• September 28, 2020

Kepri Juara III MTQ Nasional

TANJUNGPINANG, IsuKepri.Com — Kafilah Provinsi Kepri berhasil meraih juara III dalam Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) Nasional XXIV di Ambon, Provinsi Maluku. Sementara juara Umum diraih Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan juara II diraih Provinsi Banten.

“Alhamdulillah kafilah dari Provinsi Kepulauan Riau berhasil meraih peringkat ke III nasional setelah pada MTQ Nasional XXIII di Bengkulu meraih peringkat empat nasional,” kata Kepala Bagian Keagamaan Biro Kesra Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Mahadi Rahman saat dihubungi, Jumat (15/6/2012).

Sebanyak 17 jenis mata lomba dari 7 mata lomba yang dipertandingkan dalam kegiatan yang dilakukan sejak tanggal 8 Juni 2012 lalu hingga 15 Juni 2012 dan diikuti sekitar 5.000 peserta. Yakni Tilawah (Tartil, kanak-kanak, remaja, dewasa, cacat netra, dan qiraat sab’ah), mata lomba Hifzil (1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz), mata lomba Tafsir (Bahasa Arab, Bahasa inggris, dan Bahasa Indonesia), mata lomba Khat (Khiasan Mushaf, penulisan naskah, dan dekorasi), mata lomba Fahmil, mata lomba Syarhil serta mata lomba Menulis Memahami Kandungan Al-Quran (M2KQ).

Mahadi mengungkapkan, kafilah Provinsi Kepri berhasil mengumpulkan 6 medali emas, 4 perak dan 2 perunggu pada 12 kategori dari 42 kategori lomba yang dipertandingkan. Yaitu juara I Tilawah anak putri, juara I Tartil anak putri, juara I tafsir bahasa Indonesia putri, Juara I kategori tuna netra putra dan putri dan juara I Qiraat putri.

Kemudian juara II Tilawah anak putra, juara II Tartil anak putra, juara II tafsir bahasa Indonesia putra dan juara II Hifdzil Al Qur`an 5 juz putra. Serta juara III Hifdzil Al Qur`an 30 juz putra dan juara III tafsir bahasa Arab putri.

Khusus mata lomba Musabaqah Famil Qur’an yang diikuti sebanyak 31 Provinsi, kafilah Provinsi Kepri juga berhasil masuk final. Dengan kafilah yang terdiri atas Muh. Akmalul, Ali Alamsyah dan Zainal Abidin.

“Kepada para pemenang akan diberikan penghargaan berupa uang pembinaan, semoga lebih meningkat dari dua tahun lalu yaitu sebesar Rp50 juta untuk juara pertama, Rp30 juta untuk peraih juara kedua dan Rp25 juta untuk peraih juara ketiga,” katanya.

Selain menetapkan Provinsi DKI Jakarta sebagai juara umum, Dewan Hakim yang diketuai Said Munawar juga menetapkan 9 Provinsi lain masuk dalam 10 besar. Provinsi tersebut adalah Banten, Kepulauan Riau, Jawa Barat, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, Riau, Kalimantan Selatan dan Maluku.

Keputusan dewan hakim juga menetapkan sebanyak 7 pemenang terbaik pada pawai ta’aruf yang diikuti sebanyak 33 Provinsi di Indonesia. Yaitu Provinsi Jambi, Kepulauan Riau, Maluku, Jawa Timur, DKI Jakarta dan Maluku Utara. Sementara Provinsi Papua Barat dinyatakan sebagai peserta Favorite.

Raihan gelar kafilah Provinsi Kepri terus meningkat dalam setiap MTQ nasional yang diikuti sejak 2006 lalu. Dimana saat mengikuti MTQ Nasional pertama kalinya pada 2006 di Kendari, Provinsi Kepri menempati rangking delapan. Kemudian pada MTQ Nasional XXII di Banten pada 2008 menempati peringkat ketujuh.

Selanjutnya pada MTQ Nasional XXIII di Bengkulu naik keperingkat IV dan pada MTQ Nasional XXIV Ambon berhasil masuk tiga besar setelah DKI Jakarta dan Banten. Diharapkan pada MTQ Nasional XXV yang akan diselenggarakan di Kepri, kafilah Provinsi Kepri dapat meraih juara umum.

Setelah ditetapkan sebagai pemenang, para peserta langsung diberikan piala oleh Wapres, Boediyono, yang saat itu hadir untuk menutup Penyelenggaraan MTQ ke XXIV di Kota Ambon. Hadir pada penutupan itu antara lain Isteri Wapres ibu Herawati beserta rombongan, yang terdiri dari Menteri Agama, Menteri Sosial, sejumlah anggota DPR RI dari Komisi VIII, Ketua LPTQ Nasional, sejumlah Gubernur di Indonesia, Bupati/Walikota se-Maluku, Ketua Panitia MTQ, Anggota DPRD se Maluku, Pimpinan Umat Beragama, Para Latupati, Tokoh Masyarakat, Dewan Hakim, para peserta MTQ dan para undangan. (eki)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Ruli Digusur, Warga Kampung Agas Demo

Read Next

Beasiswa Yang Menui Konflik