Tag Archives: Riama Manurung

Timsel BAWASLU Kepri Tetap Lanjutkan Pencarian \”Manusia Setengah Malaikat\”

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Tim Seleksi Calon Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Provinsi Kepulauan Riau akan terus melakukan tahap demi tahap proses pencarian manusia setengah malaikat yang akan bertugas mengawasi jalanya pemilihan umum di Kepulauan Riau. Sekretaris Timsel, Adji S. Muhammad mengatakan setelah melakukan pemeriksaan keabsahan dan legalitas berkas calon pendaftar, Timsel telah melakukan Pleno penetapan nama-nama yang dinyatakan telah memenuhi syarat sebagaimana yang telah diumumkan sebelumnya.

“Pada tahap penerimaan berkas, Timsel menerima sebanyak 84 berkas dan setelah dilakukan pemeriksaan keabsahan dan legalitas hanya 43 yang dinyatakan lolos. Semua tertuang dalam surat keputusan Timsel Nomor : 20 /TIMSEL/BAWASLU-KEPRI/VIII/2017 tentang Hasil Seleksi Administrasi Calon Anggota Badan Pengawas Pemilu Provinsi Kepulauan Riau Masa Jabatan 2017-2022,” jelas Adji, Selasa (8/8).

Jika kemudian, lanjut Adji, banyak yang bertanya terkait nama-nama yang dicoret dari daftar hingga hampir separuh nama yang dibuang. Adji menjelaskan dirinya dan rekan-rekan yang tergabung dalam Timsel memang benar-benar berpedoman pada ketentuan persyaratan yang berlaku.

“Pada prinsipnya Timsel tidak main-main terhadap proses dan tahapan penjaringan dan penyaringan calon anggota Bawaslu Provinsi Kepri. misalnya terkait dengan umur, dikatakan bahwa minimal umur 30 tahun, jika ada pelamar yang usianya pada saat mendaftar kurang 1 hari saja, maka Timsel akan mencoret nama yang bersangkutan dari daftar. lanjut Adji.

Apalagi terkait dengan syarat lainya seperti kejujurannya dalam mencantumkan daftar riwayat hidup, legalisir ijazah, surat keterangan dari Pengadilan Negeri tentang tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.  “Kemudian, surat pernyataan mengundurkan diri dari jabatan politik, jabatan di pemerintahan, dan BUMN/BUMD pada saat mendaftar sebagai calon,” jelas dia lagi.

“Semua kita teliti satu persatu dan seluruh Timsel memeriksa satu persatu berkas pendaftar. Artinya satu berkas diperiksa oleh seluruh Timsel. Dengan demikian jika ada ketidaksesuaian dalam memeriksa berkas pelamar tersebut akan dibuka kembali pada saat Pleno,” tegas Adji.

Terhadap dugaan adanya pelamar yang dinyatakan lolos namun tidak melengkapi berkas, Ketua Timsel Bawaslu, Riama Manurung ditempat yang sama mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki bukti dan semuanya dinyatakan telah memenuhi syarat administrasi.

“Kami menghimbau kepada pihak-pihak yang tidak terima dengan proses seleksi untuk dapat mengirimkan surat keberatan secara resmi melalui jalur-jalur yang telah ada baik secara langsung maupun tidak langsung,” tegas Riama.

Riama juga menyinggung atas pemberitaan negatif terhadap Timsel Bawaslu akhir-akhir ini, menurutnya media sebagai salah satu pilar demokrasi tidak melakukan propaganda atau membangun opini sesat yang akan merusak suasana kondusif masyarakat Kepulauan Riau.

“Timsel siap mempertanggungjawabkan seluruh proses dan tahapan kepada Bawaslu RI setelah tahap demi tahap dilalui. Kami, Timsel berprinsip Kalau Bersih Kenapa Risih”, sejauh seluruh tahapan sudah sesuai prosedur dan indikator yang kami gunakan dapat dipertanggungjawabkan maka Timsel tidak akan mundur walaupun tekanan demi tekanan datang silih berganti,” tandas Ketua Timsel Bawaslu, Riama Manurung.

Timsel mengaku sudah mengetahui siapa di balik pemberitaan tersebut, disinyalir yang bersangkutan adalah salah satu pelamar yang tidak terima karenanya namanya dicoret dari daftar. Berdasarkan hasil pemeriksaan keabsahan dan legalitas serta ditambah informasi yang masuk ke Timsel, yang bersangkutan dinyatakan tidak jujur. Ketidak jujuran tersebut karena yang bersangkutan menyembunyikan biodata diri yang dianggap Timsel sangat vital. Tak hanya itu, yang bersangkutan juga tidak melengkapi berkas berupa Ijazah yang di legalisir. (*)

Lintas Organisasi Perempuan Kota Batam Tolak Kehadiran Dolly

Batam, Isukepri.Com – Lintas Organisasi Perempuan Kota Batam dalam hal ini menyatakan sikap terhadap Dolly yang akan datang ke Kota Batam ini. Untuk itu, Lintas Organisasi Perempuan Kota Batam, Aktivis perempuan Kota Batam, Mahasiswa/i, dan elemen masyarakat Kota Batam, mengharapkan Pemerintah Kota Batam dan Dinas terkait adapun sikap ini diambil bersama seluruh masyarakat dapat mengantisipasi terjadinya hal tersebut.

Dengan mengambil langkah langkah kongkrit untuk mencegah Eksodus PSK Dolly tersebut masuk ke Batam, salah satunya dengan menjaga pintu pintu masuk ke Kota Batam, seperti Pelabuhan dan Airport serta mempropagandakan, bahwa Batam menolak Eksodus Dolly.

“Mendukung keberanian Bu Risma sebagai Walikota Surabaya yang berhasil menutup Dolly dan sangat mengharapkan, Walikota Batam dapat bertindak tegas seperti Walikota Surabaya, terutama dengan menolak secara tegas eksodus PSK Dolly,” kata , Erni Witri dan Harni Subhiarni, SE, Koordinator pertemuan Lintas Organisasi Perempuan, Minggu (22/6).

Erni Witri menambahkan, Dolly merupakan salah satu lokalisasi terbesar di Asia, namun Bu Risma berhasil menutupnya.

“Kita sangat salut namun sebaliknya, kita prihatin mendengar bahwa Batam merupakan salah satu target eksodus PSK (Pekerja Seksual) Dolly,” katanya.

Erni Witri sangat kecewa dengan pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Sosial dan Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Batam, Minggu (22/6) dikutip dari Koran Haluan Kepri yang malah terkesan welcome terhadap eksodus Dolly bahkan seperti menawarkan peluang untuk kedatangan mereka Di Kota Batam.

“Kepri merupakan Provinsi tertinggi ketiga terbanyak mengidap HIV/AIDS. Apakah kita akan membiarkan kedatangan PSK tersebut,” katanya.

Dalam acara ini hadir juga, Misharti S.Ag perwakilan dari Wanita Islam, Riama Manurung, SH, MH dari FORHATI, Rosdiana perwakilan dari HMI Cabang Batam. (Cahya).

Wali Murid Kesal Melihat Anaknya Ditelantarkan Panitia

Batam, Isukepri.Com – Riama Manurung selaku Wali murid dari salah satu pemain kompang, untuk memeriahkan acara penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Nasional yang ke-25 menuai keprihatinan kepada nasib anaknya yang ditelantarkan panitia.

Riama mengatakan, penelantaran anak-anak yang sedang latihan kompang sampai tengah malam dini hari, padahal dijanjikan akan diistirahatkan di Asrama Haji sejak jam 13.00 WIB siang tadi oleh panitia.

“Anak-anak sudah kumpul katanya mau disuruh tidur dulu sampai jam 00 baru mulai latiha sampai jam 03, ternyata anak2 SMP itu hanya dibiarkan duduk2 di tenda yg ada di Pemerintah Kota (Pemko) Batam, keterlaluan Panitia itu,” kata Riama yang juga sebagai salah satu Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Batam, Jumat (13/6) di Engku Putri – Batam.

Menurut Riama sebelumnya juga begitu, latihan setiap sore sampai malam dari jam 18.00 WIB sampai jam 23.00 WIB, tidak diberikan minum apalagi makanan,  keterlaluan.

Riama sebagai salah satu orang tua murid mengaku sangat mengecam cara panitia memperlakukan anak-anaknya.

Sementara, pihak sekolah juga tidak memberikan informasi yang jelas terkait kegiatan latihan tersebut, bahkan saat pembukaan yang lalu anak-anak kompang itu tidak diberi makan, padahal sejak jam 16.00 WIB sore sudah berkumpul di lokasi.

“Jam 23.30 setelah selesai acara pembukaan barulah saya bawa anak saya makan, betapa tidak manusiawinya panitia itu,” paparnya.

Riama juga sudah banyak mendengar keluhan orang tua murid lainnya tentang latihan dan juga acara MTQ Nasional.

“Para wali murid lainnya pada mengadunya ke Saya, tentang keluhan-keluhan tersebut,” katanya. (Cahya)