• September 30, 2020

Masjid Agung Batam, Estetika Wisata Religi

BATAM, IsuKepri.Com — Estetika atau keindahan merupakan salah satu kecenderungan yang menjadi kepuasan manusia. Terkadang disalurkan melalui seni yang membutuhkan sentuhan rasa yang tinggi untuk dapat menilai.

Begitupun dengan Masjid Agung Batam yang sebelumnya bernama Masjid Raya Batam Centre. Keindahan bangunan tampil mencolok melalui desain arsitektur, kaligrafi, lampu gantung, lampu dinding, ragam hias dan ornamen lainnya di ruang shalat utama yang terasa lega tanpa adanya tiang penyangga.

Bentuk yang mengacu pada bentuk dasar masjid terlihat pada bagian mimbar yang terbuat dari kayu berornamen tembaga. Mimbar ini memiliki tiga buah undakan dengan bentuk kerucut terbalik.

Paduan seni estetika dan nilai fungsi juga diterapkan pada penggunaan lampu gantung hias yang terbuat dari tembaga. Lampu yang berjumlah empat unit ini terdiri dari 48 titik lampu pada setiap unitnya. Kesan kokoh namun indah terpancar dari lampu yang bentuknya mengacu pada bentuk esensi masjid tersebut.

Seni kaligrafi dapat dilihat di bagian bawah kuncup atap yang terbuat dari tembaga. Kaligrafi di bagian itu bertuliskan Surat Al-Baqarah ayat 153, Al-A’raaf ayat 55, Thaahaa ayat 14, dan Al-An’am ayat 162. Seni khas Timur Tengah ini juga terdapat di bagian dinding mihrab di antara kolom. Di sana terpahat Surat An-Nisaa ayat 103 dan Al Mu’minuun ayat 2.

Pahatan seni kaligrafi ini juga dapat ditemukan di bagian interior sebelah utara dan selatan. Di bagian ini terdapat sapuan kaligrafi 99 sifat Allah yang dikenal sebagai Asma’ul Husna. Selain di tempat tersebut, Asma’ul Husna juga terdapat di bidang barat dalam bentuk kaligrafi kaca patri sebagai pengisi jendela segi delapan dan ornamen di atas mihrab.

Masjid yang dibangun diatas lahan seluas lebih kurang 75 ribu meter persegi ini terlihat kokoh. Megah berdiri di sudut pusat pemerintahan Kota Batam, berdekatan dengan Kantor Walikota Batam dan DPRD Batam. Dirancang sebagai pemenuhan kebutuhan fasilitas peribadatan untuk melayani penduduk Pulau Batam dan warga muslim di daerah Kepri.

Berdiri diatas lokasi yang strategis dan mudah dijangkau warga masyarakat dari segala arah, sangat representatif menjadi pusat dakwah dan syiar Islam. Fasilitas yang melengkapi di masjid yang dibangun mulai 1999 ini, mampu menampung segala kegiatan dalam hal keagamaan, pendidikan, sosial, ukhuwah dan budaya yang patut menjadi kebanggaan masyarakat Batam.

Masjid dengan menara setinggi 66 meter ini mampu menampung hingga sekitar 3.500 jamaah di dalam masjid. Sedangkan di luar masjid mampu menampung hingga sekitar 15 ribu jamaah.

Selain itu, masjid ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan, baik mancanegara maupun domestik. Sebagai ikon dalam memenuhi kepuasan wisata religi di Kota Batam guna menunjang dunia kepariwisataan nasional .

Masjid didesain oleh Ir. Achmad Noe”‘man dari PT Birano dan disetujui pada tanggal 31 Agustus 1997 lalu. Secara keseluruhan, bangunan masjid dirancang dari penggabungan dua bentuk dasar. Yakni bentuk balok bujur sangkar sebagai badan bangunan dan limas sama sisi yang teriris tiga bagian sebagai kepala bangunan.

Bentuk balok bujur sangkar bermaknakan kompak dan kokoh, merupakan fungsi masjid dalam membentuk keimanan yang kuat. Bangunan bentang besar atau bebas kolom dalam bentuk ini juga lebih mampu menampung jamaah yang besar.

Sedangkan bentuk limas memiliki persepsi vertikalisme menuju satu titik di atas, menyimbolkan hubungan manusia dan penciptanya. Adapun irisan tiga bagian adalah manifestasi perjalanan hidup manusia dalam tiga alam, yakni alam rahim, alam dunia, dan alam akhirat.

Memasuki pelataran masjid, akan terlihat plaza shalat yang menjadi halaman utama masjid. Plaza ini digunakan sebagai perluasan ruang masjid pada momentum peribadahan yang menggunakan area luar ruang seperti shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Selain itu plaza ini juga menjadi elemen yang menyejukkan dengan adanya kolam air mancur yang dapat digunakan untuk berwudhu. Sejumlah elemen lain juga dihadirkan, seperti bak-bak tanaman yang terbuat dari batu kali, lampu-lampu taman, serta beberapa pohon palem raja. (eki)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Jack Octavianus Jabat Ketua PN Batam

Read Next

Bintang Muda Brasil Menuju Liga Primer Inggris