Ekspor Kepri Turun 32,11 Persen Pada Februari 2014

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri menyatakan, kegiatan ekspor Kepri selama Februari 2014 turun sekitar 32,11 persen. Hal itu bila dibanding Januari 2014.

Untuk kegiatan ekspor pada Februari 2014 turun sebesar 32,11 persen, yaitu dari $1.528,46 juta dollar Amerika menjadi $1.037,63 juta dollar Amerika. Sedangkan turunnya nilai ekspor Februari 2014 ini, disebabkan oleh turunnya ekspor komoditi migas dan non – migas masing – masing sebesar 41,71 persen dan 27,38 persen,” kata Dumangar Hutauruk, Kamis (3/4) di Tanjungpinang.

Begitu juga dibanding dengan bulan yang sama yakni Februari 2013 sebelumnya. Untuk ekspor Provinsi Kepri Februari 2014, Kata Dumangar, juga mengalami penurunan sebesar 27,38 persen, yaitu dari $1.428,79 juta dollar Amerika menjadi $1.037,63 juta dollar Amerika.

“Turunnya nilai ekspor Februari 2014 disebabkan oleh turunnya ekspor komoditi non – migas sebesar 19,81 persen dan ekspor komoditi migas sebesar 41,37 persen,” ujar Dumangar.

Sementara ekspor non – migas menurut golongan barang HS 2 Dijit untuk ekspor non – migas Provinsi Kepri terbesar angka sementara Februari 2014, disumbang oleh golongan barang mesin dan peralatan listrik (HS 85) sebesar $235,94 juta dollar Amerika. Dan peranannya terhadap ekspor non – migas yaitu sebesar 31,73 persen.

“Artinya, untuk nilai ekspor golongan mesin atau peralatan listrik juga mengalami penurunan sebesar 7,32 persen dibanding dengan Januari 2014,” katanya.

Sedangkan untuk golongan barang lainnya yang mempunyai peran cukup besar terhadap ekspor non migas di Kepri selama Februari 2014, Dumangar menerangkan, adalah golongan barang benda – benda dari besi dan baja (HS 73) sebesar $120,93 juta dollar Amerika dan peranannya terhadap total ekspor non – migas sebesar 16,26 persen.

Dan golongan barang benda – benda dari besi baja tersebut yaitu mesin – mesin dan pesawat mekanik (HS 84) sebesar $100,13 juta dollar Amerika, perangkat optik (HS 90) sebesar $49,45 juta dollar Amerika, minyak dan lemak hewan dan nabati (HS 15) sebesar $45,09 juta dollar Amerika, kapal laut (HS 89) sebesar $26,88 juta dollar Amerika, kokoa atau coklat (HS 18) sebesar $24,97 juta dollar Amerika, berbagai produk kimia (HS 38) sebesar $21,00 juta dollar Amerika, kendaraan dan bagiannya (HS 87) sebesar $16,85 juta dollar Amerika, serta golongan barang minyak atsiri, kosmetik wangi – wangian (HS33) sebesar $11,21 juta dollar.

Bila dilihat dari negara tujuan ekspor Provinsi Kepri, angka sementara selama Februari 2014, katanya, nilai terbesar masih ke negara Singapura yaitu mencapai $620,45 juta dollar Amerika atau sebesar 59,79 persen dari total ekspor Februari 2014.

“Ekspor ke Singapura pada bulan ini mengalami penurunan dibanding keadaan Januari 2014, yaitu sebesar 24,30 persen,” kata Dumangar.

Sedangkan negara tujuan ekspor lainnya, di Provinsi Kepri selama Februari 2014 dengan nilai terbesar kedua adalah ke negara Malaysia, yaitu mencapai $106,99 juta dollar Amerika atau sebesar 10,31 persen dari total ekspor Februari 2014. Sedangkan negara tujuan ekspor terbesar lainnya yaitu Australia, Amerika Serikat, Perancis, Jepang, Cina, Jerman, Spanyol, dan Mesir.

Selain komoditi migas dan non – migas, sambung Dumangar, untuk tambang bouksit juga mempengaruhi turunnya ekspor kepri pada Februari 2014. (AFRIZAL)

Alpian Tanjung

Read Previous

Gubernur Fokuskan Infrastruktur Pada Musrenbang Provinsi

Read Next

Impor Kepri Naik 2,24 Persen Pada Februari 2014