• September 27, 2022

FPP Gelar Dialog Keagamaan di Perbatasan

Natuna, IsuKepri.com – Forum Pemberdayaan Pesantren (FPP) Kepulauan Riau mengelar kegiatan dialog keagamaan dengan tema “‘Membangun Harmonisasi Keberagaman Reaktualisasi Nilai-Nilai Islam”‘ di Aula STAI Natuna, Kamis (2/10). Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Kementrian Agama Natuna, MUI Natuna, Ketua STAI Natuna tersebut diikuti oleh ratusan peserta.

Ketua FPP Kepri, Rizaldy siregar kepada isukepri.com menjelaskan, bahwa maksud digagasnya kegiatan tersebut adalah mambangun dakwah damai ditengah keberagaman yag=ng ada di Indonesia.

“harmonisasi dalam berdakwah perlu dilakukan, agar tidak terjadi gesekan ditengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Rizaldy juga menyebutkan bahwa NKRI mampu membangun harmonisasi dan keberagaman antar pemeluk agama dan reaktualisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Tentunya sebagai sebuah negara kesatuan, Indonesia telah memiliki ideologi dasar negara yakni Pancasila yang mampu menjadi perekat harmonisasi dalam keberagamaan.

“Kita punya Pancasila, yang isi sila-silanya tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam,” katanya.

Nilai-nilai luhur kehidupan berbangsa dan bernegara telah lekat terpatri dalam sila-sila Pancasila. Sehingga keberadaan Pancasila merupakan konsensus final dari seluruh elemen bangsa, yang tidak dapat ditawar lagi dan tidak akan bisa dirubah, karena telah menjadi sebuah kekuatan yang mengikatharmonisasi dalam keberagamaan di Indonesia.

“Konflik horizontal yang ditimbulkan atas nama agama perlu diminimalisir sedini mungkin, apalagi jika dikaitkan dengan agama Islam,” terangnya.

Sebagai agama yang mayoritas maka Islam harus mampu memberikan warna terhadap perjalanan bangsa Indonesia. Islam harus mampu menjadi perekat bagi seleuruh elemen kelompok bangsa yang ada di Indonesia.

“Saat ini, yang perlu dilakukan adalah meneguhkan kembali semangat dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Rizaldy.

Islam harus dapat memberikan rasa aman, hidup berdampingan dengan agama dan kelompok yang lain. Sebagai agama rahmatan lil Alamin, Islam menjadi problem solver terhadap segala permasalahan kebangsaan yang muncul. Islam buka menjadi problem maker, Islam menjadi icon pergerakan persatuan bangsa.

suprapto

Read Previous

KMP : Pemuda Perbatasan Perlu Dioptimalkan

Read Next

Disparekraf Sediakan Hadiah Rp99 Juta Untuk Dragon Boat