• September 26, 2020

e-KTP Belum Digunakan di Pemilu 2014

BATAM, IsuKepri.Com — Anggota KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah menyatakan, dalam pemilu 2014 mendatang, e-KTP masih belum akan difungsikan. Penentuan daftar pemilih sementara (DPS) dan daftar pemilih tetap (DPT) akan didasarkan pada daftar agrerat kependudukan (DAK) dan DP4.

“e-KTP hanya sebatas pembanding saja dalam pemilu 2014, masih belum digunakan,” katanya dalam sosialisasi tahapan pemilu 2014 di Hotel Harris Batam Centre, Senin (13/8/2012).

Pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih ini akan dimulai pada 9 November – 9 Desember 2012. Diawali dengan penyerahan data kependudukan dari pemerintah dan pemerintah daerah kepada KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota serta data WNI di luar negeri. Penyerahan data kependudukan ini dilaksanakan oleh Mendagri, Gubernur, Bupati dan Walikota serta Menteri Luar Negeri pada 9 November – 9 Desember 2012.

Berdasarkan DAK yang diserahkan pemerintah, selanjutnya KPU bersama dengan pemerintah akan melakukan sinkronisasi data kependudukan dan data WNI di luar negeri. Sinkronisasi untuk mengecek data DAK ini dijadwalkan berlangsung selama 2 bulan, 9 Desember 2012 – 9 Februari 2013.

“Untuk penyerahan DP4 kepada KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah akan dijadwalkan pada 9 Februari 2013,” imbuhnya.

Dalam pemilu 2014, dibutuhkan sekitar 5 juta petugas demokrasi dari tingkat KPU pusat hingga PPS di seluruh Indonesia. Seluruh petugas ini dibentuk sebagai bagian dari aktifitas pemilu.

Dengan adanya tahapan yang dilakukan lebih awal, Ferry menginginkan permasalahan DPT sebagaimana terjadi pada pemilu sebelumnya bisa lebih ditekan. Peran serta parpol dan masyarakat juga diharapkan lebih meningkat, sebagai bagian penting bagi kesuksesan pemilu. Sehingga partisipasi pemilih juga semakin meningkat dalam pemilu 2014 mendatang.

“Target kita, tingkat partisipasi pemilih mencapai 75 persen secara nasional,” katanya.

Ketua KPU Provinsi Kepri, Dean Yealta menyatakan, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada parpol dan seluruh masyarakat. Sehingga bisa turut berperan dalam menyukseskan tahapan pemilu 2014 serta mengurangi persoalan yang kemungkinan terjadi.

“Pemahaman sejak dini diperlukan agar ada pemahaman tahapan demi tahapan Pemilu 2014, sehingga hasilnya akan lebih berkualitas,” katanya.

Anggota KPU Kepri, Tibrani juga berharap peran serta masyarakat dan parpol untuk bersama-sama mengawasi tahapan demi tahapan pemilu 2014. Sehingga semua persoalan tidak menumpuk di belakang, seperti permasalahan DPT.

“Dengan adanya pengawasan dari parpol dan masyarakat, persoalan akan bisa diantisipasi secara dini,” katanya. (eki)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Baru 4 Parpol Mendaftar ke KPU

Read Next

Buka Puasa Bersama, PWI Serahkan Kartu UKW