• September 27, 2022

Bulog : Penyaluran Raskin Agustus – September Telat

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Publik (PP) Sub Divisi Regional Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyampaikan, penyaluran beras miskin (Raskin) dalam negeri dari Jawa Timur yang akan diberikan kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS) untuk Kota Tanjungpinang – Kabupaten Bintan mengalami keterlambatan karena kualitas berasnya kurang bagus.

“Penyaluran beras raskin untuk bulan Agustus dan September 2014 agak telat diberikan kepada penerima RTS untuk di Kota Tanjungpinang dan Bintan. Karena beras yang dikirim sub Divre Bulog Pekanbaru, berasnya tidak layak dan kualitas berasnya kurang bagus dan agak kehitam – hitaman,” kata Siris, Rabu (17/9).

Dikatakan Siris, penyaluran beras pada bulan sebelumnya yang dikirim oleh Sub Drive Bulog ke sub Drive Bulog Tanjungpinang untuk disalurkan lagi ke RTS tidak ada masalah dan lancar.

“Namun, semenjak diberlakukan beras dalam negeri pada Agustus 2014 lalu yang akan diberikan pada RTS, beras raskin dalam negeri ini sedikit kurang bagus dibanding pada bulan sebelumnya yaitu beras dari India. “Kita sedikit prihatin juga dengan beras raskin yang sekarang apabila disalurkan kepada masyarakat, karena kualitas berasnya memang tidak bagus. Bagaimana kita mau salurkan, pasti masyarakat akan kecewa nantinya. Maka dari itu, kita sekarang sudah memberitahukan melalui surat dan juga dilampirkan juga surat dari Sekda Kota Tanjungpinang pada Sub Drive Bulog Pekanbaru, supaya berasnya diganti,” ujar Siris.

Dengan keadaan beras raskin yang kurang layak tersebut, Siris sangat menyayangkan pemerintah. Seharus beras raskin yang akan disalurkan ke daerah – daerah sebelumnya harus dicek, apakah sudah bagus dan bisa digunakan oleh masyarakat miskin nantinya.

“Seharusnya pemerintah pusat harus mengawasinya atau dicek sebelum disalurkan ke daerah – daerah. Karena kita di daerah nanti kewalahan apabila berasnya tidak bisa dikosumsi oleh masyarakat miskin. Dan sampai kapan beras tersebut akan diganti, kita masih menunggu sub drive bulog Pekanbaru,” katanya.

Siris menyampaikan, beras Jatim dalam negeri yang masuk pada Agustus kemarin, ada sekitar 650 Ton atau 650.000 kilogram (kg) untuk Tanjungpinang – Bintan.

“Untuk Kota Tanjungpinang, diempat kecamatan dan 18 kelurahan yang menerima beras Raskin APBN pada Agustus ini ada sekitar 7.682 RTS, yaitu jatahnya sekitar 115.230 kilogram atau 115 ton lebih, namun untuk raskin APBD Tanjungpinang tidak ada. Sedangkan Kabupaten Bintan yang menerima beras raskin yaitu sekitar 5.105 RTS dengan jatah berasnya yaitu 76.575 kilogram atau 76 ton lebih yaitu beras jatah APBN. Sementara, beras raskin APBD sebesar 5.105 RTS dengan jumlah beras raskin ada sekitar 25.525 kilogram,” ucapnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi, Lurah Sungaijang Kecamatan Bukit Bestari, Bobby membenarkan beras raskin untuk disalurkan pada Agustus dan September 2014 belum diberikan.

Memanang untuk bulan Agustus dan September 2014, belum kami berikan kepada masyarakat miskin atau RTS. Karena berasnya kurang bagus dan tak layak dikonsumsi dan ini juga berdasarkan pengakuan dari masyarakat,” kata Bobby.

Namun, katanya, dari pihak kelurahan sekarang masih menunggu informasi dari bulog. “Kami sekarang masih mengunggu informasi dari bulog Tanjungpinang. Apabila sudah layak berasnya, maka akan kita salurkan langsung kepada masyarakat,” katanya. (AFRIZAL)

Alpian Tanjung

Read Previous

Pemko Batam Akan Bentuk Perwako Terkait Penggunaan Kendaraan

Read Next

Kelurahan Sei Lekop Akan Tingkatkan Pemberdayaan Kelompok Tani