• September 28, 2020

Rayuan Dahlan tak Mempan, Buruh Tetap Turun Jalan

BATAM, IsuKepri.Com — Rayuan Walikota Batam, Ahmad Dahlan agar buruh mengurungkan niatnya turun ke jalan tidak mempan. Begitupun dengan permintaan agar massa buruh yang diturunkan bisa ditekan, tak digubris.

“Buruh Bersatu Tak Bisa Dikalahkan”, semakin semangat untuk turun ke jalan. Jumlahnya mencapai puluhan ribuan, memblokade jalan-jalan utama Batam.

Rabu (3/10/2012) buruh membuktikan untuk melawan. Melawan terhadap yang mereka sebut sebagai “penindasan” dan melawan imbauan Pemimpin daerah yang mereka nilai hanya sebatas “pencitraan”.

Padahal sebelumnya, Senin (1/10/2012) malam, Walikota dan Wakil Walikota Batam, Ahmad Dahlan telah mengundang dan mengumpulkan pentolan-pentolan serikat pekerja/buruh Kota Batam. Mereka dijamu dalam sebuah jamuan makan malam di Hotel Harmoni One, Batam Centre. Hadir dalam jamuan itu pentolan-pentolan dari SPSI, SPMI dan SBSI Kota Batam.

Menurut Ahmad Dahlan, dalam pertemuan tersebut, sebagai Walikota Batam ia meminta para buruh mengurungkan niatnya turun ke jalan. Kalaupun harus turun ke jalan, jumlah massa diminta diminimalkan.

“Kalaupun harus demo, cukup perwakilannya saja. Biar buruh yang lain tetap bekerja, tidak ikut-ikutan demo,” katanya.

Wakil Walikota Batam, Rudi juga tak kalah optimisnya. Menurutnya, para pentolan serikat pekerja atau buruh sudah sepakat untuk tidak menurunkan massa dalam jumlah yang besar.

“Kita sudah bertemu dengan ketua-ketua serikat, mereka sudah setuju dengan permintaan kita,” ujar Rudi dengan PD (percaya diri) nya.

Seminggu sebelumnya, pihak Polresta Barelang yang menjamu para pentolan serikat. Diantaranya dikatakan dihadiri oleh pentolan SPSI, SPMI dan SBSI Kota Batam.

Jamuan makan siang yang dihadiri langsung Kapolresta Barelang, Karyoto ini berlangsung di Restoran Sea Food ternama di Kota Batam, Yongki.

“Serikat pekerja ditawarkan bantuan berupa koperasi untuk masing-masing serikat,” ungkap salah seorang sumber.

Namun sepertinya, pertemuan-pertemuan tersebut hanya sebatas upaya untuk menggagalkan ataupun mengurangi semangat pekerja turun ke jalan. Sekaligus, mengetahui jumlah kekuatan massa yang akan diturunkan massa buruh.

Sepertinya, pihak kepolisian trauma dan tidak mau kecolongan, sebagaimana dalam demo tahun sebelumnya, November 2011 lalu. Demo buruh berakhir rusuh dan sejumlah fasilitas serta pos polisi hancur dibakar massa.

Dibalik itu, polisi mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Mulai dari aparat dengan peralatan untuk menghadang pendemo, kendaraan water cannon, hingga memberitahukan ke seluruh perusahaan gerakan para demo.

Informasi detail diberikan ke perusahaan terkait jumlah massa pendemo, ruas-ruas jalan yang akan diblokade serta waktunya dan arah pendemo menuju Kantor Walikota dan DPRD Batam. Aparat TNI juga dikerahkan untuk menjaga kawasan-kawasan industri vital, seperti Kawasan Industri Batamindo, Panbil, Tanjung Uncang dan kawasan industri Batam Centre. (sec)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Batamindo Lumpuh

Read Next

Polisi dan Pendemo Nyaris Bentrok