• September 27, 2020

Polemik KPK dan Polri, Preseden Buruk Penegakan Hukum Indonesia.

Fokus, Isukepri.com – Polemik yanng terjadi antara KPK dengan Polri menyisakan tanda tanya besar dibenak masyarakat. Siapakah yang layak dan pantas untuk menyelesaikan dugaan kasus korupsi tersebut. Namun tidak hanya pantas atau layak namun haruslah sesuai dengan prosedur serta aturan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus dugaan korupsi simulator di Korps lalu Lintas Polri ini pun kian memanas dengan banyaknya dukungan dari masyarakat agar penyelesaikan kasus dilimpahkan sempenuhnya kepada KPK. KPK sebagai sebuah lembaga adhock dianggap paling pantas dalam penangganan kasus yang ditengarai merugikan negara hingga ratusan milyar itu.

Banyak pihak yang kemudian ingin mengambil peran dalam permohonan uji materi UU KPK No 30 Tahun 2002 ke Mahkamah Konstitusi. Seperti yang diketahui, awalnya Yusril Iza Nahendra, Mantan Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia menilai jika Polri memiliki kewenangan lebih tinggi dari KPK, namun akhir-akhir ini pernyataan tersebut sudah berbalik arah.

Namun lebih dari sebuh kontroversi penanganan kasus Simulator tersebut, ada hal yang lebih besar yakni preseden buruk penegakan hukum di Indonesia. Apapun namanya dalam kasus ini yang dirugikan adalah masyarakat Indonesia, masih banyak rakyat yang jauh dari rasa kesejahteraan dan keadilan. Dan tentunya yang paling diuntungkan adalah para koruptor yang bersembunyi dibalik kekisruhan kasus ini.

Bagi penulis, menganalogikan kasus ini adalah seperti mengilustrasikan pada tataran yang sederhana. Apabila kasus ini ditangani pada sesama korps maka akan jauh lebih rumit dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada penegakan hukum akan lemah, terutama kepada institusi Polri. Seharusnya saat ini yang kita harapkan adalah memberikan kepercayaan penuh kepada KPK untuk mengusut tuntas kasus ini. Karena hingga saat ini KPK memiliki presyasi yang cukup baik dalam penanganan kasus, walaupun masih ada beberapa kasus yang menjadi PR bagi KPK seperti century dan lainnya.

Namun semua itu semua kembali kepada semangat untuk pemberantasan korupsi sampai kepada akarnya. (Suprapto/Direksi Isukepri, Ketua Komunitas Merah Putih Kepri)

0 Reviews

Write a Review

suprapto

Read Previous

Prabowo \”Pantas\” jadi Capres 2014

Read Next

Natuna Tambah 5 Angkot untuk Atasi Mudik Lebaran