Rumah Makan Es Teler Abie, Sajikan Kuliner Khas Bandung

Bintan, Isukepri.com – Bagi masyarakat penikmat kuliner Tanjunguban sekitarnya tentu tidak asing dengan rumah makan Es Teler Abie. Rumah makan beralamat di simpang 4 lampu merah Jl. Permaisuri tepatnya di sakitaran masjid At-Taqwa Tanjunguban ini, didominasi makanan dan minuman Bandung seperti : batagaor, siomay, nasi timbel, gehu dan minuman es teller, es buah dan sebagainya.

Ayu Nila Kartika, wanita berusia 29 tahun adalah pemilik rumah makan tersebut. Meski bukan asli orang Bandung, ibu satu anak kelahiran Padang tersebut sangat mahir mengolah dan menyajikan makanan dan minuman khas kota kembang sehingga tak heran jika pengunjung rumah makannya kian hari selalu ramai.

Diceritakannya, usahaya yang Ia rintis bersama sang suami ini bermula dari jajanan pinggir jalan di depan sebuah ruko milik pak Fikih dengan menjajakan makanan olahan durian.

“Awal mulanya rumah makan ini dimiliki oleh bapak fikih, saya hanya menumpang di depan halaman ruko bapak fiki, berjualan martabak durian saja,” ujar Ayu saat dijumpai awak media Isukepri.com di tempat usahanya.

Pada satu kesempatan, lanjut Ayu, Ia mendapat tawaran dari sang pemilik ruko untuk mengambil alih kepemilikan ruko tersebut. Tanpa membuang kesempatan, Ayu menyanggupinya untuk membeli ruko tersebut lengkap beserta isinya.

“Pak Fikih pindah dan membuka usaha di Batam. Dia tawarkan ruko ini ke saya, setelah berunding bersama keluarga, saya langsung ambil,” kata Ayu.

Perlahan tapi pasti, kini Ayu dibantu 9 pegawainya sukses dengan membangun usaha kuliner tersebut. Omzet yang Ia peroleh cukup fantastik, tak kurang dalam sehari 2 juta hingga 4 juta rupiah bisa raupnya dengan berjualan dari pukul 11 pagi hingga 10 malam.

“Hasilnya lumayan. Rata-rata perbulan bisa mencapai 60 hingga 80 juta lebih. Tergantung pengunjung juga sih. Kita buka jam 11 sampai 10 malam dengan 9 karyawan yang bekerja secara bergantian,” ungkap Ayu.

Pada kesempatan kali ini, diakhir obrolan bersama awak media ini, Ayu juga memberikan motivasi dan spirit bagi generasi muda untuk mempunyai jiwa wirausaha sedari dini.

“Berwira usaha itu tidak kenal usia. Tidak ada kata terlambat. Yakin dan kerja keraslah modal yang paling utama dalam memulai untuk usaha, dan doa juga jangan sampai ketinggalan untuk mendapat berkahnya. Usaha Jalan, Pengusahanya jalan-jalan,” ujar Ayu sambil tersenyum. (Ea)

0 Reviews

Write a Review

Admin Isu Kepri

Read Previous

HMI Karimun Gelar Seminar Keorganisasian OSIS se-Karimun

Read Next

Pelayanan Buruk RS Untuk BPJS Kesehatan, Laporkan Kesini!