• September 26, 2020

Pembelian Berlebihan Picu Kelangkaan BBM

BATAM, IsuKepri.Com — Pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan oleh masyarakat memicu terjadinya kelangkaan minyak di Kota Batam. Demikian dinyatakan Kepala Disperindag dan ESDM Kota Batam, Ahmad Hijazi dalam rapat koordinasi bersama pertamina dan hiswana migas di Batam Centre, Jumat (25/5/2012).

“Perilaku masyarakat yang membeli secara berlebihan inilah yang meyebabkan terjadinya kelangkaan BBM di Kota Batam,” kata Hijazi.

Menurut Hijazi, kelangkaan BBM tidak disebabkan banyaknya SPBU di Kota Batam. Hiswana Migas sendiri telah mengusulkan beberapa tawaran untuk mengantisipasi terus terjadinya kelangkaan. Diantaranya kartu fasilitas yang sempat dibuat akan digunakan dan akan dibahas ditingkat rapat pimpinan antar muspida.

Atas berkurangnya kuota, Hijazi mengaku sudah dua kali berkirim surat ke ke Hiswana Migas. Mengingat Batam merupakan satu-satunya yang mendapatkan pengurangan kuota hingga 30 persen. Sementara daerah lain di Provinsi Kepri, kuota BBM nya hanya dikurangi antara 5-10 persen saja. Bahkan untuk Kabupaten Kepulauan Anambas, kuotanya justru dilebihkan.

“Ini sepertinya tidak adil dan tidak fair. Karena bagaimana perjuangan yang telah kita lakukan di wilayah Batam untuk mendapatkan kuota BBM,” katanya kepada IsuKepri.Com.

Alasan Hiswana Migas juga dinilai tidak rasional. Dengan menyatakan pengurangan dikarenakan Batam sudah banyak SPBU pertamax. Sementara untuk memenuhi kebutuhan BBM di Batam tidak cukup hanya dengan sarana dan fasilitas, tapi juga dibutuhkan adanya aturan.

Sales Manager Area Pertamina Kepri, I Ketut Permadi juga menyatakan, kelangkaan BBM terkait berapa banyak kuota yang diberikan ke Batam. Tapi yang jelas, Pertamina sendiri telah melakukan upaya-upaya. Diantaranya megamankan agar tidak terjadi kegagalan suplai, menjaga kelancaran mobil tangki dari depot pertamina ke SPBU serta melakukan pengawasan dan pembinaan ke lembaga penyalur seperti SPBU. Dan meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak.

“Apa-apa yang menjadi domain pertamina akan dimaksimalkan,” ujar Ketut.

Ketut menjelaskan, sampai saat ini, Pertamina belum melakukan pengurangan pasokan selama penyaluran BBM dari Januari hingga Mei 2012. Realisasi suplai justru cenderung naik meskipun ada pengurangan kuota dari pusat.

Pada Januari 2012, Pertamina telah menyalurkan sebanyak 16.104 kilo liter premium. Kemudian meningkat pada Februari 2012 menjadi 16.368, Maret 18.342 kilo liter, April 16.708 kilo liter dan Mei direncakan tidak kurang dari 16.800 kilo liter solar. Kuota premium untuk 2012 hanya sebanyak 135.352 kilo liter, berkurang sangat signifikan dari kuota 2011 yang mencapai 186.571 kilo liter.

“Pada Maret 2012 penyalurannya meningkat, karena mengantisipasi rencana kenaikan BBM oleh pemerintah pusat, meskipun akhirnya tidak jadi naik,” ungkapnya.

Sementara untuk penyaluran solar, rata-rata di angka 6.500-6.600 kilo liter per bulannya. Kuota solar untuk 2012 hanya 74.843 kilo liter, berkurang dibandingkan kuota 2011 yang mencapai 85.954 kilo liter. (eki)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Kabupaten Bintan Masuk Penanganan Kawasan Kumuh 2013

Read Next

Efektifkan Layanan, BKKBN Launching Sentra KB