Category Archives: Tanjungpinang

Tanjungpinang

Tanjak Memuncak Mahkota Melayu

Tanjungpinang, Isukepri.com – Tanjak merupakan atribut atau aksesoris adat masyarakat Melayu yang dikenakan di bagian kepala sebagai mahkota. Tanjak merupakan ciri dan khas pakaian pria dari adat Melayu. Meskipun bentuknya beragam dan beraneka macam, namun seluruh lelaki kaum Melayu hampir memakai ini pada masa kerajaan dahulu. Dan sekarang tanjak digunakan dalam acara perhelatan dan adat seperti kenduri kawin, dan lain sebagainya.

Seiring dengan banyaknya pemuda yang mengenakan tanjak, Khusunya di Kota Tanjungpinang banyak pelaku usaha yang bergerak di produksi tanjak. Salah satu pelaku usaha tersebut adalah Yuslina (42 tahun), Ibu dari tiga anak asal Tembilahan yang saat ini menetap di Kampung Bugis, Tanjungpinang Kota. Yuslina juga merupakan ibu dari Rozi Syaputra salah satu kontestan LIGA DANGDUT tahun 2018 yang mewakili Provinsi Kepulauan Riau.

Ibu Yuslina mengaku memulai usaha produksi tanjaknya sejak akhir tahun 2015. Dimana ketika itu dirinya mengaku melihat anaknya Rozi atau lebih akrab disapa Oji membeli sebuah tanjak dan meminta dirinya untuk membuat tanjak juga untuk dijual karena penggunaan tanjak sedang viral saat itu.

Oji bilang ke saya, mamak pasti bisa buat tanjak seperti ini. Awalnya saya tak yakin, tapi Oji terus meyakinkan saya, sampai ada keinginan saya untuk mencoba membuatnya. Saya lihat bentuk dan model tanjak yang Oji beli, kemudian saya lihat tutorial pembuatan tanjak di YouTube, dan ternyata saya bisa membuatnya meskipun dengan metode otodidak, terang wanita kelahiran 21 April 1976 ini.

Tak perlu waktu lama untuk membuat tanjak, dalam hitungan 1 sampai 2 jam Yuslina mengaku mampu menyelesaikan sebuah tanjak asal segala bahan dan peralatannya tersedia. Bujang Tanjak merupakan brand usaha miliki keluarga Yuslina, usaha ini dijalankan bersama-sama keluarga dan sanak saudara sebagai tim pemasarannya.

Berjalan kurang lebih 1 bulan sejak kami memulai usaha ini, Alhamdulillah kami dapat pesanan tanjak dari salah satu instansi pemerintahan sebanyak 30 buah tanjak. Dengar ada pesanan, Oji jadi semangat karena waktu itu android milik Oji memang sedang rusak, dia bilang lumayan buat nambah beli android baru, cerita Yuslina yang beralamatkan di Jalan Abdul Rahim, No, 32 K, RT 02 RW 01 Kampung Bugis.

Dalam proses pembuatan tanjak, Yulina tidak melakukannya sendiri melainkan selalu dibantu oleh ketiga anaknya terutama Oji. Saat ini mereka menjalankan usaha tanjaknya di sebuah ruko tepatnya di Jalan D.I Panjaitan Km. 6 depan Hotel Halim. Disana mereka tak hanya menjual berbagai tanjak, mereka juga membuka sebuah kedai kopi yang diberi nama Kedai Kopi Oji.

Anak muda yang berkarya, saya sebagai ibu hanya mendukung dan mendorong Oji untuk berusaha. Biasanya saya hanya menyiapkan beberapa kain untuk dibentuk tanjak, setelah itu Oji yang menyetrika dan melipatnya. Adapun kain yang kami gunakan untuk membuat tanjak yakni kain Driil dan kain songket khas dari Palembang, Malaysia, dan Thailand, kata Yuslina lagi.

Jenis tanjak yang tersedia disini ada 2 model yakni; Tanjak Laksmana dan Tanjak Dendam Tak Sudah. Harga satu buah tanjak beragam, tergantung model dan bahan kain yang digunakan untuk membuatnya.

Harganya bervariasi mulai dari Rp. 100.000 hingga Rp. 180.000. Alhamdulillah dalam sebulan usaha kami bisa mencapai omset sebesar Rp. 3.000.000 hingga Rp. 3.500.000, terang Yuslina sembari menggunting kain songket.

Yuslina berharap langkahnya bersama keluarga untuk berpindah tempat usaha di kawasan perkotaan ini bisa memajukan usahanya dan meningkatkan pendapatannya ketimbang bertempat usaha di Kampung Bugis yang jauh dari keramaian.

Selain itu, Oji juga melakukan pemasaran melalui online di Shoppe dan aplikasi belanja online lainnya. Kami juga punya akun ig @bujang_be_tanjak dan @rozi_syaputra. Jadi calon pembeli juga bisa langsung lihat-lihat gambar disana, ajak Yuslina seraya tersenyum.

Dirinya juga berpesan kepada pelaku usaha lainnya untuk terus bersabar dalam menjalankan usahanya. Harus sabar, terus istiqomah dan berdoa, tutup Yuslina.

Es Buah Bang Boy, Solusi Segar Pereda Panas

Tanjungpinang, Isukepri.com – Es buah merupakan minuman dingin dari perpaduan aneka ragam buah-buahan. Es buah dipercaya bisa sedikit meredakan rasa panas dan dahaga, serta memberikan berbagai hasiat bagi tubuh yang berasal dari kandungan didalam buah. Buah memiliki banyak khasiat untuk manusia karena didalamnya terkandung vitamin, gizi, serat, dan lainnya yang baik untuk dikonsumsi.

Bicara mengenai es buah sebenarnya bukanlah jajanan kuliner baru, namun es buah memang menjadi salah satu minuman pilihan untuk meredakan rasa dahaga dan menyegarkan tubuh, apa lagi jika cuacanya panas. Kuliner es buah memang cocok dijual dan dinikmati saat cuaca sedang panas, namun tidak menutup kemungkinan ada yang merasa panas pada saat cuaca sedang dingin (musim hujan).

Es buah Bang Boy merupakan salah satu usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak dibidang kuliner, menyediakan minuman dingin berupa es buah. Keberadaannya di Kota Tanjungpinang, jalan RH. Fisabilillah batu 5 atas, samping SMK Pembangunan tepat di pertigaan jalan damai. Keistimewaan es buah Bang Boy ini terletak pada komposisi aneka ragam buah, krimmer, air gula, dan tambahan lainnya. Adapun buah yang digunakan didalam es buah Bang Boy terdiri dari buah; Semangka, Pepaya, Melon, Alpukat, dan Naga. Kemudian campuran buah tersebut dibubuhi krimmer, air gula, agar-agar, natadecoco, dan sedikit air kelapa muda berserta degannya (isi kelapa muda).

Bang Boy atau Masirwan, pemilik kuliner es buah tersebut merupakan pemuda asal Tanjungbatu Kundur yang berdomisili di Tanjungpinang sejak 2011 silam. Pemuda kelahiran 1993 ini memulai usaha kuliner es buahnya pada 21 Agustus 2018 lalu bersama patnernya, Siti Zulaiha. Nama Bang Boy diambil dari sapaan akrab Masirwan dilingkungan teman-teman Komunitas Vespa Tanjungpinang.

Usaha ini merupakan usaha bersama. Awalnya saya bingung mau usaha apa, setelah bermusyawarah panjang bersama patner bisnis saya, kami putuskan memilih es buah sebagai menu dalam bisnis kami. Alasannya adalah disekitar tempat kami berusaha terdapat pasar buah, sehingga kami berpikir untuk membuat minuman yang berasal dari buah dan belum ada menu minuman itu disekitar tempat kami berusaha. Hemat saya paling tidak warga sekitar tempat kami berusaha bisa menikmati kesegaran es buah kami jelas Boy, Rabu siang (15/11) di batu 5 atas.

Sebagai orang yang baru menggeluti dunia bisnis kuliner. Boy menuturkan dirinya masih terus mencoba konsiten dalam menjalankan usaha kulinernya, baik itu dari cita rasa, jadwal buka dan tutup usaha, serta jasa pelayanan yang diberikan pada pengunjung. Es buah bang Boy buka setiap hari kecuali hari Jumat, dari pukul 09.30 sampai dengan 17.00 WIB.

Asiknya berwirausaha menurut saya sangat membantu keuangan pemuda seumuran saya dengan tidak merugikan pihak mana pun. Dengan berusaha kita bisa mengekspresikan diri dengan produk usaha kita, semangat Boy.

Satu Porsi Es Buah Bang Boy bisa anda dapatkan dengan uang Rp. 8000

Satu Porsi Es Buah Bang Boy bisa anda dapatkan dengan uang Rp. 8000

Es buah Bang Boy dijual dengan harga Rp. 8000. Saat ini es buah Bang Boy menjadi menu pilihan beberapa pelajar SMK Pembagunan karena tempatnya bersebelahan. Selain pelajar SMK Pembangunan, warga setempat dan warga Tanjungpinang pada umumnya sesekali juga membeli es buah Bang Boy.

Pertama coba untuk konsiten, kemudian lakukan evaluasi untuk mengekspresikan kreatifitas dan inovasi. Kedua harus bisa memanfaatkan segala yang ada seperti memanfaatkan media sosial untuk menjual produk dengan cara online, jelas Boy lagi dalam memberikan semangat kepada pemuda agar termotivasi untuk memulai usahanya.

Kini es buah Bang Boy terus melakukan inovasi untuk kemajuannya, baik itu dari cita rasa dan pelayanan yang diberikan kepada pembeli. Boy menuturkan bahwa es buah miliknya ini mempunyai slogan bisnis yakni CAKAP KALAU TAK SEDAP. Go-Jek dan Gimi yang merupakan perusahaan layanan jasa melalui online kini juga sudah menjadi patner bisnis Es Buah Bang Boy.

Alhamdulillah, jujur saya sangat terbantu dengan terjalinnya kerjasama antara es buah bang Boy bersama GO-JEK dan GiMi. Dimana kerjasama ini memberikan kemudahan pada pembeli dalam melakukan pemesanan es buah bang Boy, tutup Boy senang.

Boy berharap usaha kuliner es buah yang dia jalankan saat ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Tanjungpinang dalam memberikan produk kuliner terbaik, sehat, segar, dan menyegarkan.

Kesimpulannya, dalam menggeluti suatu usaha apapun itu, kita harus bersikap konsisten dalam mengaplikasikan apa yang sudah atau pernah direncanakan. Kemudian seraya melakukan evaluasi dan memperbaikinya dengan kreatifitas dan inovasi sendiri. Banyak buku dan artikel yang membahas mengenai dunia bisnis yang dapat menjadi panduan dan motivasi bagi generasi muda untuk menjadi pelaku usaha atau enterpreuner. Karena pada dasarnya usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan, bukan usaha yang hanya direncanakan atau sebatas dipikirkan saja, namun harus bisa terealisasi.

ABII KISANG, OLEH-OLEH KERIPIK PISANG KHAS KAMPUNG BUGIS

TANJUNGPINANG – Zainal Abidin Syah atau akrab disapa Abii, dia adalah pemuda kelahiran Kampung Bugis, 02 Desember 1992. Putra bungsu dari pasangan Bapak Saarin dan Ibu Eliya Rosa ini kini menjalankan usaha kuliner keripik pisang dengan varian rasa seperti; Grentea, Cokelat, Keju Asin, dan Balado Pedas. Keripik pisang diproduksi Abii bersama keluraganya di Kampung Bugis tepatnya di Jalan Abdul Rahman No. 18 RT 03 RW 01, Tanjungpinang Kota.

Abii mengaku sudah hampir 4 bulan menjalani usaha kuliner keripik pisang yang disingkatnya menjadi Kisang, kemudian dipadukan dengan nama akrabnya, dan menjadi brand dari produknya. Abii Kisang ini awalnya hanya dikosumsi oleh masyarakat disekitar Kampung Bugis, khususnya saudara dan kerabat Abii sendiri. Sebelum menjalankan usaha kuliner keripik pisang, Abii mengaku pernah juga memproduksi dan menjual sate ayam krispi dan usaha kuliner lainnya. Abii yang merupakan lulusan dari SMK Negeri 2 Tanjungpinang tahun 2011 ini memang senang melakukan inovasi makanan menjadi sesuatu yang baru, hal ini sesuai dengan jurusan yang dipilihnya yakni jurusan tata boga.

Sebelum fokus pada usaha kuliner keripik pisang, saya juga pernah menjalankan usaha kuliner sate ayam krispi dan beberapa makanan lainnya. Namun menurut saya keripik pisang lebih menjanjikan, lebih sederhana, mudah dari segi produksi dan bahan bakunya, jelas Abii, Sabtu (18/11) siang di rumahnya jalan Abdul Rahman No. 18 RT 03 RW 01 Kampung Bugis.

Abii yang dikenal sumpel dan banyak teman berhasil mengenalkan keripik pisang hasil produksinya bersama keluarga menjadi jajanan yang gemar dinikmati oleh saudara dan teman-teman sekitar saat bersantai.

Awalnya saya coba tawarkan keripik pisang ini kepada teman-teman dekat saya dan masyarakat disekitar sini. Alhamdulillah cocok rasanya dilidah mereka, apa lagi keripik pisang saya ada varian rasanya, cerita Abii singkat.

Disela-sela kesibukkannya memproduksi keripik pisang, Abii juga bekerja di salon Blow & Go yang berada di ruko samping Mall Ramayana, Jalan Wiratno Tanjungpinang. Abii mengatakan biasanya dia dan keluarga mampu mengolah 10kg pisang yang kemudian diproduksi menjadi keripik pisang. Setelah pisang yang diolah menjadi keripik, keripik tersebut kemudian diberikan bumbu sebagai penikmat rasa sebelum dimasukkan ke dalam kemasannya.

Kemasan 10000 Keripik Pisang Abii

Kemasan 10000 Keripik Pisang Abii

Kami disini membagi tugas mulai dari mengupas pisang, cuci dan menipiskannya, terus di goreng, tiriskan, kemudian dibumbui, hingga tahap pengemasan serta pemasarannya. Kalau ada teman-teman di Pinang yang order, biasanya saya minta mereka datang ke salon tempat saya kerja atau saya antarkan sepulang kerja. Satu bungkus 100gram saya jual seharga Rp. 10000, dan Rp. 70000 untuk harga per kg-nya, terang Abii lagi.

Siapa sangka kini penjualan keripik pisang Abii sudah sampai ke Tanjung Balai Karimun dan Dabo Lingga. Abii berkeinginan produk keripik pisang miliknya bisa bersaing dengan jajanan kuliner lainnya dan menjadi ole-ole khas Tanjungpinang dari Kampung Bugis. Tak hanya itu dirinya juga ingin bersaing dipasar internasional.

Mimpi saya ingin bersaing dipasar lokal, seperti dikawasan wisata di Kepulauan Riau hingga ke negara tentagga seperti Malaysia dan Singapura. Keripik pisang saya bisa bertahan 2 minggu jika tidak menggunakan vakum, namun jika di vakum bisa bertahan selama 1 bulan lamanya, jelas Abii.

Omset Abii kini sudah mencapai Rp. 200.000 per harinya. Abii saat ini berusaha ingn terus mengembangkan usaha kuliner keripik pisang ini dengan melakukan berbagai strategi seperti melibatkan teman-temannya menjadi endorse untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat luas.

Kedepan saya akan mencoba berkerjasama dengan teman saya yang berbakat mengenalkan produk-produk yakni pemilik akun Instagram @Joyagh dan mendistribusikan ke pusat perbelanjaan ole-ole di Tanjungpinang seperti di pelabuhan, bandara dan tempat lainnya, ungkapnya semangat.

Pesan Abii kepada pemuda khususnya di Provinsi Kepulauan Riau yakni cobalah sesuatu yang baru dan jangan takut untuk mencoba serta memulai sebuah usaha. Menurutnya dalam berwirausaha jangan pernah membatasi potensi dan kemampuan diri sendiri.

Kedai Kopi Batu 10, Destinasi Kuliner Unggulan

Tanjungpinang, Isukepri.com – Bila berkunjung dan berlibur ke Kota Tanjungpinang, tidaklah lengkap rasanya jika tidak mencoba  sajian aneka kuliner  yang tersedia di gerai-gerai penyedia makanan dan minuman di negeri Gurindam Duabelas.

Salah satu restoran atau kedai yang bisa menjadi refrensi tempat anda bersantai sambil menikmati kuliner bersama orang-orang tersayang adalah Kedai Kopi Batu 10. Ya, tentu saja anda perlu tau kata “batu” dalam istilah masyarakat Tanjungpinang adalah kilometer. Artinya, kedai Kopi Batu 10 terletak di jalan D.I Panjaitan kilometer sepuluh tepatnya dipertigaan antara jalan menuju Tanjung uban, Pasar Bintan Center dan arah ke kilometer 9. Sangat strategis bukan? Letak yang berdekatan dengan kawasan pasar Bintan Center, menjadikan kedai Kopi Batu 10 selalu ramai dikunjungi oleh penikmat kuliner Tanjungpinang.

“Setiap harinya tak kurang dari lima ratus orang silih berganti untuk makan dan minum di kedai ini” ungkap Suprapto, pengelola Kedai Kopi Batu 10.

Suasana Kedai Kopi Batu 10 Tanjungpinang

Suasana Kedai Kopi Batu 10 Tanjungpinang

Meskipun cafe dan kedai kopi di Tanjungpinang kian menjamur, namun Kedai Kopi Batu 10 tetap menjadi destinasi kuliner unggulan bahkan pengunjungnya semakin meningkat setiap harinya terutama pada hari libur dan weekend. Selain lokasi yang mudah diakses, Kedai Kopi Batu 10 memiliki fasilitas layaknya restoran dengan tempat yang besar dan lahan parkir yang luas sehingga para pelanggan merasa nyaman meletakkan kendaraan mereka. Selain itu, tentunya harga yang terjangkau juga menjadi pilihan konsumen.

“Disini tempatnya luas, lahan parkir memadai dan harganya merakyat sekali” ujar Andi, salah satu pelanggan setia Kedai Kopi Batu 10.

Memberdayakan Beberapa Usaha Mikro
Pengelolaan Kedai Kopi Batu 10, tidak serta merta berorientasi pada keuntungan semata. Selain fokus kepada rasa kopi yang nikmat, terdapat 13 usaha mikro yang menjadi mitra dengan kedai yang beroperasi pada 04 Desember 2017 tersebut. 13 usaha mikro ini bervariatif diantaranya pedagang lontong, sop ikan, mie goreng, aneka bubur, prata, mie lendir, nasi briyani, sop ayam, bakso dan gado-gado.

Keberadaan mitra ini juga menjadikan menu di Kedai Kopi Batu 10 semakin lengkap sehingga konsumen dapat memilih sesuai selera masing-masing tentunya dengan harga yang tak membuat anda merogoh kocek dalam-dalam.

Beroperasi mulai pukul 6 pagi hingga 10 malam, para pedagang tersebut bertungkus lumus menyajikan dan memenuhi orderan pelanggan dengan layanan terbaik. Hal ini berbanding lurus dengan omset mereka yang lumayan tinggi.

“Sejak berdagang disini, Alhamdulillah ada peningkatan omset dibandingkan sebelumnya. Lelahpun terbayarkan dengan penghasilan yang sesuai.” kata Ida salah satu pedagang yang menjadi mitra Kedai Kopi Batu 10. (**)

Panwaslu Tanjungpinang Sebut Masa Kampanye Rawan akan Pelanggaran

IsuKepri.com, Tanjungpinang – Ketua Panitia Pengawas Pemilu (PANWASLU) Kota Tanjungpinang, Mariamah mengatakan bahwa masa kampanye merupakan tahapan pilwako yang sangat rawan akan pelanggaran. Hal ini disampaikan Mariamah saat menghadiri dialog jelang pilkada di Arsip Perpustakaan Tepilaut, Sabtu (27/1).

“Tahapan pada pilwako Tanjungpinang yang paling berpotensi akan adanya konflik dan pelanggaran adalah pada saat tahapan kampanye yang akan dimulai pada bulan Februari hingga Juni mendatang,” jelasnya dihadapan peserta dialog yang bertemakan “Pilkada Damai Wujud Kedewasaan Demokrasi Pancasila” yang diselenggarakan LSKP2K.

Melihat potensi konflik tersebut, Mariamah menghimbau kepada semua lapisan masyarakat Tanjungpinang untuk ikut serta dalam mengawasi jalannya kampanye.

“Kampanye yang kurang lebih berlangsung selama 4 bulan lamanya harus diikuti oleh pengawasan semua pihak termasuk masyarakat Tanjungpinang sendiri. Jika dilapangan terjadi pelanggaran, maka foto dan segera laporkan kepada kami di Panwaslu,” jelas dia.

Sementara itu, Martunas, Redaksi Pelaksana Koran TanjungpinangPOS juga memastikan media cetak harian TanjungpinangPOS akan ikut dalam mengawasi pelaksanaan pilwako dari tahapan awal hingga selesai.

Dalam pemberitaan seputar pilwako Tanjungpinang, dirinya juga memastikan akan menerbitkan berita-berita yang berimbang dan tidak memihak ke pasangan calon manapun.

“Media itu dimana-mana, namun dalam pemberitaannya media tidak boleh memihak, harus berimbang. Jika calon A kami beritakan, maka kami juga harus memberitakan apa yang dilakukan calon atau pendukung dari B,” tegasnya.

Kegiatan dialog jelang pilwako ini dihadiri kurang lebih 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar SMA selaku pemilih pemula dalam pilwako mendatang. Hadir juga narasumber dari KPU Kota Tanjungpinang, Robby Patria; Sekretaris Kesbangpol, Arlius; dan Akademisi Stisipol Raja Haji, Suyito.

Editor: Masirwan

KPU Minta Pelajar Usia 17 Tahun Daftarkan Diri ke Kelurahan

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Robby Patria Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang meminta pelajar SMA/sederajat yang usianya sudah mencapai 17 tahun namun belum terdaftar sebagai pemilih dalam pilwako untuk mendaftarkan dirinya ke Kelurahan tempat tinggalnya.

Hal ini disampaikan Robby saat menjadi narasumber dalam kegiatan dialog kebangsaan jelang pilkada dengan tema “Pilkada Damai Wujud Kedewasaan Demokrasi Pancasila” yang diselenggarakan oleh Lembaga Studi Kawasan Perbatasan dan Pembangunan Kepri (LSKP2K), Sabtu pagi (27/1) di Gedung Arsip dan Perpustakaan Tepilaut.

“Sampaikan kepada orangtua anda, kemudian laporkan dan segera daftarkan diri anda ke kantor lurah terdekat. Bilang sama pak Lurah bahwa anda sudah berusia 17 tahun dan harus ikut memilih pada pemilihan walikota dan wakil walikota pada 27 Juni 2018 mendatang,” jelas Robby kepada peserta dialog yang merupakan pemilih pemula dari SMA/sederajat se-Kota Tanjungpinang.

Dalam menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali, Robby menambahkan, pemilih pemula harus menjadi pemilih cerdas dengan pertimbangan yang rasional. Pemilih pemula harus bisa memilih pasangan calon yang mampu membawa perubahan bagi Tanjungpinang untuk 5 tahun kedepan.

“Perhatikan dulu visi dan misi dari semua pasangan calon, kemudian pilihlah pasangan calon yang anda anggap visi misi-nya bagus dan cocok untuk kemajuan Kota anda ini,” kata Robby lagi.

Robby juga menyinggung tentang strategi KPU dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula di Tanjungpinang, Dirinya mengaku akan melakukan kunjungan sekaligus sosialisasi ke 25 SMA/sederajat, kampus, dan beberapa titik perkampungan di Tanjungpiang untuk menyuarakan pentingnya partisipasi dalam pilkada serentak 2018.

“Selain itu kami (red: KPU) juga menggunakan media sosial yang banyak digunakan masyarakat seperti Facebook, Twitter, Instagram, WA, dan website KPU sendiri. Termasuk sosialisasi melalui siaran televisi lokal, radio, koran, media online dan pertemuan tatap muka seperti ini. Semua potensi akan KPU gunakan dalam rangka memaksimalkan sosialisasi pemilu,” terangnya.

Pada pilkada serentak 2018 kali ini, Robby mengatakan bahwa Komisi yang dipimpinnya ini diberikan target 77% untuk partisipasi pemilih. Tentunya angka ini bukanlah angka yang mudah untuk dicapai, namun Robby optimis mampu mencapai target tersebut. Perlu diketahui bahwa jumlah pemilih di Kota Tanjungpinang didominasi oleh pemilih yang berusia 17-40 tahun dengan persentasi hampir mencapai 60%.

“Dengan catatan harus ada kerjasama dari semua pihak baik itu pemerintah, partai politik, dan masyarakat Tanjungpinang secara keseluruhan untuk bersinergi mensukseskan pilwako Tanjungpinang,” terangnya lagi.

Hadir sebagai narasumber lainnya dalam dialog diantaranya; Mariamah, Ketua PANWASLU Tanjungpinang, Arlius, Sekretaris Kesbangpol Tanjungpinang, Suyito, Akademisi Stisipol Raja Haji, dan Martunas, Redaksi Pelaksana TanjungpinangPOS.

Editor: Masirwan