• September 29, 2020

Ngenang dan Tanjung Sauh Diusulkan Masuk FTZ

BATAM, IsuKepri.Com — Gubernur Provinsi Kepri, Muhammad Sani selaku Ketua Dewan Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun mengusulkan Pulau Ngenang dan Tanjung Sauh masuk sebagai wilayah FTZ. Tanjung Sauh merupakan wilayah yang akan dibangun Pelabuhan Transhipment Peti Kemas. Sedangkan Pulau Ngenang akan dikembangkan sebagai industri penunjang untuk Tanjung Sauh.

“Usulan tersebut sudah kita ajukan ke pemerintah pusat sejak sebulan lalu, dalam bulan Ramadhan,” ungkap Sani usai mempresentasikan Kepri kepada para dubes negara sahabat di Hotel Novotel, Sabtu (8/9/2012).

Menurut Sani, saat ini usulan masuknya Pulau Ngenang dan Tanjung Sauh sebagai kawasan FTZ sudah dalam pembahasan oleh pemerintah pusat. Dan keputusannya, menunggu hasil rapat koordinasi antar kementerian terkait dengan Dewan Kawasan FTZ.

“Masih menunggu keputusan pemerintah pusat terkait usulan itu. Tapi kedua pulau itu diusulkan masuk FTZ lewat Perpu,” imbuhnya.

Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho menyatakan, kedua pulau yang diusulkan masuk kawasan FTZ tersebut cukup untuk membangun pelabuhan terbesar di Kepri. Dengan luas Pulau Ngenang dan Tanjung Sauh mencapai sekitar 800 hektar.

“Pulau Ngenang akan dimanfaatkan sebagai industri penunjang di Tanjung Sauh dengan total luas kedua pulau itu mencapai 800 hektar,” katanya.

Kepala BP Batam, Mustofa Widjaja membenarkan usulan Pulau Ngenang masuk kawasan FTZ bersama Tanjung Sauh. Pembahasan akan dilakukan lintas kementerian dan akan dibentuk tim untuk mengkaji lebih jauh usulan itu.

“Masih dibahas lintas kementerian dan nanti akan dibentuk tim,” ujar Mustofa.

Kedua pulau itu rencananya akan digabungkan setelah disetujui masuk kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Batam. Penggabungan kemungkinan bisa dilakukan melalui reklamasi, karena kedua pulau itu berdekatan dan hanya dipisahkan alur kecil atau semacam selat.

“Selain menggabungkan lewat reklamasi, ada juga alternatif untuk menghubungkan lewat jembatan,” pungkasnya. (eki)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Legislator Demokrat Kepri Diimbau Turun ke Dapil

Read Next

PMII Batam Tentang Pembangunan SPBU di Baloi