• September 25, 2020

Jelang Even Nasional TTG, Batam Masih Semrawut

BATAM, Isu Kepri.Com — Menjelang even tingkat nasional, penyelenggaraan Teknologi Tepat Guna (TTG) di Harbour Bay pada 10-14 Oktober, kawasan Jodoh-Batam masih semrawut. Hal Hal itu terlihat saat Wakil Walikota Batam, Rudi melakukan peninjauan ke kawasan Tos 3000, Jodoh, Senin (8/10/2012) kemarin.

Ratusan pedagang kaki lima (PK5) memenuhi sepanjang jalan mulai dari simpang Panorama Regency hingga Tos 3000 atau pasar pagi Jodoh. Di sisi kiri dan kanan jalan raya Tos 3000 penuh dengan kios-kios PK5, mulai pedagang berbagai baju bekas, sepatu hingga barang-barang elektronik.

Kawasan ini sudah mengalami beberapa kali penataan. Terakhir, penataan dilakukan terhadap para PK5 yang menjual sayur dan ikan dari kawasan Tos 3000 menuju kawasan Avava Freshmarket.

Namun tetap saja, setelah penataan usai, sedikit demi sedikit PK5 lain masuk ke area yang ditinggalkan PK5 sebelumnya. Semakin lama jumlahnya semakin banyak hingga memenuhi badan-badan jalan utama di kawasan Ramayana Jodoh hingga Tos 3000.

Atas kondisi itu, Rudi mewacanakan kebijakan untuk memindahkan ratusan PK5 Tos 3000 ke kawasan Pasar Angkasa. Pemindahan PK5 ke Pasar Angkasa dinilai tepat, karena hanya berjarak beberapa meter saja dari Pasar Tos 3000, Jodoh.

“PK5 yang menumpuk di Tos 3000 akan dipindahkan ke sini (pasar Angkasa). Kita akan desain lokasinya,” ujar Rudi.

Meski demikian, jelas Rudi, PK5 itu tidak asal dipindahkan. Pemko Batam akan terlebih dahulu menata lapak dagangan mereka agar teratur dan tidak mengganggu arus lalu lintas jalan.

Nantinya, para PK5 akan ditempatkan di lahan-lahan kosong yang ada di kawasan Pasar Angkasa hingga DC Mall Jodoh. Setelah dilakukan perbaikan terhadap kondisi jalan di sekitar kawasan Pasar Angkasa agar tidak mengganggu pelaku usaha lain. Seperti pelaku usaha di ruko-ruko sepanjang kawasan Tos 3000 dan Pasar Angkasa.

“Perbaikan jalan akan dilakukan agar pelaku usaha lain tidak terganggu,” ujarnya.

Kepala Dinas Tata Kota, Gintoyono Batong menyatakan, penataan PK5 sudah menjadi agenda nasional. Untuk menata kawasan kota agar terhindar dari kekumuhan.

Dengan adanya penataan, PK5 dapat memanfaatkan buffer jalan ataupun taman kota sebagai pusat jajanan, kuliner, souvenir dan lainnya. Namun pemanfaatan lokasi ini harus seizin Pemko Batam agar tidak merusak tata ruang.

“Mereka hanya bisa berjualan, tidak untuk tempat tinggal,” katanya.

Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional XIV di Batam pada 10-14 Oktober nanti, dipastikan batal dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Padahal, SBY dijadwalkan akan membuka pameran yang dipusatkan di pelabuhan Harbourbay, Batuampar tersebut. Belum diketahui secara pasti, alasan Presiden mengurungkan niatnya untuk membuka pameran di Batam

Pak Presiden tidak bisa ke Batam termasuk wapres, ujar Rudi kepada wartawan. (eki)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Bahas Kinerja Disdik, Komisi IV DPRD Berantam

Read Next

Lantik Amsakar, Dahlan Pojokkan Hijazi