• September 30, 2020

Rusia Hujan Meteor

MOKSWA, IsuKepri.com – Lebih dari 1.000 orang kepanikan massal ketika datang cahaya yang menyilaukan dan gelombang kejut yang bluar biasa datang, sebuah meteor jatuh di Chelyabinks, Siberia, Rusia, Jumat (15/2/2013) lalu.

Menurut warga kota itu, peristiwa alam itu seperti yang mereka saksikan seperti di film-film.

” Saya terbangun karena ada ledakan. Rasanya, seluruh gedung ini terlempar, ” ujar Igor Chudnovsky, seorang eksekutif perusahaan di Chelyabinsk, seperti dikutip USA Today.

” Saya melihat cahaya, seperti ledakan nuklir, seperti yang saya lihat di film-fim dokumenter, ” lanjutnya.

Meteor yang meluncur ke wilayah barat Siberia itu masuk atmosfer Bumi pada pukul 09.20 pagi waktu setempat dengan kecepatan sedikitnya 54.000 kilometer per jam dan meledak di ketinggian 30-50 kilometer, kata Akademi Sains Rusia.

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan meteor itu hanya seukuran bus dan berbobot sekitar 7.000 ton. Namun, kekuatannya sangat dahsyat, 20 kali bom atom dan bola api yang ditimbulkannya terlihat sangat dramatis.

Ilmuwan dari Jet Propulsion Laboratory NASA, Amy Mainzer, mengatakan, atmosfer Bumi menjadi semacam tameng. Mainzer menjelaskan, gelombang kejut yang ditimbulkan memang menghancurkan kaca, tetapi “atmosfer menyerap sebagian besar energi itu.”

Gelombang kejutnya diperkirakan memecahkan kaca seluas 100.000 meter persegi, menurut pejabat kota. Tak kurang dari 3.000 gedung di kota itu rusak.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, lebih dari 1.000 orang dirawat di rumah sakit. Sebagian besar korban terluka akibat pecahan kaca.

Juru bicara Kementerian Situasi Tanggap Darurat Vladimir Purgin mengatakan, banyak korban terkena pecahan kaca karena mereka berdiri sangat dekat dengan jendela untuk melihat penyebab cahaya yang menyilaukan, yang bahkan lebih terang dari matahari itu. Dan sampai saat ini belum ada laporan soal adanya korban tewas dalam peristiwa yang sangat langka itu.

Sementara NASA memperkirakan kecepatan meteor tersebut 64 kilometer per jam dan meledak di ketinggian 19-24 kilometer. Meteor itu mengeluarkan 300-500 kiloton energi dan meninggalkan jejak sepanjang 480 kilometer. (Kompas/yano)

0 Reviews

Write a Review

Karyano Efiandi

Read Previous

Lis: Jadikan Sebagai Motivasi

Read Next

Oknum TNI Penimbun BBM Terungkap