MUHASABAH Tahun Baru 2014 Momentum Perbaikan

Firman Allah:”Hendaklah setiap diri memperhatikan (melakukan intropeksi) tentang apa-apa yang telah diperbuatnya untuk menghadapi hari esok(alam akhirat).” (QS.59.Al HAsyr 59:18)

Puji syukur Alhamdulilah Allah SWT masih memberi sesuatu momentum berharga pada kita, senagai hambanya yang sering lalai atas perintah dan larangannya. Momentum dimana tidak semua manusia dapat menanggapinya, yakni momentum memperbaiki diri dan memperbanyak bekal untuk akhirat nanti. Tahun baru,begitulah sebagian manusia mengistilahkan momentum ini.

kita sudah memasuki minggu pertama di awal tahun baru 2014 masehi. meski bukan kalender hijriah, namun memasuki tahun yang baru ini patut kiranya memberikan semangat baru untuk terus memacu memperbaiki hidup.

Dalam agama manapun , peringatan Tahun Baru merupakan momen yang tepat untuk melakukan evaluasi diri, mengintropeksi diri dengan semua apa – apa yang telah perbuat dan bertujuan meningkatkan serta perbaikan diri.

Sebagian umat islam, semangat merayakan pergantian tahun baru bukan sekedar dengan mengelar pesta kembang api atau menghabiskan malam dengan pesta terompet. Namun pergantian tahun ini selayaknya memberikan kita semangat baru dalam membuat karya nyata dan prestasi hidup.

Bagi umat islam memiliki keyakinan bahwa waktu merupakan refleksikan diri dalam kehidupan dunia yang akan di pertanggung jawabkan di akhirat nanti. Sebagaimana sudah tertulis di dalam Al-Qur”‘an  yang berbunyi : “Adalah orang yang merugi jika hari ini sama dengan hari kemarin dan hari esok lebih buruk dengan hari ini. Dan kamu akan termaksuk kaum yang beruntung jika hari ini lebih baik dari hari kemarin dan esok lebih baik dari hari kemarin.”

Pemahaman itu memberikan keyakinan bagi kita bahwa waktu sekedar kumpulan – kumpulan angka – angka yang tertera pada jarum jam atau kalender. Tetapi watu adalah sesuatu yang harus di pertanggungjawabkan Oleh Allah SWT, Sang pemilik Zaman.

Memaknai pergantian Tahun itu sebagai momentum perubahan budaya secara individual (ibda”‘binafsihi), keluarga dan masyarakat yang selama tahun sebelumnya mungkin masih ada kekurangan atau kealpaan, diarah lebih baik di masa mendatang.

Perubahan ini bisa terjadi setiap jiwa umat islam mampu “‘menghijrahkan”‘ seluruh kekuatannya (pemikiran dan tindakannya)bagi kemajuan dalam kehidupan secara pribadi.

Perubahan yang dimulai dari rumah tangga dan dilanjutkan melalui lembaga pendidikan akan membawa dampak positif sejalan dengan perkembangan. semua itu harus dimulai dari sekarang sebagai menciptakan negerasi muda islami yang mampu melakukan perubahan perubahan dalam kehidupan. sebab sudah digariskan dalam Islam bahwa “Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang akan mengubahnya.”

Karena itu ada tidaknya perubahan dalam kehidupan seseorang atau kelompok masyarakat sangat tergantung pada individu atau kelompok tersebut. Itu langkah minimal yang sejatinya dilakukan setiap muslim dalam memaknaio pergantian tahun ini.

Intinyan, Islam juga mengajarkan, bahwa hari- hari yang dilalui hendaknya selalu lebih baik dari hari – hari sebelumnya. Setiap Muslim dituntut untuk berprestasi, yaitu menjadi lebih baik dari hari- hari seterusnya.

Dengan keyakinan itu, maka orientasi kerja – kerja keduniaan  yang selama ini kita lakukan patut kiranya ditahun 2014 kita rubah berdasarkan pada nilai – nilai kebijakan (ma”‘rufat) dan membersihkannya dari pelbagi kejahatan (munkarat).

Dalam hal ini, ma”‘rufat mencakup segala kebaikan yang di terima oleh manusia sepanjang masa, sedangkan munkarat menunjuk pada segenap kejahatan dan keburukan yang selalu bertentangan dengan nurani manusia. Nilai kebaikan bisa dijatahkan dengan bekerja berprinsip nilai kejujuran dan profesionalitas.

Sikap jujur sebagaimana yang disabdakan Rasullulah SAW agar dapat berprilaku yang baik dengan “menjauhi dusta karena dusta akan membawamu kesurga.”(HR Bukhari dan Muslim)

Pribadi yang jujur merupakan roh kehidupan yang teramat fundamental, karena setiap penyimpangan dari prinsip kejujuran pada hakikatnya akan berbenturab dengan suara hati nurani. Seperti contoh, para penyelenggara negara pada setiap aktivitas dalam rangka melayani masyarakat tentunya tidak menanggalkan prinsip kejujuran.

Dengan pemahaman itu, maka patutnya pergantian dari tahun 2013 menuju tahun 2014 ini kita jadikan sebagai momentum mengubah diri dan bagsa indonesia menuju masa depan yang lebih baik dalam segala bidang di masyarakat.

Memauki tahun baru 2014 terasa istimewa bagi bagsa dan negara Indonesia , terutama karena di tahun2014 bangsa indonesia akan melaksanakan pemilihan  hajatan besar yang dapat mempengaruhi kondisi dan situasi masyarakat bagsa indonesia untuk priode lima tahun kedepan, pemilu 2014.

Pemilu 2014 merupakan momentum yang amat penting bagi kehidupan suatu bangsa, pemilu merupakan cara yang telah di sepakati oleh seluruh komponen bagsa dalam rangka memilih dan menentukan para calon memimpin bagsa dan negara kita. mari kita dukung dan sukseskan pesta demokrsi tersebut dapat berjalan.

Dengan harapan semoga para kandidat yang ikut dalam pemilihan dan yang terpilih pada gilirannya nanti, merupakan orang – orang terbaik di bidangnya serta amanah sesuai tugas dan kewenanganya masing – masing. Sehingga bagsa dan negara ini dapat melangkah kedepan dengan optimis menjadi negara yang maju, adil dan beradab.

MERAYAKAN TAHUN BARU DENGAN RASA SYUKUR,

Sebagai ungkapan rasa syukur beragam cara dan bentuk perayaan tahun baru dilakukan oleh sebagian umat islam. Sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat dan karunia-nya hal itu bukanlah yang harus dipersoalkan, selama dilakukan dengan cara bijak. santun dan tidak berlebihan apalahgi di sertai dengan tindakan – tindakan yang bertentangan dengan ajaran islam. Karena syukur nikmat juga merupakan bagian penting dari ajaran bahkan kita diperintahkan untuk senantiasa bersyukur kapanpun dan dimanapun.

Firman Allah Swt:” Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun , dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”(Qs. An Nahl 16  78)

Firman Allah : ” Maka ingatlah kamu kepada-ku niscaya aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepadaku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-ku ” (QS Al- Baqarah 2:152)

Firman Allah : ” Dan barang siapa yang bersyukur , maka sesungguhya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri, dan barang siapa yang kufur (tidak bersyukur), maka sesungguhnya Tuhanku Mahakarya (Tidak membutuhkan sesuatu ) lagi mahamulia” (QS An – Naml 27:40)

Namun demikian kita juga diperingatkan agar menghindari tindakan yang berlebihan dan melampaui batas serta tidak menyerupai prilaku suatu kaum  yang di benci Allah SWT. Sebagaimana Firmannya : “… Dan janganlah kamu berlebih – lebihan. Sesumgguhnya Allah tidak menyukai orang – orang yang berlebih – lebihan.” (QS. AlA”‘raaf 7:141)

Firman Allah : ” Wahai Anak cucu Adam! Pakailah Pakaianmu yang bagus pada setiap memasuki masjid makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan,” ( Qs Al- A”‘raaf :31)

Hadist Nabi Saw : ” Hindarilah sikap yang berlebihan menjalankan Agama, Dan sesungguhnya orang – orang yang terdahulu binasa dikarenakan sikap yang berlibihan” ( HR. Ahmad)

Hadist nabi Saw : ” Makanlah, minumlah,bershadaqohlah dan berpakaianlah tanpa diserrtai kesombongan dan tanpa berlaku boros.” (HR. Ahmad ,An-Nasai dan ibnu Majah )

Firman Allah SWT : ” …  Ya Rabb Kami, Ampunilah dosa – dosa  kami dan tindakan – tindakan yang berlebih – lebihan. tetapkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang – orang kafir.” (Qs. Ali Imran :147)

Untuk menghindari hal- hal yang bersifat mubazir dan berlebihan, sikap dan pandangan berikut perlu di kedepankan dan dilakukan  oleh setiap pribadi muslim dalam menyikapi datangnya tahun baru. Diantaranya:

Pertama, mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya.Firman Allah : Maka ingatlah kalian padaku (Allah) maka aku akan ingat kepada kalian dan bersyukurlah kalian kepadaku dan janganlah kufur kepadaku ( QS. Albaqorah:152)

Kedua, Muhasabah (intropeksi diri). Hal ini Penting dilakuakan untuk mengetahui seberapa besar peran dan fungsi kita sebagai khalifah tullah fil ardh. Intropeksi diri atau Musahabah adalah kewajiban yang sangat penting dilakukan. Ia adalah kunci kemuliaan dan kebersihan diri seorang muslim. Firman Allah : Hendaklah setiap diri memperhatikan (melakukan intropesi) tentang apa – apa yang telah di perbuatnya untuk menghadapi hari esok alam akhirat) (Qs,59 AlHasyr 59 :18)

Ketiga,Muatabah (membersihkan diri). Kadang kita tidak sadar sering mengkritik kekurangan dan kesalahan dirinya sendiri. Sikap ini penting dilakukan oleh setiap pribadi muslim agar senantiasa menyadiri bahwa dirinya adalah makhluk yang serba terbatas, yang bahwa dirinya adalah makhluk yang terbatas , yang tidak luput dari salah dan khilaf.

Keempat, Murokoboah (Supervisi/pengawasaan). Sebagai seorang muslim kita patut melakukan pengawasan apakah ibadah dan kebaikan  yang telah dilaksanakan  dari sisi lahiriyah, perlu dikaji ulang , apakah pelaksanakan ibadah itu karena menjalan perintah dan mengharapkan keridhoan Allah atau ada motif lain.

Kelima, Mujahadah ( berjuang dan berusaha ) keras melakukan perubahan dan meningkatkan kualitas diri dengan membuat program hidup  dan sungguh – sungguh. Orang – Orang  bersungguh – sungguh pada jalan Allah, Termaksuk untuk meniungkatkan kualitas diri akan ditunjukan Allah jalan untuk mendapatkan keridhoan – Nya. Allah SWT berfirman, Dan Orang – orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar-benar akan kami tunjukan kepada mereka jalan – jalan kami. Dan sesengguhnya Allah benar – benar beserta orang – orang yang berbuat baik (QS 29 :69)

Sebagai bagsa, kita juga harus terus mereformasi diri agar optimise senantiasa ada dan terpelihara  dalam menghadapi berbagai cobaan dan permasalahannya  yang di hadapi. Melalui sikap demikian diharapkan bagsa Indonesia, terutama umat islam dapat menatap masa depan dengan lebih baik, serta mampu menyadari segala kekurangan dan kelemahannya untuk kemudian beranai dan mau memperbaikinya.

Dengan kesadaran demikian In syaa Allah nikmat dan karunia-Nya tidak akan terputus, bahkan akan bertambah sebagaimana yang Allah janjikan dalam Al – Quran Qs Ibrahim 7 : jika kalian bersyukur niscaya kami akan menambah (nikmat kami ) dan jika kalian mengkufurinya sungguh azab-ku sangat pedih (QS.Ibrahim:7)

Sumber : Al wasit edisi 679

Alpian Tanjung

Read Previous

Komunitas Bengkel Sabda akan Menggelar Bakti Sosial untuk Penyandang Disabilitas

Read Next

PERSATUAN ADALAH PRINSIP FUNDAMENTAL DALAM AJARAN AGAMA ISLAM