Saksi Temukan Ganja Didalam Kamar Terdakwa

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Seorang saksi, Rina Sihotang mengaku menemukan ganja didalam kamar terdakwa Dedi Arianto. Hal itu juga, diungkap saksi dalam sidang agenda keterangan saksi ulang atas kasus dugaan kepemilikan narkotika jenis tanaman dengan terdakwa Dedi Arianto di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (14/8).

Sidang keterangan saksi itu juga kembali digelar, lantaran pada sidang sebelumnya, terdakwa Dedi membantah memiliki dan meyimpan barang haram tersebut di dalam kamar rumahnya di Jalan Sultan Mahmud Tanjungunggat. Akan hal itu, Ketua Majelis Hakim, Sarudi SH MH meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rebuli Sanjaya SH agar menghadirkan saksi – saksi.

Dalam sidang, JPU Rebuli Sanjaya SH, menghadirkan lima orang saksi, tiga diantaranya adalah saksi dari Kepolisian Resort Tanjungpinang, saksi Ketua RT dan saksi Rina Sihotang yang merupakan ibu mertua dari terdakwa Dedi Arianto.

Dalam keterangannya, saksi Rina mengaku, barang haram tersebut secara tidak sengaja ditemukannya didalam kamar menantunya (terdakwa Dedi).

Saat itu saya sedang beres – beres rumah, dan bersihkan kamar Dedi. Saat kemas lemari, jatuh kain dan menimpa saya, setelah itu, saya melihat ada barang itu di sebelah lemari, dan dispenser, ucap saksi Rina.

Dibungkusan itu juga, kata saksi, ia melihat ada puntung rokok dan kertas gulungan rokok. Atas penemuan barang itu juga, saksi membawa barang itu kepada ketua RT Jalan Sultan Mahmud Tanjungunggat.

Ketika saya tiba di rumah pak RT, pak RT mengatakan bahwa barang itu berbahaya. Pak RT juga mengaku, barang itu adalah ganja. Selain itu, dalam pikiran saya, barang itu juga adalah ganja, paparnya.

Selain itu, saksi Rina juga mengaku tidak suka dengan menantunya (terdakwa Dedi). Karena tidak tahan dengan tingkah laku terdakwa.

Bahkan, anak saya sudah sering minta cerai. Hal itu disebabkan, terdakwa ini sudah mempunyai isteri di Manado. Sementara, sebelum menikah, terdakwa ini mengaku kepada kami masih bujang, beber Rina.

Hal itu juga, membuat saksi tidak setuju dengan pernikahan anaknya dengan terdakwa. Selain itu, lantaran saksi tidak setuju, terdakwa membawa anaknya lari ke Batam.

Sehingga anak saya hamil dan sampai saat ini sudah memiliki dua orang anak, ucap Rina.

Sementara, keterangan dari kepolisian yang menangkap terdakwa, saksi Ardiansyah menyampaikan, pihaknya menerima laporan ada penemuan ganja.

Saat kami ke tkp, terdakwa berada di rumah tetangganya, saat itu terdakwa sedang nyanyi. Setelah bertemu dengan terdakwa Dedi, kami langsung tanya, mana barangnya, dan terdakwa mengaku barang apa?, ucap saksi.

Selain itu, saksi juga mengatakan, saat di rumahnya, terdakwa mengakui jika barang tersebut adalah miliknya. Bahkan, saat pemeriksaan, terdakwa mengaku telah menggunakan narkoba itu.

Dan meminta kami untuk melakukan tes urine, namun saat tes urine, hasilnya negatif. Selain itu, terdakwa juga mengaku jika barang itu didapatinya dari kijang, tepatnya sebelah bank BRI, ujar Ardiansyah.

Saksi juga menjelaskan, pengakuan terdakwa itu juga, kembali ditanyakan saksi ke terdakwa. Apakah pengakuan terdakwa itu ngarang atau tidak, dan terdakwa menyatakan tidak mengarang, katanya.

Selain itu, kami juga memiliki rekaman video tentang pemeriksaan terdakwa di kantor, dan terdakwa memberi keterangan dengan santai dan tidak ada tekanan dari kami, ujarnya sambil menunjukkan rekaman video tersebut ke majelis hakim, serta dilihat oleh JPU dan Penasehat Hukum terdakwa, Herman SH.

Usai meminta keterangan saksi – saksi, majelis hakim menunda sidang dan akan kembali digelar pada pekan depan. (ALPIAN TANJUNG)

Alpian Tanjung

Read Previous

Elemen Masyarakat Tanjungpinang Tolak ISIS

Read Next

5 Perwira Polisi di Polres Tanjungpinang di Mutasi