• September 27, 2020

Operasi Ketupat Seligi, Polda Turunkan 2.423 Personil

BATAM, IsuKepri.Com — Sebanyak 2.423 personil kepolisian dikerahkan dalam operasi ketupat Seligi 2012. Mereka akan bertugas melakukan operasi kemanusiaan dan pengamanan arus mudik serta arus balik lebaran.

Kapolda Kepri, Yotje Mende menyebutkan, petugas yang diturunkan tersebut terdiri atas personil Polri, TNI dan personil lain seperti petugas bandara, imigrasi, bea cukai dan instansi terkait. Selain personil Polri, juga akan dikerahkan 810 personil pendukung seperti TNI dan 1.116 personil dari institusi terkait.

“Operasi Ketupat Seligi 2012 akan dilaksanakan mulai 11 – 26 Agustus 2012,,” kata Yotje Mende usai memimpin apel kesiapan pasukan untuk Operasi Ketupat Seligi 2012 di dataran Engku Putri, Jumat (10/8/2012).

Ribuan personel akan disiagakan di 47 pos pengamanan yang dibentuk untuk pengamanan Operasi Ketupat Seligi 2012. Terdiri atas 7 pos pengamanan induk seperti di Polda, Polresta dan Polsek serta 40 pos pengamanan di sejumlah lokasi lainnya. Diantaranya di sekitar wilayah keramaian seperti Bandara, pelabuhan, teriminal, dan pusat perbelanjaan.

Selain itu, juga akan didirikan sub pos pengamanan yang dibentuk secara khusus. Polda Kepri juga akan menurunkan satu helikopter untuk memantau arus pengamanan dari udara.

“Pendirian pos pengamanan dilakukan di lokasi rawan gangguan dan tindak kriminalitas,” imbuhnya.

Meneruskan amanat Kapolri, Jendral Polisi Timur Pradopo, Yotje Mende menyampaikan, tradisi mudik lebaran merupakan agenda tahunan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang dilaksanakan masyarakat Indonesia. Hal ini berimplikasi terhadap meningkatnya kelompok besar masyarakat dibeberapa tempat tertentu.

Berbagai kegiatan serta mobilitas manusia dan barang dalam jumlah besar terjadi dalam waktu yang bersamaan. Berdampak pada peningkatan dinamika potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang harus dikelola secara baik.

Berdasarkan analisa, pada 2012 ini diperkirakan sebanyak 5,6 juta jiwa masyarakat yang melakukan mudik dengan menggunakan angkutan darat. Sementara yang mengunakan angkutan sungai, danau dan pelabuhan (SDP) sebanyak 3,4 juta jiwa.

Sementara yang mengunakan angkuan laut sekitar 1,5 juta jiwa dan angkutan udara 3,3 juta jiwa. Sedangkan pemudik yang menggunakan kereta api, berdasarkan data dan dari Kementrian perhubungan, akan mengalami penurunan cukup signifikan. Karena telah dilakukan batasan maksimum (Load Factor) hingga lebih dari 150%.

“Meningkatnya masyarakat pemudik dalam jumlah yang sangat besar tersebut, telah menimbulkan beberapa permasalahan. Diantaranya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” katanya.

Beberapa faKtor penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas, lanjut Yotje, diantaranya akibat meningkatnya volume kendaraan yang tidak seimbang dengan kapasitas jalan. Serta penyempitan jalan, perbaikan ruas jalan serta aktivitas pasar tumpah hingga mengambil badan jalan dan kurang disiplinnya pengguna jalan.

Berdasarkan karakteristik kerawanan dan intensitas kegiatan masyarakat pada masing–masing daerah, pelaksanaan Operasi Ketupat tahun ini telah ditetapkan kriteria daerah operasi prioritas I dan II. Kriteria yang ditetapkan sebagai kategori prioritas I terdapat 10 Polda. Yakni Polda Metro Jaya, Polda Jabar, Polda Jateng, Polda Jatim, Polda Bali, Polda Sumsel, Polda Sulsel, Polda DIY, Polda Lampung dan Polda Banten.

“Kepri tidak termasuk daerah operasi prioritas I, jadi Polda Kepri masuk prioritas II,” ungkapnya. (eki)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Katering Saung Sunda Sawargi Diduga Penyebab Keracunan

Read Next

Daftar ke KPU, Nasdem Bawa 3.000-an KTA