Pemko Terima Pengelolaan Lokasi RO di Pulau Penyengat

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH bersama Kasatker SNVT PKPAM Provinsi Kepulauan Riau, Ir. Paulus Sule Patandean, MM menandatangani berita acara serahterima sementara pengelolaan lokasi Reverse Osmosis (RO) di Pulau Penyengat, pada Jumat (7/3) di aula Kantor Wali Kota Tanjungpinang.

Penandatanganan berita acara itu juga, berarti pengelolaan dan pengoperasian instalasi RO yang berlokasi di Kampung Bulang Pulau Penyengat, sepenuhnya menjadi tanggungjawab Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis mengatakan, instalasi RO yang berada di Pulau Penyengat, secara asset masih milik pemerintah pusat.

Sebelum diserahkan ke Pemko, pengelolaan RO ini masih dilakukan warga setempat, sehingga pengelolaan sempat terhenti beberapa waktu karena ada beberapa komponen instalasi yang dicuri, ucap Lis.

Lis mengutarakan, dengan diserahkannya pengelolaan kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang, maka pemerintah daerah akan berupaya mengoptimalkan operasional RO yang tadinya hanya menghasilkan 6 kubik per hari, menjadi 54 kubik per harinya.

Jumlah ini mungkin tidak bisa mengatasi masalah kesulitan air bersih di Pulau Penyengat, tapi setidaknya bisa membantu mengurangi masalah krisis air bersih, ujar Lis.

Secara fisik dan biologis, kata Wali Kota, air yang dihasilkan dari instalasi RO tersebut sudah layak minum. Sedangkan, inslatasi RO di Pulau penyengat tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan infrastruktur mendesak.

Saya harap, pengerjaan proyek RO di depan Lantamal IV Kota Tanjungpinang, dapat segera diselesaikan dan dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air baku, katanya.

Paulus Sule Patandean mengatakan, RO di Pulau Penyengat merupakan salah satu usaha pemerintah dalam meningkatkan pelayanan air minum secara kualitas dan kuantitas bagi masyarakat di Pulau Penyengat.

Hal itu juga, mengingat pulau tersebut merupakan wilayah perkotaan yang belum memiliki sumber air yang memadai, ucapnya.

Paulus mengatakan, dengan diserahkannya pengelolaan RO di pulau Penyengat kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang, ia kembali mengingatkan agar Pemko Tanjungpinang segera menyiapkan surat penerimaan asset agar dapat segera diproses.

Sehingga baik asset dan pengelolaannya dapat sepenuhnya menjadi milik Pemerintah Kota Tanjungpinang, katanya. (ALPIAN TANJUNG)

Alpian Tanjung

Read Previous

Wali Kota Kunjungi Posyandu Lansia Hutan Lindung

Read Next

Peringati Hari Kesatuan Gerakan, PKK Gelar Perlombaan