• September 21, 2020

Impor Elektronik Batam di Batasi

Batam, IsuKepri.com – Selama 2 tahun terakhir, pengimporan ponsel dan tablet ke indonesia meningkat. pada tahun 2010 impor mencapai 43 juta unit ponsel dengan nilai 2,06 dolar AS, pada tahun 2011 menjadi 44,86 juta unit senilai 1,92 milyar dolar.

Untuk melindungi produk dalam negeri dan konsumen agar mendapatkan yang terbaik dalam hal elektronika dan telepon seluler, Kementerian Perdagangan melakukan pembatasan impor elektronik di Indonesia.

Kementerian Perdagangan mengeluarkan Permendag No.82/M-DAG/PER/12/2012 yang membatasi impor ponsel dan tablet, mulai 1 Januari 2013.

Peraturan itu mengatur impor ponsel dan tablet hanya bisa dilakukan melalui lima pelabuhan laut dan lima pelabuhan udara yaitu Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Polonia, Soekarno Hatta, Ahmad Yani, Juanda dan Hassanudin.

Pembatasan impor itu untuk melindungi konsumen agar mendapat barang yang berkualitas, mendukung kesehatan, keselamatan dan lingkungan serta industrialisasi telepon seluler dan komputer, ujar Gita Wiryawan menteri perdagangan.

Kebijakan yang diambil oleh kementerian perdagangan yang membatasi impor elektronika dipercaya akan memperlambat ekonomi Kota Batam pada tahun 2013.

Elektronika merupakan ciri khas Batam. jika dilakukan pembatasan impor elektronika, otomatis ekonomi batam akan terhambat dan memperlambat perkembangan Kota Batam, kata Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Provinsi Kepulauan Riau Amat Tantoso di Batam.

Menurut kadin, penjualan elektronika memiliki efek domino bagi perekonomian Batam.

Selama ini Batam dikenal sebagai pusat penjualan elektronika yang murah. kamera, laptop, telephon seluler dijadikan buah tangan bagi pelancong yang datang ke batam. hal ini menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi Batam, ujarnya

Pengusaha di Batam mulai letih dengan kebijakan pemerintah Indonesia.

Sebagai kawasan perdagangan bebas, batam seharusnya mendapatkan pengecualian kebijakan itu. pengusahapun sudah mulai lelah terhadap kebijak pemerintah yang nasional namun tidak memperhitungkan kondisi Batam dan FTZ, ujar Kadin. (Ant/Edi)

0 Reviews

Write a Review

suprapto

Read Previous

Cucu SBY Masuk Rumah Sakit

Read Next

UN 2013, Buat Siswa Mandiri