Tumbuhkan Semangat Kebangsaan, Ratusan Mahasiswa Tanjungpinang Antusias ikuti Seminar Kebangsaan

Tanjungpinang – Ratusan mahasiswa Tanjungpinang menghadiri seminar kebangsaan yang digagas Aktifis Pemuda Islam (API) Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (24/9).

Kegiatan dengan tema ‘Pancasila dalam bingkai ke-Indonesiaan dan ke-Islaman’ tersebut dihadiri oleh 6 narasumber dari berbagai lembaga dan organisasi kemasyarakatan.

Kepada Media ini, Rasidin selaku ketua pelaksana kegiatan mengatakan bahwa kegiatan dilaksanakan untuk menumbuhkan kembali semnagat dan nilai-nilai Pancasila kepada generasi mmuda.

“Pancasila harus mengkristal dalam generasi muda, karena Pancasila adalah ideologi bangsa yang harus dijaga dan di rawat,” kata Rasidin.

Rasidin mengatakan bahwa penomena semakin terasingnya Pancasila dari kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia merupakan sebuah ironi. Pancasila merupakan dasar negara. Sebagai dasar negara, Pancasila merupakan dasar berdirinya NKRI.

“Pancasila adalah dasar dalam mengatur penyelenggaraan negara. Selain itu, Pancasila juga merupakan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sebagai pandangan hidup, ia menjadi titik orientasi seluruh kehidupan masyarakat secara luas,” katanya.

Gerakan dan upaya untuk menganti ideologi Pancasila sangat gencar terdengar ditengah-tengah masyarakat. Salah satunya, menganti Pancasila dengan khilafah.

Hadir sebagai narasumber dari Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (SINU) provinsi Kepulauan Riau, H. Zainuddin. Dalam paparannya, Zaenuddin mengatakan bahwa Pancasila sudah final dan mengikat.

“Pancasila adalah final dan mengikat. Artinya Pancasila sudah final sebagai ideologi bangsa Indonesia, dan mengikat / wajib dipatuhi oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Zaenuddin.

Jika ada kelompok yang ingin merubah ideologi Pancasila, maka kelompok tersebut berarti akan meruntuhkan negara.

“Pancasila adalah kalimatun sawa para pendiri bangsa. Kesepakatan akan komitmen kebangsaan ini, harus mampu dipegang teguh oleh seluruh generasi muda Indonesia saat ini,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa nilai-nilai Pancasila yang didalamnya terdapat nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan nilai keadilan merupakan cermin nilai luhur budaya bangsa Indonesia, yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

“Indonesia bukan lah negara agama ataupun negara sekuler, namun di Indonesia antara negara dan agama harus seiring dan sejalan,” katanya.

Hadir sebagai narasumber dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Tangjungpinang, Drs. Nazaruddin, Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme Provinsi Kepri, DR. Pauzi, perwakilan Kanwil Kementrian Agama Provinsi Kepri, Korem dan Polresta Tanjungpinang.

Nazaruddin, yang merupakan perwakilan dari ICMI Tanjungpinang, mengatakan bahwa permasalahan saat ini adalah lemahnya keteladanan.

“Masalah kebangsaan kita hari ini, adalah mengenai lemahnya keteladan dalam berbangsa dan bernegara. Kita memerlukan tauladan-tauladan dalam menjaga perbedaan sebagai sebuah kekuatan di negeri ini,” katanya.

Diakhir kegiatan seminar, para mahasiswa dan pemuda mendeklarasikan diri untuk terus menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa. (*)

0 Reviews

Write a Review

Redaksi

Read Previous

Ratusan Massa Unjuk Rasa Dukung Revisi UU KPK di Batam