Category Archives: Kepri

Kepri

RM. Mega Bintan, Rajanya Soup

Bintan, Isukepri.com –  Bila anda pernah berkunjung ke Kabupaten Bintan menyusuri jalan lintas barat, ada sebuah rumah makan RM. Mega Bintan yang berada di tikungan setelah anda melewati persimpangan menuju pusat pemerintahan kabupaten Bintan di Bintan Buyu.

Ya rumah makan dengan nuansa sederhana tersebut menjual Soup sebagai menu andalan dan terfavoritnya. Bahkan rumah makan berwarna orange tersebut memasang baliho bilboard berukuran 2 x4 meter bertuliskan “Jagonya Sop”. Letaknya yang berdekatan dengan komplek perkantoran pemerintahan, membuat rumah makan ini selalu terlihat ramai pengunjung.

Sop Mega Bintan 3

Pemilik Rm. Mega Bintan mengatakan bahwa usaha Soup ini merupakan usaha turun temurun yang dahulunya dikelola oleh orang tuanya. “ya ini semua tak lepas dari usaha dan jerih payah orang tua yang merintis sedari dulu. awalnya tempat usaha ini di KM.50 jalan lama. sekarang karema sudah ada jalan lintas barat, kami membuka cabang di sini,” ujar pria berkacamata tersebut.

Posisi yang strategis ditengah jalur sepanjang jalan lintas barat menjadikan rumah makan Mega Bintan sebagai tempat persinggahan dan peristirahatan sementara oleh para pengendara sambil menikmati nikmatnya makanan minuman yang di jual.

Salah satu pengunjung, Ari mengungkapkan bahwa Soup yang di jual di RM. Mega Bintan memiliki rasa yang unik dan enak sehingga membuatnya ingin kembali lagi ke sini untuk mencicipi kembali Soup ayam di Mega Bintan.

“Soup nya enak sekali, lebih segar dan kuah yang bumbunya begitu terasa di lidah, asli enak. Kapan-kapan pasti kemari lagi”. sebut pria berambut ikal pendek tersebut.

Sop Mega Bintan

Ari sendiri sudah beberapakali melewati jalan yang ada di depan Mega Bintan, namun baru kali ini mencoba menikmati Soup buatan anak Bintan.

“Kalau lewat sini sih sering, tapi nangkring dan makan disini baru saat ini” tambahnya.

Jaya PKL Bintan, Koperasi Para Pedagang di Pasar Bintan Timur

Bintan, Isukepri.com – Koperasi Jaya PKL Bintan merupakan koperasi yang mengelola dan mengayomi para pedagang kaki lima serta pasar di Kijang, Kecamatan Bintan Timur. Koperasi ini didirikan oleh Usman dan beberapa pengurus lainnya pada tahun 2011 silam dengan kategori simpan pinjam, pengelolaan zakat, dan pengelolaan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Pasar khususnya Pasar Baru Barek Motor, Kijang-Bintan. Keberadaan kantor Koperasi PKL Bintan ini berada di pasar baru Barek Motor RT 002 RW 08

“Awal berdirinya koperasi ini, aset kami sekitar 68 juta dan setelah berjalan alhamdulillah omset yang kami dapatkan ditahun pertama sebesar 3 juta rupiah, karena anggota koperasi masih sedikit,” jelas Usman, pria kelahiran Belitung, 15 Desember 1965 tersebut.

Saat ini, kata Usman, jumlah pedagang yang menjadi anggota dari koperasi Jaya PKL Bintan sebanyak 79 orang yang terdiri dari pedaganang kaki lima, pedagang sayuran, pedagang ikan, dan pedagang lainnya yang beroperasi di Pasar Barek Motor dan Pasar Inpres.

Sejak berdiri, koperasi Jaya PKL Bintan sudah banyak mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah maupun dari kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Tentunya hal ini sangat membantu dalam mengembangkan dan meningkatkan omset koperasi.

“Tahun 2012 kami mendapatkan bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI dalam bentuk pembangunan 24 kios ukuran 3mx4m yang kini kami sewakan. Kemudian di tahun 2014 pemerintah daerah Kabupaten Bintan juga memberikan bantuan berbentuk kanopi dengan ukuran 10mx20m,” terang Usman lagi.

Kemudian di tahun 2016, lanjut Usman selaku ketua Koperasi, dirinya mencoba mengembangkan koperasi ini dengan menjalin kerjasama dengan BUMD melalui PT. Bintan Inti Sukses (PT.BIS) dalam pengelolaan Pasar Barek Motor dan Pasar Inpres Kijang. Pengelolaan Pasar ini diberikan kepada Koperasi Jaya PKL Bintan dengan syarat dan perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak tadi.

“Jadi Pasar Barek Motor dan Pasar Inpres yang semula dikelola oleh BUMD melalui PT. BIS, pada tahun 2016 kami ambil alih dengan perjanjian yang kami sepakati bersama. Adapun jumlah keseluruhan lapak dan kios di kedua pasar tersebut adalah 322 buah,” jelas Usman di Kantor Koperasi Jaya PKL Bintan.

Kerusakan dan keluhan yang dirasakan oleh anggota koperasi dan pedagang merupakan tanggung jawab dari pihak koperasi Jaya PKL Bintan. Pedagang dan anggota koperasi yang menggunakan fasilitas pasar pun berkewajiban membayar uang sewa sebesar 200ribu per bulannya, harga sewa ini sudah termasuk dengan penggunaan listrik dan air.

“Mereka (anggota koperasi dan pedagang) hanya kami kenakan tarif sewa sebesar 200ribu sudah termasuk dengan penggunaan air dan listriknya. Tak itu saja, semua kerusakan dan keluhan dari mereka semua menjadi tanggungjawab kami sebagai pengelola, mereka cukup lapor dan sampaikan ke kami, kami akan segera menindaklanjuti apa yang mereka sampaikan,” kata Usman tegas.

Usman menerangkan bahwa pedagang yang berkeinginan menjadi anggota koperasi diharuskan membayar simpanan pokok sebesar 200ribu dan simpanan wajibnya sebesar 20ribu per bulannya. Kemudian diakhir tahun anggota koperasi berhak menerima Sisa Hasil Usaha (SHU) dari keuntungan bersih koperasi sebesar 40%.

Menurut Usman kedepan dirinya dan jajarannya di Koperasi Jaya PKL Bintan akan terus melakukan pengembangan koperasi seperti usaha pendistribusian barang ke pulau-pulau terdekat serta menambah unit usaha untuk para petani dan nelayan khususnya di Kecamatan bintan Timur. Dalam pengelolaan koperasi, Usman mengaku sudah memperkerjakan sebanyak 6 orang karyawan yang memiliki tugas masing-masing.

“Harapan kami sebagai pengelola, kami ingin mempertahankan serta meningkatkan pelayanan kepada anggota koperasi. Kemudian kami juga berharap kepada pemerintah daerah sudi melakukan kegiatan atau even dengan mengunakan tempat dan fasilitas yang kami miliki, dengan harapan bisa mendongkrak kemajuan koperasi dan kesejahteraan anggota dan pedagang kami,” tutupnya. (*)

Pengelola Koperasi Wanita (Kopwan) Kepri Dibekali Pelatihan Perkoperasian

Batam, Isukepri.com – Dalam rangka melatih dan memberikan pengetahuan kepada pengelola koperasi wanita (kopwan) di Provinsi Kepulauan Riau. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Koperasi dan UKM menyelenggarakan pelatihan perkoperasian kepada 30 insan koperasi wanita di Hotel Sahid –Batam.

Hadir langsung dalam kesempatan ini Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Agusnawarman, M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kepri, Misni, SKM dan perwakilan Kemeterian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Lely Iswendari, S.Kom, M.Si dan beberapa pejabat dan staf dilingkungan Dinas Koperasi dan UKM Kepri.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Agusnawarman Memberikan sambutan sekaligus membuka acara Pelatihan Perkoperasian Bagi Koperasi Wanita Tahun 2018

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Agusnawarman Memberikan sambutan sekaligus membuka acara Pelatihan Perkoperasian Bagi Koperasi Wanita Tahun 2018

Pelatihan Perkoperasian Bagi Koperasi Wanita tahun 2018 tersebut akan berlangsung selama 5 hari terhitung dari tanggal , 13 November 2018 sampai dengan tanggal 17 November 2018, dengan narasumber yang berasal dari Kementerian Koperasi dan UKM RI dan DP3AP2KB Kepulauan Riau.

Dalam kesempatan ini Kadis Koperasi dan UKM Kepri, Agunawarman menyampaikan dalam sambutannya bahwa dengan mengikuti pelatihan ini para peserta diharapkan dapat mengelola koperasi dengan baik dan benar dalam rangka menghidupkan dan mengembangkan perkoprasian khususnya koperasi wanita.

Kegiatan Ini penting dilakukan karena melalui koperasi yang berkualitas, maka produktivitas perempuan akan bisa ditingkatkan dan cita-citanya bisa diwujudkan, katanya.

Selanjutnya Agusnawarman kembali berharap setelah mengikuti kegiatan ini untuk segera merealisasikan dan mengimplementasikan materi-materi yang disampaikan narasumber sehingga kegiatan perkoperasian dapat terus berjalan secara baik dan berkesinambungan.

Banyak hal yang bisa diadopsi dan diimplementasikan dari koperasi wanita ini, sehingga bisa berpengaruh nyata pada peningkatan kinerja koperasi melalui pemantapan kelembagaan, pengembangan usaha, dan pelayanan bagi anggotanya, tegasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kepulauan Riau, Misni dalam materinya menyebutkan bahwa salah satu cara peningkatan ekonomi keluarga melalui peran perempuan dapat tercipta jika mereka berusaha secara berkelompok dalam bentuk koperasi. Selain itu, melalui koperasi kaum perempuan akan memiliki suatu wadah untuk memenuhi kebutuhan anggotanya, khususnya perempuan itu sendiri.

Lewat koperasi perempuan bisa menghasilkan sesuatu secara bersama-sama serta memiliki akses lebih untuk mendapatkan fasilitas dan kemudahan. Sehingga dengan segala keberuntungan ini nantinya akan bermuara pada peningkatan taraf hidup keluarganya, tukasnya.

Es Buah Bang Boy, Solusi Segar Pereda Panas

Tanjungpinang, Isukepri.com – Es buah merupakan minuman dingin dari perpaduan aneka ragam buah-buahan. Es buah dipercaya bisa sedikit meredakan rasa panas dan dahaga, serta memberikan berbagai hasiat bagi tubuh yang berasal dari kandungan didalam buah. Buah memiliki banyak khasiat untuk manusia karena didalamnya terkandung vitamin, gizi, serat, dan lainnya yang baik untuk dikonsumsi.

Bicara mengenai es buah sebenarnya bukanlah jajanan kuliner baru, namun es buah memang menjadi salah satu minuman pilihan untuk meredakan rasa dahaga dan menyegarkan tubuh, apa lagi jika cuacanya panas. Kuliner es buah memang cocok dijual dan dinikmati saat cuaca sedang panas, namun tidak menutup kemungkinan ada yang merasa panas pada saat cuaca sedang dingin (musim hujan).

Es buah Bang Boy merupakan salah satu usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak dibidang kuliner, menyediakan minuman dingin berupa es buah. Keberadaannya di Kota Tanjungpinang, jalan RH. Fisabilillah batu 5 atas, samping SMK Pembangunan tepat di pertigaan jalan damai. Keistimewaan es buah Bang Boy ini terletak pada komposisi aneka ragam buah, krimmer, air gula, dan tambahan lainnya. Adapun buah yang digunakan didalam es buah Bang Boy terdiri dari buah; Semangka, Pepaya, Melon, Alpukat, dan Naga. Kemudian campuran buah tersebut dibubuhi krimmer, air gula, agar-agar, natadecoco, dan sedikit air kelapa muda berserta degannya (isi kelapa muda).

Bang Boy atau Masirwan, pemilik kuliner es buah tersebut merupakan pemuda asal Tanjungbatu Kundur yang berdomisili di Tanjungpinang sejak 2011 silam. Pemuda kelahiran 1993 ini memulai usaha kuliner es buahnya pada 21 Agustus 2018 lalu bersama patnernya, Siti Zulaiha. Nama Bang Boy diambil dari sapaan akrab Masirwan dilingkungan teman-teman Komunitas Vespa Tanjungpinang.

Usaha ini merupakan usaha bersama. Awalnya saya bingung mau usaha apa, setelah bermusyawarah panjang bersama patner bisnis saya, kami putuskan memilih es buah sebagai menu dalam bisnis kami. Alasannya adalah disekitar tempat kami berusaha terdapat pasar buah, sehingga kami berpikir untuk membuat minuman yang berasal dari buah dan belum ada menu minuman itu disekitar tempat kami berusaha. Hemat saya paling tidak warga sekitar tempat kami berusaha bisa menikmati kesegaran es buah kami jelas Boy, Rabu siang (15/11) di batu 5 atas.

Sebagai orang yang baru menggeluti dunia bisnis kuliner. Boy menuturkan dirinya masih terus mencoba konsiten dalam menjalankan usaha kulinernya, baik itu dari cita rasa, jadwal buka dan tutup usaha, serta jasa pelayanan yang diberikan pada pengunjung. Es buah bang Boy buka setiap hari kecuali hari Jumat, dari pukul 09.30 sampai dengan 17.00 WIB.

Asiknya berwirausaha menurut saya sangat membantu keuangan pemuda seumuran saya dengan tidak merugikan pihak mana pun. Dengan berusaha kita bisa mengekspresikan diri dengan produk usaha kita, semangat Boy.

Satu Porsi Es Buah Bang Boy bisa anda dapatkan dengan uang Rp. 8000

Satu Porsi Es Buah Bang Boy bisa anda dapatkan dengan uang Rp. 8000

Es buah Bang Boy dijual dengan harga Rp. 8000. Saat ini es buah Bang Boy menjadi menu pilihan beberapa pelajar SMK Pembagunan karena tempatnya bersebelahan. Selain pelajar SMK Pembangunan, warga setempat dan warga Tanjungpinang pada umumnya sesekali juga membeli es buah Bang Boy.

Pertama coba untuk konsiten, kemudian lakukan evaluasi untuk mengekspresikan kreatifitas dan inovasi. Kedua harus bisa memanfaatkan segala yang ada seperti memanfaatkan media sosial untuk menjual produk dengan cara online, jelas Boy lagi dalam memberikan semangat kepada pemuda agar termotivasi untuk memulai usahanya.

Kini es buah Bang Boy terus melakukan inovasi untuk kemajuannya, baik itu dari cita rasa dan pelayanan yang diberikan kepada pembeli. Boy menuturkan bahwa es buah miliknya ini mempunyai slogan bisnis yakni CAKAP KALAU TAK SEDAP. Go-Jek dan Gimi yang merupakan perusahaan layanan jasa melalui online kini juga sudah menjadi patner bisnis Es Buah Bang Boy.

Alhamdulillah, jujur saya sangat terbantu dengan terjalinnya kerjasama antara es buah bang Boy bersama GO-JEK dan GiMi. Dimana kerjasama ini memberikan kemudahan pada pembeli dalam melakukan pemesanan es buah bang Boy, tutup Boy senang.

Boy berharap usaha kuliner es buah yang dia jalankan saat ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Tanjungpinang dalam memberikan produk kuliner terbaik, sehat, segar, dan menyegarkan.

Kesimpulannya, dalam menggeluti suatu usaha apapun itu, kita harus bersikap konsisten dalam mengaplikasikan apa yang sudah atau pernah direncanakan. Kemudian seraya melakukan evaluasi dan memperbaikinya dengan kreatifitas dan inovasi sendiri. Banyak buku dan artikel yang membahas mengenai dunia bisnis yang dapat menjadi panduan dan motivasi bagi generasi muda untuk menjadi pelaku usaha atau enterpreuner. Karena pada dasarnya usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan, bukan usaha yang hanya direncanakan atau sebatas dipikirkan saja, namun harus bisa terealisasi.

Masyarakat Seri Kuala Lobam Terima Bantuan Hidroponik

Bintan, Isukepri.com – Sejumlah masyarakat Desa Teluk Lobam dan Tanjung Permai Kecamatan Seri Kuala Lobam Kabupaten Bintan menerima bantuan tanaman hidroponik dari Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau. Sebanyak 40 paket bantuan media dan tanaman hidroponik tersebut diserahkan secara langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari, Selasa (13/11) bertempet di Perumahan Tanjung Permai – Seri Kuala Lobam.

Dalam sambutannya, Dewi Kumalasari mengatakan masyarakat perlu berkreasi dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang terbatas yang dapat menghasilkan sesuatu bernilai ekonomis dan dibutuhkan bagi kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui budidaya tanaman dengan media hidroponik.

Dengan lahan yang terbatas di pekarangan-pekarangan rumah namun bapak ibu dapat melakukan aktifitas bercocok tanam. Hidroponik ini sangat menguntungkan karena jenis tanamannya seperti sayuran adalah sesuatu yang menjadi kebutuhan kita sehari-hari. ujar Dewi Kumalasari.

Staf BKP2KH Kepri saat menjelaskan teknik menanam menggunakan media hidroponik

Staf DKP2KH Kepri saat menjelaskan teknik menanam menggunakan media hidroponik

Sebagaimana diketahui, tanaman hidroponik merupakan tanaman yang dibudidaya melalui aliran air dengan media hidroponik dari pipa sebagai wadah untuk pengembangan tanaman tersebut. Hal ini tentunya selain tidak memerlukan lahan yang luas tetapi juga hemat biaya, praktis serta sayur-sayur yang dihasilkan lebih segar.

Oleh karena itu, Dewi Kumalasari mengharapkan bantuan hidroponik tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima.

Bantuan ini juga merupakan usulan bapak ibu beberapa waktu lalu dan hari ini sudah terpenuhi, maka optimalkanlah menjadi sesuatu yang bermanfaat sehingga mampu mengurangi cost sehari-hari.

Penjelasan Media Hidroponik oleh staf BKP2KH Kepri kepada masyarakat

Penjelasan Media Hidroponik oleh staf DKP2KH Kepri kepada masyarakat

Salah satu penerima, Sulastri mengungkapkan apresiasi dan terima kasih karena telah mendapatkan bantuan.

Apa yang kami harapkan sudah kesampaian, terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai masyarakat. Jadi ibu-ibu seperti kami punya aktifitas untuk mengisi waktu luang dengan bercocok tanam di rumah, ungkapnya.

Koperasi di Bintan Ikuti Pelatihan Manajemen Berbasis Online

Bintan Isukepri.com – Sebanyak 30 pelaku Koperasi di Kabupaten Bintan antusias mengikuti pelatihan manajemen perkoperasian berbasis online yang di gelar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau, Senin (27/8) lalu.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Hermes Agro Resort and Convention Center, Kawal – Kabupaten Bintan ini bertujuan agar koperasi mampu mengembangkan sekaligus perluasan jaringan dalam rangka memajukan unit-unit usaha yang dikelola koperasi melalui sistem informasi berbasis online.

Acara tersebut dibuka oleh sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepri, Faturrahman, SE dan  dihadiri anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Dewi Kumalasari serta narasumber dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, Dr. Sanata.

IMG_4262 (1)

Dewi Kumalasari dalam sambutannya menyampaikan bahwa koperasi sebagai penopang perekonomian daerah dan nasional harus mampu memanfaatkan berbagai media online.

Zaman semakin canggih dengan adanya internet dan sosial media. Ini kesempatan yang baik bagi koperasi dalam mengembangkan unit-unit usaha bila mampu memaksimalkan media online sebagai salah satu strategi promosi dan pemasaran produk yang dihasilkan oleh koperasi, ujar anggota komisi IV DPRD Kepri tersebut.

Dikatakannya, arus informasi pada saat sekarang ini berkembang begitu cepat melalui media sosial berbasis online sehingga koperasi perlu mengambil kesempatan dalam mempublikasi kegiatan– kegiatan perkoperasian sehingga lebih dikenal masyarakat luas.

Selain itu, lanjut Dewi, pengelolaan manajemen koperasi juga harus dilakukan secara baik dan terbuka sehingga terbangun sikap saling percaya sesama anggota koperasi.

Lewat media online seperti website dapat menampilkan laporan terkait kegiatan koperasi seperti laporan keuangan dan sebagainya. Ini sebagai wujud tranparansi pengurus kepada anggota sehingga pengelolaan koperasi terkesan lebih profesional dan terbuka, katanya

Salah seorang peserta pelatihan, Kurniawan menuturkan bahwa koperasi saat ini perlu beraktualisasi agar mampu memberikan nuansa baru mengingat kebutuhan akan informasi oleh masyarakat menjadi hal yang paling penting sehingga manajemen koperasi perlu mengambil langkah-langkah strategis dalam usaha mempertahankan eksistensi sebuah koperasi melalui jaringan online.

Keberadaan Koperasi sebagai salah satu bentuk dari badan usaha, tentu saja sangat membutuhkan manajemen yang baik, maka dari itu, sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh ibuk Dewi merupakan terobosan dalam mencapai tujuannya koperasi bisa berjalan dengan baik dan benar, jelasnya. (Ms)