Ansar: Masyarakat di Pulau Itu Penyangga Utama Provinsi Kepri

LINGGA,- Meski masyarakat yang bermukim tidak banyak, Calon Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad SE MM tetap singgah dan silaturahmi di beberapa pulau di Kabupaten Lingga. Setelah sebelumnya singgah di Pulau Benan dan Pulau Bukit, Rabu (7/10) siang ini, Ansar Ahmad berkunjung ke Pulau Mensanak.

Kehadiran Ansar Ahmad, disambut hangat masyarakat di Mensanak. “Pak Ansarlah yang pertama kali datang ke Mensanak. Meski di pulau ini hanya 70 kepala keluarga namun Pak Ansar tetap berkunjung ke tempat kami,” kata Haji Bakri salah seorang tokoh masyarakat Pulau Mensanak.

Kehadiran Ansar Ahmad di Mensanak, kata Bakri, bukti seorang pemimpin yang punya kepedulian yang tinggi terhadap masyarakatnya. “Kami ini tinggal di pulau kecil tetapi Pak Ansar tetap mau berkunjung. Tentu sebuah penghargaan bagi kami,” katanya.

Sementara itu dalam kesempatan tersebut, Ansar Ahmad mengatakan dirinya memang selalu menyempatkan diri singgah di beberapa pulau meski masyarakatnya tidak ramai. “Saya ini dari dulu memang hobynya keliling pulau. Karena dengan itu kita bisa tahu apa keinginan masyarakat sebenarnya,” kata Ansar.

Karena itu, kata Ansar, kalau dirinya terpilih sebagai Gubernur Kepri akan berusaha maksimal bagaimana mensejahterakan masyarakat Kepri termasuk masyarakat yang tinggal di pulau-pulau.

“Kalau seluruh masyarakat di pesisir-pesisir dan pulau sejahtera maka Kepri secara keseluruhan sejahtera. Masyarakat di pulau itu merupakan penyangga utama provinsi kita. Masyarakat di pulau itu juga penjaga utama kedaulatan NKRI. Saya akan tetap bersama dengan masyarakat di pulau-pulau di seluruh Kepulauan Riau,” pungkasnya.

Dalam kampanye keliling Pulau Lingga ini Ansar Ahmad ditemani Ketua PPP Kepri Syarafudin Aluan, Ketua PSI Anto Duha, Sekretaris BKMT Batam Syarifah dan beberapa relawan dan tim pemenangan.

0 Reviews

Write a Review

Redaksi

Read Previous

Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya

Read Next

Ir. Sri Yunihastuti MM: Ansar Ahmad Itu Pemimpin Cerdas Yang Pemikirannya Jauh ke Depan