Lis Berikan Dua Solusi Untuk Petugas Parkir

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah SH, akan memberikan solusi untuk penambahan penghasilan para petugas parkir. Seperti memberlakuan timer atau waktu dan menambahkan biaya tarif parkir kendaraan roda dua.

“Untuk petugas parkir yang mengalami pendapatanya berkurang, pemerintah sekarang akan menerapkan timer parkir untuk menambahkan pendapatan mereka. Maksudnya, bagi yang pakir lebih lama akan dikalikan per jam. Karena banyak pemilik kendaraan yang parkir kendaraanya terus mereka keluar kota, maka itu kita berlakukan timer parkir. Dan selain itu kita akan menambah biaya parkir kendaraan roda dua, dari Rp800 sekarang menjadi Rp1.000 lebih,” kata Lis, Kamis (9/1).

Namun, bila dilihat dari manfaat memilih seribu orang atau dari pada satu orang, Lis mengatakan lebih baik memikirkan seribu orang. “Tapi yang namanya suatu perubahan pasti ada proses.
Kalau dilihat dari kendaran yang parkir doble – doble begini, tentu melihatnya dan penguna jalan tidak nyaman. Intinya tentu pasti ada pengurangan pendapatan,” ujar Lis.

Tapi secara keselurahan tujuanya, kata Lis, agar pendapatan petugas parkir makin bertambah karena secara tak langsung mengurangi kendaraan yang parkir roda empat dan yang lebih banyak parkir yaitu roda dua.

“Intinya apa, karena kita akan mengalakan roda dua dan mengurangi roda empat. Karena peraturan tersebut berdasarkan UUD nomor 22 tahun 2009 tentang angkutan umum dan SK Wali Kota Tanjungpinang nomor 458 tahun 2013 tentang kawasan kota lama Tanjungpinang sebagai kawasan tertib lalu lintas dan perpakiran,” kata Lis.

Jadi kedepanya, kata Wali Kota Tanjungpinang, akan membuat perencanaan dan menjadikan lapangan yang ada di Asean Corner depan Gedung Daerah tempat kawasan dan lahan parkir.

Namun rencana yang akan dilaksanakan kawasan area parkir di Asean Corner tersebut, kata Lis, pasti akan berdampak pada masyarakat dan masyarakat mengatakan jauh.

“Tapi untuk menciptakan hal tersebut harus ada konsekwensi atau pengorbanan dan harus saling mengalah kalau ingin kota kita tertib. Karena saya diamanahkan untuk bekerja dan untuk membenahi kota ini supaya lebih tertib, nyaman, lebih rapi dan terarah. Namun, harus didukung oleh semua pihak,” kata
Lis.

Maka dari itu pemerintah memberikan kebijakan tentang pengunaan parkir memakai kawasan bahu jalan, agar bisa di mamanfaatkan untuk lahan parkir.

“Sebenarnya tidak bisa. Tapi kita memberikan kebijakan dan secara tak langsung para petugas parkir bisa mencari nafkah dan pekerjaan mereka bisa berjalan seperti biasa ,” kata Lis. (AFRIZAL)

Alpian Tanjung

Read Previous

Penghasilan Petugas Parkir Turun 50 Persen

Read Next

Mahasiswa Keluhkan Wifi Kampus Politeknik Batam Lelet