• September 27, 2020

Renovasi Pasar Impres Kijang Molor

Proyek renovasi pasar inpres Kijang terancam molor. Pasalnya hingga saat ini perkembangan pengerjaan masih dalam tahap pembongkaran, sementara waktu pengerjaan proyek yang ditargetkan 180 hari kerja tinggal menyisakan 53 hari lagi.

Kendala utama yang dihadapi pihak kontraktor ternyata mobilitas pedagang di pasar ini. Pedagang yang berada di lokasi pasar tetap berjualan seperti biasa walau saat pengerjaan dilakukan, apalagi mobilitas masyarakat di lokasi ini selalu ramai.

Agus, Mandor lapangan proyek yang dikerjakan oleh CV Permata Bintan ini mengatakan, pihaknya agak kesulitan dengan kondisi ini, ruang gerak para pekerja pun terbagi dengan aktifitas pasar yang tetap berlangsung

“Memang untuk memindahkan para pedagang ini susah. Mereka tetap bertahan berdagang, karena jika pindah merekapun tidak ada tempat alternatif lain yang disediakan,” ujar Agus, Jumat (7/9).

Hal ini dikatakannya menyebabkan lapak-lapak dan kios-kios pedagang yang mestinya sejak awal dibongkar, tidak bisa dilakukan pembongkaran karena barang-barang pedagang masih banyak didalam kios.

Pengerjaan proyek ini sendiri dimulai pada Mei 2012. Proyek dikerjakan melalui alokasi APBN sebesar Rp 1,7 M lebih.

Selain itu beberapa hal lainnya juga menghambat pengerjaan proyek ini. Agus menambahkan, ketersedian tempat untuk meletakkan material bangunan juga tidak tersedia maksimal. Hanya mengandalkan sebuah ruangan pasar yang sudah dibongkar. “Sementara kalau untuk semen mesti diletakkan di dalam ruangan yang tertutup agar terhindar dari hujan,” ujar dia.

Namun kendala yang yang dihadapi ini dikatakan Agus harus tetap dihadapi. Ia pun menegaskan pihaknya tetap mengusahakan penyelesaian proyek renovasi pasar tertua di Kijang ini diupayakan selesai tepat waktu.

“Kami sudah pernah ngusulkan ke pemerintah supaya pedagang dipindahkan dulu ketempat sementara sampai proyek renovasi pasar selesai. Namun nampaknya sampai saat ini belum ada tempat lain, sehingga pedagang bertahan di tempat lama. Dengan kondisi ini, untuk masuk material saja harus menunggu pedagang menutup dagangannya,” kata dia

Para pedagang saat ini hanya pindah dari belakang ke bagian depan tempat parkir kendaraan. “Kalau pagi hingga pukul 11.00 WIB di depan penuh pedagang dan pembeli. Kendaraan yang masuk membawa material tidak bisa masuk, “ujarnya.

Hingga kini, baru dua bangunan yang tampak sekitar 50 persen direnovasi. Sementara dua gedung lama baru dibongkar sedikit, hanya nampak tiang-tiang yang baru siap, sementara rangka dan atap masih belum dipasang. Beberapa bangunan lainnya juga masih dalam pembongkaran.

Perlu diketahui, renovasi dilakukan Pemkab Bintan untuk menambah daya saing pasar ini agar lebih representatif. Rehabilitasi pasar mencakup perbaikan bentuk pasar, termasuk peningkatan fasilitas seperti toilet, serta perbaikan sirkulasi udara agar tidak pengap. (Net/Trbn/Slk)

0 Reviews

Write a Review

suprapto

Read Previous

Banyak Perompak, Nelayan Takut Melaut

Read Next

Natuna Cocok Sebagai Wilayah Pertahanan Nasional