Kinerja Kejaksaan Dinilai Lamban

Tanjungpinang, IsuKepri.com – Kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang dinilai lamban dalam menyelidiki perkara dugaan korupsi yang hingga saat ini proses pemeriksaannya belum selesai dan belum ada yang dijadikan tersangka.

Ketua DPC Peradi Kota Tanjungpinang, Hermansyah, SH mengatakan, seperti kasus dugaan korupsi dana publikasi dan protokoler di Biro Humas dan Protokoler Provinsi Kepulauan Riau, dan kasus dugaan korupsi proyek jembatan Gugus Sungai Timun belakang Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri, hingga saat ini belum ada kejelasannya.

“Jangankan mengungkap kasus dugaan korupsi itu, sedangkan perintah hakim di pengadilan supaya jaksa memeriksa mantan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Tanjungpinang, atas Said Parman belum dilakukan pihak kejaksaan,” tutur Hermansyah, kemarin.

Tidak dilaksanakannya perintah hakim tersebut, kata dia, kinerja kejaksaan dinilai lamban. Sementara, mantan bendahara Dinsosnakertran Saparman telah dihukum, namun dalam persidangan ada keterangan saksi yang menyebut Kadisnya yakni Said Parman ikut menggunakan uang pajak yang dikorupsi Saparman, dan hal itu hakim langsung yang meminta jaksa agar menyelidiki Said Parman.

“Hingga saat ini, perintah hakim itu tidak dilaksanakan jaksa. Apa lagi akan memeriksaan dugaan korupsi yang lain,” katanya.

Selain itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Tanjungpinang-Bintan, Rio Wanis mengatakan, penegak hukum diharapkan tidak pilih-pilih orang dalam melakukan penegakan hukum terhadap kasus korupsi yang ada di Tanjungpinang.

“Hal itu dapat menimbulkan pikiran negatif dari mata masyarakat Tanjungpinang nantinya. Dalam hal ini, kejaksaan harus kerja cepat dalam menangani perkara dan dugaan korupsi tersebut,” kata Rio.

Bahkan, kata dia, dalam penegakan hukum, dan pemeriksaan perkara korupsi kejaksaan harus transparan dan terbuka untuk publik, dan tidak menutup-nutupi perkara itu.

“Sebab, perkara korupsi itu perkara yang harus diberantas, karena perbuatan itu sangat merugikan negara dan mencuri uang rakyat,” ujarnya.

Sementara, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang, Saidul Rasli Nasution SH, saat dikomfirmasi media ini melalui telepon selulernya tidak diangkat, dan pesan singkat yang dilayangkan belum dibalasnya. Padahal media ini hanya ingin tau proses tindaklanjut atas pemeriksaan perkara dugaan korupsi Rp1,7 miliar di Biro Humas dan Protokol Provinsi Kepri. Selanjutnya, kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Gugus Sungai Timun batu 8 senilai Rp3,8 miliar, dan tiga pekan lalu, atas perintah hakim di pengadilan meminta jaksa untuk memeriksa dan menindaklanjuti mantan Kadisosnakertran Said Parman.

Hingga saat ini, dugaan korupsi pekara tersebut belum ada yang jadi tersangka. (Pian)

Alpian Tanjung

Read Previous

Daging Sapi Segar Tembus Rp105 ribu/ Kg

Read Next

Pameran Batam Expo 2013