• September 24, 2020

Motif Bom Haluan Kepri Masih Samar

BATAM, IsuKepri. Com — Hingga saat ini, masih belum diketahui motif pelaku pelemparan bom di kantor Haluan Kepri. Begitupun dengan pelaku pelemparan, juga belum bisa diendus oleh pihak kepolisian. Ini merupakan insiden kedua kalinya, setelah 2008 lalu, kantor Haluan Kepri juga pernah menjadi sasaran pelemparan bom.

Apalagi saat insiden terjadi, suasana sepi halaman belakang kantor sepi. Gerbang belakang jarang difungsikan dan penjagaan hanya difokuskan di bagian depan.

Pemimpin Redaksi Haluan Kepri, Ahmad Zulkani menyatakan, usai ledakan tercium bau mesiu menyengat di sekitar halaman belakang kantor Haluan Kepri. Ledakan berasal dari satu tabung dengan dua katup yang dibatasi. Bagian atas tabung meledak sedang yang bawah belum.

“Tabung kemudian dibawa Tim Gegana Polda Kepulauan Riau. Asumsi kami ini terkait pemberitaan, tapi masih belum tahu yang mana,” katanya.

Pelemparan bom rakitan ke kantor Haluan Kepri oleh orang tak dikenal terjadi pada Selasa (24/7/2012) sekitar pukul 00.30 WIB. Sebanyak dua bom rakitan dilemparkan di sisi belakang kantor, tepat dekat ruang pencetakan koran.

Satu bom rakitan meledak dekat mobil operasional, carry warna biru yang diparkir di halaman belakang. Namun tidak menimbulkan korban jiwa ataupun cedera dalam insiden ini.

Bom rakitan ini memiliki panjang sekitar 20 sentimeter. Dengan diameter sekitar 5 sentimeter yang terbuat dari sebuah benda semacam pipa bulat.

“Kedua bom rakitan ini ditemukan di dekat mobil operasional dan diatap mobil operasional yang menjadi lokasi ledakan,” kata salah seorang karyawan bagian cetak, Rudianto.

Karyawan percetakan akhirnya melanjutkan kembali pekerjaannya setelah sempat terhenti sementara.

Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Polsek Batu Ampar oleh Manajer Layout, Irfan Lubis melalui telepon. Namun laporan ditolak oleh petugas dengan alasan bukan wilayah kerjanya. Selanjutnya, dibuat laporan ke Polsek Bengkong.

“Setelah itu baru polisi datang,” ujarnya.

Polisi datang sekitar pukul 01.30 WIB, satu jam setelah ledakan. Setelah itu diikuti tim dari Brimob Polda Kepulauan Riau.

Sementara petugas penjinak bahan peledak tiba pukul 04.00 WIB. Kapolresta Barelang, Komisaris Besar Karyoto, yang datang beberapa menit setelah tim penjinak bahan peledak, menolak memberi keterangan kepada wartawan.

Pagi harinya, sekitar pukul 10.30 WIB Kapolda Kepri, Yotje Mende dan jajarannya turun ke lokasi. Turut meninjau lokasi, Dandim 0316 Batam, Rizal Ramadhan dan sejumlah aparat lainnya. (eki)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Pemicu Ledakan Kantor Haluan Kepri diduga Akibat Pemberitaan

Read Next

Antisipasi Perselingkuhan Politik, Nasdem Bebaskan Biaya Caleg