Tag Archives: Perekonomian Kepri

Syamsul Bahrum: Perekonomian Kepri Sangat Bergantung pada Batam

Batam, Isukepri.com – Asisten II Ekonomi Pembangunan Provinsi Kepri, Syamsul Bahrum mengatakan bahwa perekonomian Kepri sangat bergantung pada Batam dengan besaran kontribusi 60,82%, diikuti Natuna (8,76%) yang bertumpu pada sektor pertambangan.

Hal ini disampaikan Syamsul Bahrum saat menjadi pemateri dalam seminar Ekonomi dengan tema “Pertumbuhan Ekonomi Kepri, Peluang dan Tantangannya Kedepan” yang digagas oleh BEM UNRIKA Batam, Rabu malam (27/12).

Dominasi Batam sebagai motor penggerak ekonomi sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Kepri, maka menurutnya harus ada pemerataan pembanguanan di kabupaten/kota lainnya secara lebih optimal melalui strategi pembangunan yang merata.

“Pembangunan dilaksanakan dengan pendekatan strategi dual track, yakni BBKT (Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang) dan NAL (Natuna, Anambas, dan Lingga). Saat ini Pemprov sedang mempercepat pelaksanaan pembangunan wilayah BBKT agar sejajar dengan kawasan-kawasan yang sudah lebih maju dan sejahtera. Sementara NAL harus mengembangkan sentra-sentra ekonomi yang sesuai dengan potensi dan agro ekositem dominan,” jelas dia.

Tak hanya itu, kata Syamsul, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kepri memerlukan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Pemerintah sedang merencanakan pembangunan Jembatan Batam-Bintan, KEK Tanjung Sauh, Pengembangan Batu Ampar, Hang Nadim, KEK Pariwisata di Bintan, KEK Pulau Asam di Karimun, dan Pelabuhan Pertambangan Tanjung Mocco di Tanjungpinang,” terangnya lagi.

Dalam hal ini menurutnya perlu dukungan pemerintah pusat melalui Keppres tentang penetapan proyek strategis nasional di Kepri untuk proyek jembatan Batam-Bintan, Container port Tanjung Sauh, Port of Batu Ampar, dan Hang Nadim Aeroocity.

“Karena keberadaan infrastruktur yang layak di Kepri sifatnya sudah mendesak untuk menopang pertumbuhan ekonomi Kepri di tahun depan,” tutupnya.

Kegiatan seminar ekonomi tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I UNRIKA Batam, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Gusti; Ketua Majelis Ekonomi Muhammadiyah, Wahyudi; dan Ketua Tim Ekonomi Kadin Batam, Gita Indrawan.

Perekonomian Kepri Melambatan Awal Triwulan 2015

Batam, IsuKepri.com – Dalam siaran pers Bank Indonesia (BI) mengenai kajian ekonomi dan keuangan regional triwulan IV untuk tahun 2014 lalu, diperkirakan perekonomian Kepri masih melambat pada triwulan I tahun 2015. Hal itu diungkapkan oleh Pimpinan Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra, kemarin.

Gusti mengatakan, hal itu juga diperkirakan dipengaruhi rendahnya konsumsi masyarakat di awal tahun.

“Masih terbatasnya belanja pemerintah termasuk belanja modal serta kinerja ekspor yang relatif masih akan rendah diawal tahun. Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan I 2015, diperkirakan pada kisaran 7,3 persen hingga 7,5 persen,” ujar Gusti.

Gusti juga mengatakan, perlambatan laju inflasi terutama akan bersumber dari kelompok administered price yaitu bensin, solar dan tarif angkutan yang mengalami penurunan tarif pada Januari lalu.

“Perlambatan laju inflasi juga akan bersumber dari kelompok volatile food, seiring terjadinya penurunan harga komoditas cabai dan sayur – sayuran,” tambahnya.

Mengenai risiko tekanan inflasi, terutama terkait prospek harga minyak dunia yang akan mempengaruhi harga BBM serta depresi nilai tukar yang memberikan tekanan pada kelompok inti, sudah dicermati dan mempertimbangkan sejauh mana pengaruh untuk inflasi di Kepri pada triwulan I tahun 2015.

“Mencermati perkembangan IHK, laju inflasi triwulan I 2015, diperkirakan berada pada kisaran 5,9 persen hingga 6,2 persen (yoy),” tutupnya. (SUTIADI MARTONO)

Harry Sebut Perekonomian Kepri Bisa Rangking III

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Wakil Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Harry Azhar Azis menyebutkan, tingkat perekonomian Provinsi Kepulauan Riau bisa mencapai ranking III dari rangking 10 Se-Indonesia.

Hal itu bisa tercapai, jika dikelola dengan baik dan benar, ujar Harry, Jumat (11/10).

Kepada IsuKepri.com, Harry menjelaskan, untuk pencapaian rangking III besar tersebut, dapat melalui penerapan konsep Undang – Undang Free Trade Zone (FTZ)/ UU perdagangan bebas dan pelabuhan bebas tersebut benar – benar diterapkan dengan konsisten.

Baik dari Dewan Nasional Kawasan yang dipimpin oleh Menko Perekonomian, Dewan Kawasan yang dipimpin oleh Gubernur Kepri dan masing – masing BP Kawasan yang berada di Batam, Bintan, Tanjungpinang dan Karimun, katanya.

Harry mengutarakan, selain itu juga, pola anggaran belanja mulai dari Pusat, Provinsi hingga ke Kabupaten/ Kota harus pro pada pembangunan infrastruktur dan kesejahreaan rakyat.

Begitu juga dengan pola perizinan. Hal itu juga, sebaiknya dipusatkan di Dewan Kawasan atau di beberapa BP Kawasan, ujarnya

Selain itu, kata dia, perindustrian yang telah berkembang di beberapa Kabupaten/ Kota di Kepri, baik itu dari perdagangan dan keuangan agar terus ditingkatkan.

Hal itu juga, dilakukan dengan konsisten serta penuh kepastian agar rangking perekonomian di Kepri bisa mencapai rangking III Se-Indonesia, ucapnya. (ALPIAN TANJUNG)