All posts by Redaksi

Sumber : Internet

Realisasi Pendapatan Labuh Jangkar Kepri Masih Nihil

Pendapatan retribusi labuh jangkar di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada semester I tahun 2019 masih nol atau tidak terealisasi, sementara pemerintah daerah setempat menargetkan penerimaan Rp60 miliar dari sektor tersebut pada 2020.

“Tiga potensi pendapatan asli daerah (PAD) ini harus jadi perhatian pemprov. Jika tidak, maka berdampak terhadap defisit APBD,” kata anggota DPRD Kepri, Iskandarsyah di Tanjungpinang, Rabu.

Sektor pendapatan lainnya yang juga tidak terealisasi ialah pajak air permukaan PT Adhitya Tirta Batam (ATB). Semula ditargetkan Rp24 miliar, namun sampai bulan Juni 2019 juga masih nol persen.

Kemudian, di sektor retribusi reklamasi yang ditargetkan Rp10 miliar, baru tercapai sekitar Rp2 miliar.

Kendati demikian, menurut Iskandarsyah, realisasi PAD Kepri sejak Januari-Juni 2019 masih berjalan sesuai rencana.

“Sudah mencapai 46 persen atau sekitar Rp500 miliar dari target PAD 2019 sebesar Rp1,2 triliun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri, Reni Yusneli, mengaku meski ketiga sektor PAD tersebut belum memenuhi target, namun,  beberapa sektor pendapatan lainnya justru melampaui target pada semester I 2019.

Misalnya, pajak rokok dan pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), masing-masing sudah di atas 60 persen.

“Kecuali pajak kendaraan bermotor (PKB), belum mencapai target,” ungkapnya.

Untuk memenuhi target PKB, BP2RD akan gencar melakukan razia kendaraan di Kepri.

Begitu pula dengan sektor pendapatan lainnya yang belum terealisasi, akan diupayakan tetap mencapai target.

“Kita tetap optimistis, target PAD Kepri Rp1,2 triliun akan mencapai target,” ucap mantan Plt Sekda Kepri tersebut.

Sumber : Antara

Penyelenggaraan Negara Harus Mencerminkan Nilai Pancasila

Batam – Pancasila haruslah menjadi sumber pedoman normatif bagi penyelenggaraan negara. Konsekuensi dari rumusan ini yaitu seluruh pelaksanaan dan penyelenggaraan pemerintahan negara Indonesia termasuk peraturan perundang-undangan merupakan pencerminan dari nilai-nilai Pancasila.

Sempena dengan hari lahir Pancasila 1 Juni 2019, beberapa organisasi kemahasiswaan di Batam, melaksanakan dialog kebangsaan dengam tema “Pancasila Dasar Negara Republik Indonesia dan Tantangannya Kedepan” di Aula Kampus Ibnue Sinna Batam, Sabtu (29/6).

Kegiatan yang dihadiri oleh beberapa narasumber diantaranya unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKYB) Kota Batam, unsur TNI, unsur akademisi dan tokoh pemuda itu dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan pemuda se Batam.

Marlis, Ketua pelaksana acara dalam rilisnya mengatakan, bahwa kegiatan digagas untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan pemahaman yang utuh tentang Pancasila.

“Saat ini, Pancasila telah terdegradasi dengan arus globalisasi. Bahkan, generasi muda milenial tidak banyak yang paham tentang ideologi Pancasila,” katanya.

Gempuran globalisasi saat ini, menjadi tantangan nyata untuk mempertahankan ideologi Pancasila.

Marlis juga menambahkan bahwa, bahwa Pancasila jangan hanya menjadi hiasan dinding di instanti pemerintahan dan lembaga pendidikan. Namun Pancasila selayaknya harus mampu dipahami baik kandungan maupun implementasinya.

“Kita punya 5 sila Pancasila yang harusnya mampu menjadi sumber pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari lima sila, kita punya butir-butir sila yang menjadi turunan dari masing-masing sila,” katanya.

Jika pemuda saat ini, tidak peduli dengan ideologi negara, maka sangat dikhawatirkan hal ini akan membahayakan keberlangsungan negara.

Indonesia adalah negara yang besar, terdiri dari berbagai aneka suku bangsa dan adat istiadat, memiliki 6 agama dan aliran kepercayaan, dan dipisahkan dengan lautan.

“Setiap warga harus memeiliki pemahaman terkait wawasan nuasatara yang sama, sehingga mampu menjadi benteng kokoh dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya. (*)

Demokrat Tolak Silaturahim AHY-Ibas Dikaitkan ke Kubu 01

Jakarta – Kedua anak presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengunjungi sejumlah tokoh nasional dalam momen Lebaran. Beberapa tokoh yang dikunjungi antara lain Presiden Jokowi, BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri dan Sinta Nuriyah Wahid (istri Gus Dur).

Beberapa yang disebut merupakan tokoh dari capres -cawapres nomor urut 01. Namun, Partai Demokrat membantah bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Eddie Baskoro Yudhoyono (Ibas) hanya mengunjungi tokoh-tokoh 01, meskipun menegaskan adanya kemungkinan tidak mengunjungi capres no 02, Prabowo Subianto.

“Jika ada pandangan bahwa itu kunjungan ke tokoh-tokoh pendukung 01 ya saya harus sebut itu pandangan ngawur,” ujar Wasekjen Demokrat, Renanda Bachtar kepada Republika.co.id, Sabtu (8/6).

Menurut Renanda, kunjungan-kunjungan selain silaturahim dan halal bi halal, juga dimaksudkan sebagai kunjungan balasan penghormatan keluarga SBY kepada para pemimpin senior yang telah berkenan menghadiri upacara pemakaman Ibu Ani Yudhoyono pada 1 Juni lalu.

Sementara bagi yang berkunjung ke Cikeas, Renanda mengatakan kedua anak SBY tidak berencana balik mengunjungi para tokoh yang hadir ke kediaman SBY tersebut. “Pak Prabowo tidak ke pemakaman. Bagi yang datang ke Cikeas seperti Pak Prabowo atau Ibu Rachmawati masa iya harus balik dikunjungi,” katanya.

Sumber : Republika

Pileg dan Pilpres Kondusif, KMP Ajak Jaga Persatuan

Tanjungpinang – Pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019 berjalan dengan kondusif. Hajatan 5 tahunan ini, sebagai bentuk peralihan kekuasaan dengan sistem demokrasi telah mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin dewasa dalam berdempkrasi. Akan hal itu, Komunitas Merah Putih Kepulauan Riau mengelar seminar dengan tema Kondusifitas Pileg dan Pilpres 2019, Kedewasaan Demokrasi Indonesia.

Kegiatan dilaksanakan di Tanjungpinang (23/5), dihadiri narasumber dari KPU Kepulauan Riau, Bawaslu Kepulauan Riau, Polda Kepulauan Riau dan akademisi.

Suprapto, Ketua Komunitas Merah Putih Kepulauan Riau mengharapkan proses dan tahapan pemilu pada 17 April 2019 yang telah dilalui, mampu menghasilkan pemimpin yang kompeten dan wakil rakyat yang dapat menyalurkan aspirasi-aspirasi rakyat dari berbagai tingkatan baik DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi serta DPRD Kabupaten/Kota.

“Kewajiban kita telah tertunaikan pda 17 April, saat ini kita mengharapkan kerja dari calon-calon wakil kita untuk benar-benar mengabdi kepada negara,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kepada KPU, Bawaslu dan Kepolisian, karena jalannya tahapan yang berjalan dengan lancar.

“apresiasi terhadap perjalanan demokrasi di Kepulauan Riau sekaligus berterima kasih kepada penyelenggara pemilu dan pihak-pihak terkait lainnya yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pemilu di Kepri dan berjalan sesuai harapan,” katanya.

Suprapto yang juga mantan presiden BEM Politeknik Batam itu mengatakan bahwa, jika ada hal-hal yang dianggap menyalahi aturan dan tidak terima dari hasil Pemilu baik Pileg mapun Pilpres, maka telah ada wadah penyalurannya.

“Jika ada yang kurang puas, maka ada mekanisme yaitu gugatan ke MK. Tidak malah memprovokasi masyarakat untuk tidak percaya dengan hasil Pileg dan Pilpres,” katanya.