29 Muslim Rohingya di Terima Rudenim Pusat Tanjungpinang

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Sebanyak 29 orang muslim Rohingya asal Miyanmar di terima petugas Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang, Selasa (2/7). Sementara, sebelumnya, ke 29 orang etnis muslim Rohingya tersebut di tampung di Rudenim Banda Aceh dan Medan.

“Dari jumlah itu, sebagian sudah tiba di Rudenim hari ini, yakni sekitar 11 orang dari Rudenim Medan dan akan bergabung dengan puluhan orang muslim Rohingya lainnya,” kata Kepala Rudenim Tanjungpinang, Surya Pranata melalui, Kepala Bidang Registrasi dan Perawatan Rudenim Tanjungpinang, Teguh cahyono, diruangannya.

Teguh menambahkan, 11 orang muslim Rohingya tersebut tiba di Tanjungpinang pukul 17.00 WIB dan segera diverifikasi oleh pihak Komisariat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi (UNHCR) untuk penentuan status sebagai pengungsi atau bukan.

“Mereka ini akan ditempatkan dalam satu blok dengan kewarganegaraannya sendiri. Sebab, jika di gabung dengan warga Negara lain, takutnya jadi berantem dan tidak ada kecocokan. Kami juga telah meminta pihak “‘International Organization for Migration (IOM)”‘ untuk memfasilitasi 11 orang Muslim Rohingya yang akan tiba ini,” kata Teguh.

Selain itu, kata Teguh, sebelumnya pada Jumat (28/6) lalu, Rudenim pusat Tanjungpinang menerima 18 orang muslim Rohingnya dari Rudenim Banda Aceh.

“Hingga saat ini, sekitar 29 muslim Rohingya telah kita terima,” katanya.

Sementara itu,  jumlah seluruh penghuni Rudenim saat ini sebanyak 351 orang dari berbagai negara. Mereka kebanyakan mencari suaka ke negara ketiga yakni ke Australia. Selain itu, ada beberapa bukan pencari suaka yakni dari Vietnam, mereka tahanan penangkapan karena telah masuk ke wilayah Indonesia tanpa dokumen.

“Sedangkan, kapasitas gedung Rudenim ini bisa menampung sekitar 400 jiwa,” ujarnya.

Selain itu, para pencari suaka di Rudenim Pusat Tanjungpinang yang menunggu statusnya sebagai Refugee paling lama setahun mereka bertahan disini, setelah itu mereka mendapatkan Refugee lalu dikirim ke negara yang mau menerima mereka. (ALPIAN TANJUNG)

Alpian Tanjung

Read Previous

Bahan Makanan Urutan Tertinggi Pengaruhi Inflasi Kepri

Read Next

Biro Admistrasi Perekonomian Bahas Kebijakan Potensi Inflasi