• September 26, 2020

Banyak Dinikmati Orang Kaya, Elpiji 12 Kg Harus Naik

Jakarta, IsuKepri.com – Pemerintah telah menolak usulan PT Pertamina (Persero) untuk menaikkan harga elpiji 12 Kg. Menteri BUMN Dahlan Iskan diminta meyakinkan pemerintah agar harga elpiji 12 Kg bisa naik agar Pertamina tak terus merugi.

Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyani Zakaria mengatakan Dahlan Iskan harus kembali meyakinkan pemerintah bahwa harga elpiji 12 Kg harus dinaikkan. Alasannya Pertamina merugi karena harus mensubidi elpiji 12 Kg namun kenyataanya produk tabung gas ini banyak dinikmati orang kaya.

“Menteri BUMN Dahlan Iskan harus kembali meyakinkan Presiden, Menteri ESDM, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk menyetujui rencana Pertamina menaikan harga harga elpiji 12 Kg,” kata Sofyano dalam keteranganya tertulisnya Minggu (10/3/2013).

Menurutnya jika tidak dinaikkan maka sama saja pemerintah membiarkan Pertamina terus merugi triliunan rupiah tiap tahunnya karena harus mensubsidi elpiji 12 Kg dimana elpiji 12 Kg tersebut lebih banyak dinikmati golongan mampu dan kaya.

“Elpiji 12 Kg lebih banyak dinikmati golongan mampu dan kaya yang sepatutunya tidak diberikan subsidi, apalagi yang memberikannya adalah perusahaan bukan negara. Jika dibiarkan terus Pertamina rugi triliunan rupiah tiap tahun karena menjual elpiji 12 kilogram,” jelasnya.

Ditambahkannya, kerugian Pertamina di sektor bisnis elpiji 12 kilogram yang jumlahnya sudah belasan triliun rupiah seharusnya menjadi beban berat bagi Menteri BUMN.

“Dan ketika kebijakan untuk menaikan harga ini ditolak dengan tanpa memiliki dasar hukum, harusnya Dahlan memperjuangkan agar elpiji 12 kg ditetapkan sebagai elpiji bersubsidi,” tutupnya.

Seperti diketahui PT Pertamina mengaku bakal menderita kerugian Rp 5,5 triliun tahun 2013 dari bisnis elpiji khususnya 12 Kg jika harga elpiji tidak segera dinaikkan.

Pasalnya harga gas elpiji 12 kilogram yang saat ini Rp 70.200 per tabung sebagian disubsidi sendiri oleh Pertamina dan tidak diganti oleh negara.

Namun melalui Menko Perekonomian Hatta Rajasa, rencana kenaikan tersebut tidak tepat jika dilakukan pada saat ini. Kondisi masyarakat tidak memungkinkan untuk menanggung beban naiknya harga elpiji 12 Kg.

“Elpiji kita belum rekomendasikan, situasinya tidak tepat untuk masyarakat kita,” ungkap Hatta beberapa waktu lalu. (Detik)

0 Reviews

Write a Review

ione

Read Previous

Taufiq Kiemas Mendapat Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Trisakti

Read Next

Nilai Pinjaman dan Hibah Luar Negeri Kementerian PU Menurun