• September 27, 2020

SPBU di Karimun Kosong

Karimun, IsuKepri.com – Ancaman kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Karimun bakal terjadi lagi menyusul kekosongan stok premium di Stasiun Pengisan Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Poros milik Perusda, Jumat (15/3). Di pintu masuk SPBU tertulis stok premium habis.

Antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat yang selalu menghiasi jalan menuju pintu masuk SPBU satu-satunya di Kabupaten Karimun itu tidak terlihat. Jalanan nampak kosong dari hiruk pikuk kendaraan yang mengular mulai dari pintu masuk SPBU hingga tiga kilometer jauhnya ke arah Masjid Agung.

“Yah, siap-siaplah kita untuk membeli premium dengan harga mahal yang dijual pengecer di pinggir jalan. Tapi mau gimana lagi, daripada kendaraan kita tidak jalan terpaksa juga membeli premium yang dijual menggunakan botol premium di sepanjang jalan,” ujar Mamat, salah seorang warga Karimun, kemarin.

Menurut Mamat, memang sejak krisis BBM yang melanda Karimun sejak beberapa bulan belakangan ini, dirinya sudah jarang membeli premium di SPBU Jalan Poros karena antrean yang begitu panjang. Namun, untuk membeli di kios-kios pinggir jalan, dirinya pun merasa keberatan karena harga yang dijual sangat mahal.

Salah satu alternatifnya, Mamat berusaha mencari penjual premium di pangkalan premium yang mendapatkan BBM dari APMS karena harga yang ditawarkan sedikit lebih murah ketimbang harga kios pada umumnya. “Saya lebih memilih pangkalan daripada beli bensin di kios, masa separuh botol aqua ukuran sedang mililiter dijual dengan harga Rp10 ribu, kan mahal betul,” ungkap Mamat.

Wakil Bupati Karimun, Aunur Rafiq beberapa waktu lalu di Tanjungbalai Karimun sudah mengetahui perihal adanya warga Karimun yang menjual premium di tingkat pengecer dengan harga yang mahal.

“Saya sudah banyak juga mendapat laporan, adanya warga yang menjual premium di kios-kios dengan harga mahal,” kata Rafiq. (HK)

0 Reviews

Write a Review

ione

Read Previous

Mahasiswa FISIP UMRAH Aksi di Kampus Dopak

Read Next

Pembangunan RSUD Kundur Terkendala Lahan