API Kepri Gelar Seminar Pancasila di Tanjungpinang

Tanjungpinang – Aktivis Pemuda Islam (API)  Kepulauan Riau menggelar kegiatan seminar kebangsaan dengan mengangkat tema “Meradikalisasi Pancasila Kepada Generasi Muda Islam” pada hari Sabtu pagi (1/2), di Aula Asrama Haji Tanjungpinang.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemahaman pemuda terhadap Pancasila sebagai falsafah bangsa serta menerapkan dan mengamalkannya didalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Hal ini disampaikan oleh Ade Pratmana, selaku ketua pelaksana kegiatan seminar.
“Pancasila dibuat sebagai falsafah bangsa yang didalamnya terkandung nilai dan norma kehidupan. Maka perlu untuk dipahami dan kemudian diamalkan,” Kata Ade.

Eko Sumbaryadi, Staf Ahli Gubernur Kepri yang turu hadir membuka kegiatan seminar tersebut mengatakan kegiatan penguatan akan nilai-nilai pancasila memanh perlu dilakukan mengingat tidak adanya lagi pengamalan pancasila seperti tempo dulu.

“Sejak dulu hingga kini pancasila tetap eksis menjadi pedoman hidup warganegara Indonesia, hanya saja sekarang tidak ditemui lagi pancasila kecuali di bangku sekolah atau perguruan tinggi, ” kata Eko yang mewakili plt Gubernur Kepri.

Seminar kebangsaan tersebut menghadirkan pemateri dari berbagai instansi/lembaga diantaranya; (1) Badan Kesbangpol Kepri yang diwakili oleh Indra Syah Putra; (2) Polres Tanjungpinang yang diwakili oleh Helman, Kasat Binmas; (3) Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kepri,  H.  Rafris Nawi,  Spd. MM; (4) Akademisi UMRAH,  Dr. Suryadi, MH; (5) Tokoh Pemuda, Robby Patria.

Karakter bangsa menjadi salah satu perhatian dalam seminar tersebut,  dimana perlunya meningkatkan karakter bangsa melalui karakter pemuda dan mahasiswa.

“Karakter bangsa kini sudah luntur oleh perkembangan zaman dan teknologi, sehingga perlu ditingkatkan dengan merevolusi mental dan kebiasaan generasi muda,” Kata Indra saat memaparkan pendapatnya.

Hal senada yang disampaikan oleh Pengurus Wilayah Muhammadiyah Kepri,  yang menyampaikan anak muda saat ini banyak yang sudah kehilangan karakternya dalam arti lain tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan, sopan dan santun serta bagaimana bersikap kepada orang yang lebih tua.

Disisi lain, Dr. Suryadi menambahkan bahwa kurangnya ketaatan atau kepatuhan generasi muda hari ini kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dengan sendirinya kehidupan akan dirasakan sulit karena tidak mengikuti aturan yang telah ada.

Sementara Robby Patria mengatakan pemuda hari ini kurang minat membacanya, sehingga harus dibangun kembali budaya literasi guna meningkatkan pengetahuan,  wawasan dan SDM Daerah.

0 Reviews

Write a Review

Redaksi

Read Previous

Kongres Ke-3 IAP Kepri, Roby Terpilih Sebagai Ketua IAP Termuda Se Indonesia