• September 28, 2020

Dua Minggu, Sampah Perumahan Tak Terangkut

BATAM, IsuKepri.Com — Tumpukan sampah yang tidak pernah terangkut selama lebih dua minggu, membuat masyarakat di kawasan perumahan GMP Kelurahan Duriangkang, Sei Beduk kecewa dengan kinerja Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam. Padahal untuk pembayaran uang sampah, telah dilakukan masyarakat secara rutin.

Di beberapa kawasan perumahan, masih banyak sampah teronggok di depan rumah-rumah warga. Seperti terlihat di perumahan GMP atau Hikari Permai Blok I, Blok K dan Permata Asri. Masih terlihat banyak sampah tergantung di depan rumah-rumah warga, yang diantara bagiannya banyak yang jebol serta menebar bau busuk dan ulat.

“Sudah lebih dua minggu sampah belum diangkut juga, padahal masyarakat aktif membayar uang sampah,” ujar Andri, salah seorang warga di perumahan GMP atau Hikari Permai Blok I.

Menurut Andri, tidak terangkutnya sampah ini terjadi untuk kesekian kalinya. Truk pengangkut sampah hanya mengutamakan untuk mengangkut sampah rumah tangga yang ada di pinggir-pinggir jalan raya.

Sedangkan untuk pengangkutan sampah di kawasan perumahan yang agak masuk ke dalam, truk sampah enggan memasukinya. Sehingga meskipun di sekitar jalan utama masuk perumahan GMP terlihat bersih dari tumpukan sampah, namun tidak dengan kawasan perumahan yang ada di dalam.

Amburadulnya penanganan sampah yang terjadi di Kota Batam ini semakin menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap kinerja DKP Kota Batam. Bahkan masyarakat akan beramai-ramai untuk memboikot dan sepakat tidak akan lagi membayar uang sampah.

“Percuma bayar sampah dengan rutin, kalau pelayanan yang diberikan hanya sebulan sekali sampah diangkut,” gerutu Andri.

Boikot masyarakat untuk ramai-ramai tidak membayar sampah, akan semakin mengancam penurunan target pendapatan DKP Kota Batam. Sementara untuk 2012 ini, target pendapatan DKP Kota Batam dari retribusi sampah sebesar Rp50 miliar hanya tercapai Rp19 miliar.

Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Aris Hardy Halim memperkirakan ada sekitar 40 persen masyarakat yang tidak membayar retribusi sampah. Akibat pelayanan dalam pengangkutan sampah yang belum mampu dilakukan DKP Kota Batam dengan baik. (eki)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Jamaah Haji Inhil Wafat di Tanah Suci

Read Next

Enam Pesan Bagi Petugas KB