadi sesuatu yang baru, hal ini sesuai dengan jurusan yang dipilihnya yakni jurusan tata boga.

Sebelum fokus pada usaha kuliner keripik pisang, saya juga pernah menjalankan usaha kuliner sate ayam krispi dan beberapa makanan lainnya. Namun menurut saya keripik pisang lebih menjanjikan, lebih sederhana, mudah dari segi produksi dan bahan bakunya, jelas Abii, Sabtu (18/11) siang di rumahnya jalan Abdul Rahman No. 18 RT 03 RW 01 Kampung Bugis.

Abii yang dikenal sumpel dan banyak teman berhasil mengenalkan keripik pisang hasil produksinya bersama keluarga menjadi jajanan yang gemar dinikmati oleh saudara dan teman-teman sekitar saat bersantai.

Awalnya saya coba tawarkan keripik pisang ini kepada teman-teman dekat saya dan masyarakat disekitar sini. Alhamdulillah cocok rasanya dilidah mereka, apa lagi keripik pisang saya ada varian rasanya, cerita Abii singkat.

Disela-sela kesibukkannya memproduksi keripik pisang, Abii juga bekerja di salon Blow & Go yang berada di ruko samping Mall Ramayana, Jalan Wiratno Tanjungpinang. Abii mengatakan biasanya dia dan keluarga mampu mengolah 10kg pisang yang kemudian diproduksi menjadi keripik pisang. Setelah pisang yang diolah menjadi keripik, keripik tersebut kemudian diberikan bumbu sebagai penikmat rasa sebelum dimasukkan ke dalam kemasannya.

Kemasan 10000 Keripik Pisang Abii

Kemasan 10000 Keripik Pisang Abii

Kami disini membagi tugas mulai dari mengupas pisang, cuci dan menipiskannya, terus di goreng, tiriskan, kemudian dibumbui, hingga tahap pengemasan serta pemasarannya. Kalau ada teman-teman di Pinang yang order, biasanya saya minta mereka datang ke salon tempat saya kerja atau saya antarkan sepulang kerja. Satu bungkus 100gram saya jual seharga Rp. 10000, dan Rp. 70000 untuk harga per kg-nya, terang Abii lagi.

Siapa sangka kini penjualan keripik pisang Abii sudah sampai ke Tanjung Balai Karimun dan Dabo Lingga. Abii berkeinginan produk keripik pisang miliknya bisa bersaing dengan jajanan kuliner lainnya dan menjadi ole-ole khas Tanjungpinang dari Kampung Bugis. Tak hanya itu dirinya juga ingin bersaing dipasar internasional.

Mimpi saya ingin bersaing dipasar lokal, seperti dikawasan wisata di Kepulauan Riau hingga ke negara tentagga seperti Malaysia dan Singapura. Keripik pisang saya bisa bertahan 2 minggu jika tidak menggunakan vakum, namun jika di vakum bisa bertahan selama 1 bulan lamanya, jelas Abii.

Omset Abii kini sudah mencapai Rp. 200.000 per harinya. Abii saat ini berusaha ingn terus mengembangkan usaha kuliner keripik pisang ini dengan melakukan berbagai strategi seperti melibatkan teman-temannya menjadi endorse untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat luas.

Kedepan saya akan mencoba berkerjasama dengan teman saya yang berbakat mengenalkan produk-produk yakni pemilik akun Instagram @Joyagh dan mendistribusikan ke pusat perbelanjaan ole-ole di Tanjungpinang seperti di pelabuhan, bandara dan tempat lainnya, ungkapnya semangat.

Pesan Abii kepada pemuda khususnya di Provinsi Kepulauan Riau yakni cobalah sesuatu yang baru dan jangan takut untuk mencoba serta memulai sebuah usaha. Menurutnya dalam berwirausaha jangan pernah membatasi potensi dan kemampuan diri sendiri.