Usai Membunuh, Terdakwa Makan Celana Dalam Korban

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Terdakwa, Afan bin Lementi (44) pelaku pembunuhan terhadap korban Novita Sari (23) di Desa Sungai Raya, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, pada Desember 2013 lalu, kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (12/5).

Dalam sidang yang dipimpin oleh R. Aji Suryo SH MH tersebut, terdakwa Afan mengakui telah melakukan pembunahan terhadap korban Novita Sari di Sungai Gelang, Kabupaten Lingga pada 4 Desember 2013 lalu. Bahkan, usai membunuh, terdakwa memakan celana dalam milik korban Novita Sari.

Iya pak, saya yang membunuh almarhum (red, Novita Sari). Setelah membunuh, celana dalam korban itu saya iris – iris, kemudian saya makan, ucap terdakwa Afan.

Terdakwa juga mengungkapkan, pembunuhan yang dilakukannya terhadap korban Novita Sari dipicu oleh api cemburu.

Saya cemburu pak. Saya dengan almarhum itu pacaran semala tiga bulan, dan kami satu kerja di perusahan bauksit. Saya dibidang mekanik, dan Novita dibidang logistik, papar Arfan.

Ia mengaku, hubungan mereka tidak harmonis lagi semenjak korban menjalin hubungan dengan Anton, seorang pekerja baru di perusahaan tempat mereka bekerja.

Ketika dua bulan Anton masuk kerja, setelah itu korban sudah berubah dengan saya. Bahkan, saya sms pun di tak balas lagi. Sebelumnya, korban itu tidak pernah marah sama saya, ucap terdakwa Afan.

Akan hal itu, terdakwa Afan terpaksa mencari akal dan mengatur rencana dengan cara menawarkan pekerjaan dengan korban Novita pada 4 Desember 2013 lalu.

Saat itu, perusahaan tempat korban bekerja sudah tidak beroperasi lagi, dan saya menawarkan pekerjaan kepadanya melalui sms, Vi mau kerja enggak. Atas tawarin itu, korban mau, katanya.

Kemudian, terdakwa Afan meminta korban Novita Sari untuk datang kerumahnya. Atas permintaan tersebut, korban tidak mau datang.

Tetapi, korban minta bertemu di Sungi Gelang saja. Setelah kami bertemu, saya minta maaf, dan mengajak Novita menikah dengan  saya. Saat itu Novita hanya diam saja dan tidak menjawab, ungkap terdakwa.

Kemudian, terdakwa kembali mengulangi pertanyaan tersebut kepada Novita. Namun, Novita tetap diam dan tiidak menjawab, dan hingga akhirnya korban marah.

Saat itu juga, Novi jawab tidak mau, dan dia (red, Novita) menjawab sudah suka sama si Anton, katanya.

Ia mengatakan, pada malam itu juga, ia meminta diketemukan dengan Anton. Kemudian, Novi membonceng terdakwa dengan menggunakan sepeda motor Novi. Namun, dalam perjalanan dan saat diatas motor itu, terdakwa kembali bertanya kepada Novi.

Saya minta Novi, pilih si Anton atau saya. Kalau pilih si Anton, saya bilang dia (red, Novita) pulang sendiri. Saat itu juga, Novi marah dan menyebutkan punya Cina dengan Melayu tidak sama. Jadi, saya jawab, apanya yang tidak sama, dia (red, Anton) Islam dan saya juga Islam, ungkap Afan.

Atas pernyataan korban tersebut, terdakwa emosi dan mencekik Novita sebanyak empat kali. Pertama, terdakwa mencekik korban diatas motor.

Setelah itu kami jatuh, saya kembali mencekik korban dan korban melawan. Kemudian, saya cekik lagi, Novita masih berontak, dan yang keempat kalinya korban itu saya cekik sampai mati, paparnya.

Setelah itu, kata dia, Novita ditinggalin di semak – semak itu, serta celana dalam korban diambilnya. Sementara, sepeda motor korban disembunyikan dibawah kolong pondok kosong.

Setelah kejadian itu, sekitar 23 hari kedepannya, saya ditangkap polisi, ucap terdakwa Afan.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa Arfan, Ketua Majelis Hakim, R. Aji Suryo, menunda sidang dan akan kembali digelar pada Senin (19/5) pekan depan dengan agenda tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Heru SH. (ALPIAN TANJUNG)

Alpian Tanjung

Read Previous

Pencabul Anak Bawah Umur Divonis 3 Tahun

Read Next

Wawako Inginkan Tanjungpinang Bebas Narkoba