• September 27, 2020

Marak Penyelewengan, BBM Kembali Langka

BATAM, IsuKepri.Com — Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium kembali langka di Batam. Di sejumlah SPBU, terlihat antrian panjang kendaraan yang masih terus terjadi, terutama dalam beberapa hari terakhir.

“Hampir di semua SPBU antri panjang, susah untuk mendapatkan solar. Kami terpaksa menunggu lama hingga beberapa jam, terkadang harus putar-putar ke sejumlah SPBU,” ungkap Asrul, salah seorang pengendara mobil saat antre di SPBU Tanjung Piayu, Senin (19/11/2012).

Berdasarkan informasi, kelangkaan BBM jenis solar dan premium di Kota Batam terjadi akibat maraknya penyelewengan dan penimbunan. Beberapa kali, oknum yang melakukan penyelewengan dan penimbunan ditangkap pihak kepolisian.

Namun meski barang bukti telah dikantongi, pelaku tak kunjung dihukum ataupun diproses hingga ke pengadilan. Justru barang bukti dan pelaku tiba-tiba lepas setelah beberapa waktu di tahan pihak kepolisian.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) dan ESDM Kota Batam, Amsakar Achmad membantah terjadinya kelangkaan BBM. Menurutnya, kosongnya stok BBM di sejumlah SPBU dikarenakan terhentinya distribusi dari Pertamina akibat libur.

“Solar tidak ada persoalan, kuotanya masih cukup. Adanya antrian di sejumlah titik SPBU dikarenakan hari libur, distribusi solar ke SPBU terhenti,” katanya, kemarin.

Sedangkan untuk jenis premium, diakui adanya pemakaian yang cukup tinggi. Ini disebabkan melonjaknya jumlah kendaraan di Batam yang tidak pernah mampu dikontrol pemerintah.

“Pertumbuhan kendaraan cukup pesat, menjadikan pemakaian premium cukup tinggi,” imbuhnya.

Sampai saat ini, belum ada solusi untuk mengatasi tingginya permintaan BBM jenis premium di Kota Batam. Disperindag baru memikirkan formula yang tepat untuk mengatasi permasalahan itu, diantaranya dengan membagi pemakaian premium berdasarkan CC kendaraan.

Dengan formula tersebut, kendaraan yang memiliki CC tertentu dilarang membeli BBM jenis Premium. Namun harus menggunakan BBM jenis Pertamax atau BBM non subsidi. (sec)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Morning Glory (2010): \”Butuh kreativitas dalam dunia pertelevisian\”

Read Next

Pembahasan UMK Buntu, Apindo Ngotot KHL Rp1.790.000