• September 18, 2020

Jaring Investasi dari Kunjungan Dubes untuk RI

BATAM, IsuKepri.Com — Kunjungan diplomatik 32 duta besar (dubes) negara sahabat untuk RI di Batam dan Bintan, Sabtu-Minggu (8-9/9/2012), diantaranya dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Kepri untuk menjaring investasi. Dihadapan para dubes negara sahabat, Gubernur Provinsi Kepri, Muhammad Sani memaparkan sejumlah keunggulan masing-masing Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Kepri. Mulai dari Batam, Tanjung Pinang, Bintan, Karimun, Natuna, Lingga dan Anambas.

Melalui paparan yang disampaikan, Sani berharap kunjungan diplomatik bisa menjadi jembatan untuk merencanakan, bekerjasama dan mengembangkan Kepri sebagai tujuan investasi masa depan. Tentunya setelah para dubes melihat langsung serta mengetahui potensi di Kepri yang bisa dikembangkan bagi kemajuan ekonomi negara-negara sahabat.

“Ini peluang, di tengah keterbatasan kita mempromosikan potensi investasi Kepri ke masing-masing negara. Tentunya seperti kita menjaring ikan, dari sekian banyak pasti akan ada 2 atau 3 ikan yang nyangkut,” kata Sani usai mempresentasikan Kepri kepada para dubes negara sahabat di Hotel Novotel, Sabtu (8/9/2012).

Dari pertemuan awal, Sani mengaku terdapat sejumlah dubes dari negara sahabat yang mengaku tertarik untuk melakukan penjajakan investasi di Kepri. Dan akan ditindaklanjuti oleh negara sahabat tersebut, dalam beberapa waktu ke depan.

Ketertarikan berinvestasi di Kepri, diantaranya dinyatakan dubes Brunei dan Timor Leste di bidang oil dan gas. Selain itu, peluang investasi lainnya juga ditawarkan, seperti shipyard, kuliner, industri perikanan dan pariwisata.

“Mudah-mudahan ini akan berhasil, lusa (Senin) akan kita lihat perkembangannya,” kata Sani.

Ketertarikan dubes negara sahabat untuk berinvestasi di wilayah Provinsi Kepri juga diungkapkan Walikota Batam, Ahmad Dahlan. Menurutnya, banyak dubes dari negara sahabat yang mengaku tertarik untuk menanamkan investasi di Kota Batam, salah satunya dari Slovakia.

“Secara spontan, sudah ada rencana awal. Ada perusahaan dari Slovakia yang berniat investasi listrik disini (Batam),” ungkapnya.

Senada dengan Sani, Ahmad Dahlan juga menyatakan, kunjungan dubes negara sahabat ini sangat menguntungkan. Apalagi dari sejumlah presentasi peluang investasi yang dipaparkan, lebih dominan peluang investasi di Kota Batam.

Melalui presentasi tersebut, diharapkan para dubes akan mendapatkan informasi mengenai Batam lebih baik. Termasuk presentasi yang disampaikan pemilik PT Citra Tubindo, Kris Wiluan yang memaparkan mengenai kisah suksesnya membangun perusahaan di Batam.

“Hampir 80 persen, presentasi yang disampaikan terkait dengan Batam,” kata Dahlan.

Dalam kunjungan diplomatik ke BP Batam, Duta besar Slovakia, Stefan Rozkopal juga sempat menanyakan beberapa proyek yang bisa dikembangkan di Batam. “Negara kami tengah mengembangkan usaha pada beberapa sektor di Indonesia, kami ingin mengetahui sejumlah proyek yang ingin dikembangkan Batam,” kata Stefan.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Abdurrahman Mohammad Fachir mengatakan, Tour Program Diplomatic ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para duta besar mengenai potensi yang dimiliki Indonesia. Tour Program Diplomatic merupakan bagian dari program Kementerian Luar Negeri yang telah dilakukan bekerjasama dengan berbagai daerah di Indonesia.

“Ini merupakan salah satu inisiatif dari Kementerian (Kemlu) untuk menyediakan platform bagi pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi daerah di luar negeri,” katanya.

Mohammad Fachir menjelaskan, program tur diplomatik diikuti oleh 32 misi diplomatik di Jakarta dan 25 diantaranya adalah dubes. Beberapa dari dubes, juga disertai oleh pasangan dan anak-anak mereka.

“Ini menunjukkan betapa menariknya Provinsi Kepri bagi mereka (dubes),” katanya.

Sebanyak 25 dubes yang mengikuti program tur diplomatik diantaranya Szilvester Bus (Hungara), Kouly A. Souphakhet and istri, Pinkeo A. Souphaket (Laos), Jovan Jovanovic and istri (Serbia), Dato Paduka Mahmud bin Haji Saidin (Brunei Darussalam), Eduardo Alberto Caideron Ledesma (Equador) dan Manuel de Araujo Serrano (Timor Leste). Kemudian Golam Mohammad (Bangladesh), Zeljiko Cimbur (Croatia), Roberto Hernan Seminario Portocarrero (Peru), Mahmoud Farazandeh (Iran), Stig Traovik and istri serta 3 anak (Norwegia), Sanaullah (Pakistan) serta Ali Mohamed Aisoswa dan istri, Sabah Mahdi Asa”‘ad (Yaman). Selanjutnya Caesar Esteban Grillion Cangroro (Paraguay), Abdul Rahman Salhdewn and istri, Khadijat Toyin (Nigeria), Alice Mageta (Zimbabwe), Nguyen Kusan Thuy dan istri, Nguyen Thi Hanh (Vietnam), Ghulam Sakhi Ghairat dan anak, Yosuf Ghairat (Afganistan) serta Martin Bilbe Hermann and istri serta dua anak (Royal Danish Embassy). Kemudian Zakeriya Akcam (Turki), Dr Isminal Shafiq Muhsin and istri, Hashmia Flayeh (Irak), Shovkat Diamalov (Uzbekistan), Stefan Rozkopal dan istri, Silvia Rozkipalova (Slovakia) serta Ratu Seremaian (Fiji Island).

Selebihnya diikuti pejabat Sekretaris Kedutaan, seperti Jan Janda (The Czech Republic) dan Catalin Arjoca (Romania). Serta Liu Quan (China), Bassam Alkhatib (Syria), Sihem El Hamdi (Tunisia), Di Jitao (China), Nguyen Duc Thang (Vietnam) dan Zhou Suli (Singapura). (eki)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Pemerintah Harus Rangkul Buruh dan Pengusaha

Read Next

Legislator Demokrat Kepri Diimbau Turun ke Dapil