• September 25, 2020

Manifesto Untuk Presiden

BATAM – Aksi demo ratusan warga yang menamakan diri Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) di depan Kantor BP Kawasan menyambut kedatangan Presiden SBY ke Batam diakhiri dengan pembacaan Manifesto, Jumat (27/4/2012) sekitar pukul 10.15 WIB.

Adapun Manifesto Gebrak tersebut yakni menuntut Presiden SBY untuk segera menasionalisasi seluruh pengolahan sumber daya alam di Indonesia, mendesak SBY untuk membatalkan kenaikan harga BBM dengan alasan apapun, dan untuk kepentingan bangsa dan negara maka Pemerintah Indonesia mengambil kembali uang rakyat yang dirampok konglomerat hitam melalui BLBI yang saat ini bermukim di Singapura.

Hal ini mereka nilai sangat menyengsarakan rakyat, sehingga moment kedatangan SBY ke Batam disempatkan untuk menyampaikan aspirasi yang selama ini dinilai buntu.

Selanjutnya, pendemo juga mendesak Presiden SBY menghentikan proyek BLT atau BLSM karena merupakan pembodohan terhadap seluruh masyarakat Indonesia. Khusus di Batam, Presiden SBY diminta meninjau ulang FTZ yang lebih berpihak kepada pemilik modal.

“BP Kawasan dalam hal ini tidak peduli berapa banyak masyarakat yang sengsara, yang penting hitung-hitungan uang pas, maka semua lahan diberikan kepada pemilik modal,” papar Uba Ingan Sigalingging, ketua Gebrak dalam orasinya.

Untuk masalah korupsi yang dinilai sangat marak di Batam, pendemo juga mendesak Presiden SBY supaya segera menuntaskannya.

Banyaknya permasalahan lahan yang yang tak pernah ada kejelasan, sehingga pendemo mendesak presiden SBY untuk membatalkan alih fungsi hutan lindung Dam Baloi Batam, dan juga meminta presiden SBY memberantas mafia lahan di BP Kawasan yang jelas-jelas merusak dunia investasi.

“Ada dua permasalahan yang perlu dituntaskan di BP Kawasan ini, yang pertama pecat semua mafia-mafia lahan mulai dari pimpinan sampai bawahan, atau bubarkan sekalian. Presiden jangan takut terhadap BP Kawasan,” sebut Uba lagi.

Manifesto terakhir, menuntut Presiden SBY agar segera membuat kebijakan pemutihan lahan bagi warga miskin kota dan atas penindasan terhadap rakyat maka harus dilawan.

Setelah dibacakan, Uba Sigalingging sebagai ketua LSM Gebrak menyerahkan Manifesto tersebut kepada BP Kawasan dengan harapan akan disampaikan kepada Presiden SBY.

“Pernyataan sikap kami ini, akan kami serahkan kepada Presiden SBY melalui  BP Kawasan. Kami berharap Manifesto ini sampai langsung ke tangan Presiden,” tutup Uba sambil menyerahkan Manifesto dalam selembar map.

 

Sumber : BATAMTODAY

0 Reviews

Write a Review

Admin Isu Kepri

Read Previous

Markas Jemaat Ahmadiyah Batam Diserang

Read Next

Rossi Bakal Catatkan Rekor di Sirkuit Jerez