• September 18, 2020

Pajak Walet di Karimun Capai Rp100 juta

Karimun, IsuKepri.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karimun dari sektor pajak penangkaran sarang burung walet terjadi peningkatan hingga mencapai Rp100 juta.

Pada tahun 2011 lalu penerimaan pajak hanya sekitar Rp80 juta, namun untuk tahun 2012 Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Karimun berhasil memungut pajak walet sebesar Rp100 juta.

Kepala Dispenda Karimun, Djuanidy di Tanjungbalai Karimun, Kamis (14/3) mengatakan, angka Rp100 juta dari sektor pajak sarang burung walet tersebut termasuk melebihi dari target yang digarsikan Dispenda.

“Target kami hanya sekitar Rp80 juta, namun bisa terealisasi hingga Rp100 juta. Artinya, pajak walet terjadi over target,” katanya.

Djunaidy menjelaskan, setiap satu kilo sarang walet yang siap ekspor dikenai pajak sebesar Rp4 juta. Untuk pajak walet ini, paling banyak berasal dari pengusaha perorangan.

“Artinya, pajak sarang walet dikenakan begitu pengusaha tadi mau melakukan ekspor. Kalau tidak ada kegiatan ekspor, tidak dikenakan pajak,” katanya.

Kendati sudah bisa merealisasikan pajak walet melebihi target. Namun, Djunaidy masih belum berpuas diri dengan hasil yang telah dicapai itu, karena menurutnya semakin malam jumlah penangkaran burung walet di Karimun semakin bertambah. Untuk itulah, ia meminta kejujuran dari pengusahan sarang burung walet untuk membayarkan pajaknya jika sudah melakukan penjualan.

Selain kejujuran dari pengusaha, Dispenda juga melakukan kerjasama dengan pihak Karantina dan Bea Cukai untuk melaporkan adanya penjualan sarang burung walet ke luar negeri. Pasalnya, setiap pengusaha mau melakukan eskpor sarang burung walet, pengusaha selalu melaporkannya kepada karantina dan Bea dan Cukai.

Kendala lain yang dihadapi petugas Dispenda untuk memungut dan mendata sarang burung walet adalah lokasi bangunan sarang burung walet yang berada jauh di pemukiman penduduk, bahkan ada yang jauh di tengah hutan. “Selain itu, ada juga larangan dari penjaga sarang burung walet kepada orang asing untuk tidak boleh mendekati bangunan walet dengan alasan nanti waletnya takut untuk bersarang,” katanya. (HK)

0 Reviews

Write a Review

ione

Read Previous

Barca Kembali Unggulan Teratas Liga Champions, Madrid Tergeser

Read Next

Timnas Pra Piala Asia 2015, Berkejaran dengan Waktu