• September 27, 2020

Komunitas Merah Putih dan BEM Politeknik Gelar Seminar Kebangsaan

BATAM, IsuKepri.Com — Komunitas Merah Putih dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Batam menggelar seminar nilai-nilai kebangsaan. Seminar bertemakan “Membangun jiwa patriotistik, membentuk karakter nasionalisme, menyongsong Indonesia jaya” ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Batam, Sabtu (24/11/2012) mulai pukul 09.00 WIB.

Ketua Komunitas Merah Putih Batam, Arbi Hasbi Nasution menyatakan, nilai-nilai semangat patriotis serta nasionalis seolah kian pudar di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Kecintaan kepada tanah air, bangsa dan negara seperti telah terkikis dengan rasa kecintaan kepada kelompok, paham dan kepentingan tertentu.

Ini ditandai dengan sejumlah kejadian akhir-akhir ini yang mencoreng wajah Indonesia sebagai sebuah negara yang toleran dan santun. Aksi brutal tawuran antar pelajar mewarnai di sejumlah daerah di Indonesia yang dilakukan di luar batas kewajaran dan kemanusiaan. Tindakan ini sangat merugikan pelajar sebagai generasi masa depan dan aset berharga bangsa.

Belum lagi sejumlah prilaku remaja dan pemuda yang jauh dari nilai-nilai budaya bangsa serta lebih cenderung mengikuti budaya asing. Tentunya prilaku yang disertai dengan sikap berfoya-foya, bermewah-mewahan ini akan semakin membuat miris dan potensi terjadinya degradasi moral bangsa.

“Berbagai peristiwa tersebut mengindikasikan mulai lunturnya jati diri di kalangan pelajar dan pemuda yang berimbas terhadap menurunnya semangat nasionalisme,” kata mahasiswa Politeknik Negeri Batam ini.

Kegiatan seminar terbuka untuk umum, baik masyarakat, pelajar maupun mahasiswa. Menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten dibidangnya, seperti anggota DPRD Kepri, Surya Makmur Nasution, Kapolda Kepri, Brigjen Pol Yotje Mende, Direktur Politeknik Negeri Batam, Priyono Eko Sanyoto dan Ketua MUI Kepri, Tengku Azhary Abbas. (sec)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Disambar Petir, Ketua RT dan RW Tewas

Read Next

Pekerja Waspadai Gerakan Pengusaha Tolak UMK Rp2.040.000