Tag Archives: Sekdaprov Kepri

Bandingkan Pejabat, Baharuddin Kecam Statement Sekdaprov Kepri

TANJUNGPINANG, ISUKEPRI.COM – Ketua DPD Angkatan Muda Thareqat Islam (AMTI) Provinsi Kepulauan Riau Baharuddin Rahman mengecam statment Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, T.S.Arif Fadillah beberapa waktu yang lalu disalah satu media yang mengatakan bahwa Pejabat Kabupaten Karimun lebih unggul di bandingkan pejabat di luar Karimun termasuk di Provinsi Kepulauan Riau.

Sebagaimana dikutip dari Lendoot.com (kamis, 9/3/2017) pada acara Korpri Kabupaten Karimun, Sekdaprov Kepri dalam sambutannya menyatakan bahwa “SDM Pejabat Pemkab Karimun lebih unggul dari Pejabat di Provinsi Kepri” kemudian diteruskan dengan kalimat Saya sering ungkapkan, kalau SDM kita (Kabupaten Karimun) memang lebih unggul. Tapi giliran orang Karimun jadi, sibuk semua”.

“Kita sangat mengecam Statment Sekdaprov Kepri sampai bicara seperti itu. Apa indikator yang beliau gunakan dalam melakukan penilaian seperti itu?  Kalau bicara tingkat pendidikan (S2 dan S3) sebagai indikatornya, saya rasa tidak cukup hal tersebut  sebagai jaminan bahwa kualitas seorang pejabat dapat dinilai apalagi sampai melakukan perbandingan dengan pejabat lainnya ” ujar Baharuddin, Jumat (10/3) di Tanjungpinang.

“Pak Arif Fadillah seharusnya sadar bahwa hari ini dia adalah Pejabat Provinsi Kepulauan Riau, orang nomor 1 dalam OPD di Kepri ini.  Ini Provinsi Kepri dimana ada 7 Kabupaten Kota didalamnya. Jadi hati hatilah dalam mengeluarkan statment, jangan asal bunyi tanpa ada indikator penilaian yang jelas,” lanjut dia.

Jika ingin memotivasi Pejabat di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau maupun di wilayah Kabupaten Kota yang ada di Kepri, tidak perlu lah harus membanding bandingkan karena bisa menimbulkan multi persepsi dan sentimen kedaerahan.

DPD AMTI Provinsi Kepulauan Riau meminta Sekdaprov Kepri harus segera mengklarifikasi Statment nya tersebut, jika benar itu beliau katakan maka beliau harus punya alasan bahkan data valid sehingga bisa membanding bandingkan seperti itu.

“Jangan bicara tingkat pendidikan lah sebagai indikatornya, apakah semua pejabat yang mengambil S2 dan S3 ada jaminan punya kualitas yang baik dibandingkan yang cuma S1 dalam mengelola tata pemerintahan? Kita juga perhatikan kok bagaimana provinsi kepri hari ini semenjak Pak Arif jadi Sekda, banyak yang gak beres juga dalam penataan administrasi pemerintahan, salah satunya yang paling nyata itu soal pelantikan pejabat OPD Kepri yang sempat menimbulkan banyak masalah dan berujung pada hak interpelasi DPRD Kepri,” ujar Baharuddin.

Sekdaprov Serahkan Kasus PTT Narkoba di Proses Hukum

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepulauan Riau, Robert Iwan Loriaux, akan menyerahkan kasus oknum Pegawai Tidak Tetap (PTT) dilingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, berinisial HK yang ditangkap pihak Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang lantaran terlibat narkoba, untuk di proses hukumnya.

Sebelum itu, kita butuh pembuktian dulu terhadap tersangka HK yang mengaku sebagai PTT dilingkungan Pemprov Kepri. Jika pembuktiannya benar, maka kita akan serahkan sepenuhnya untuk ke proses hukum selanjutnya, ujar Plt Sekdaprov Kepri, Robert Iwan Loriauax, Jumat (3/1) kepada IsuKepri.com.

Dalam hal itu, kata Sekdaprov, Pemerintah Provinsi Kepri tentu akan memberi sanksi terhadap PTT yang terlibat narkoba tersebut.

Pada intinya, PTT yang terlibat narkoba akan diberikan sanksi. Namun, saat ini kita serahkan dulu sepenuhnya ke proses hukum yang berlaku. Untuk itu, kita tunggu dululah hasil pemeriksaan dari kepolisian, katanya.

Sebelumnya, Kepolisian Resort (Polrest) Tanjungpinang, membekuk dua oknum Pegawai Tidak Tetap (PTT), satu orang diantaranya merupakan oknum PTT dilingkungan Pemprov Kepri berinisial HK, dan satu orang oknum PTT dilingkungan Pemko Tanjungpinang berinisial IJ, serta satu orang mahasiswi berinisial SS. Mereka digerebek pihak kepolisian, saat pesta narkoba di kamar 309 Hotel Shangrila di Jalan Gudang Minyak, pada Sabtu (21/12) sekitar pukul 20.00 WIB.

Atas perbuatannya, para tersangka saat ini mendekam di sel tahanan Mapolres Tanjungpinang. (ALPIAN TANJUNG)