• September 25, 2020

Rusuh Planet, 1 Tewas 10 Luka Berat

BATAM, IsuKepri. Com — Kerusuhan yang terjadi di Hotel Planet, Nagoya mengakibatkan 1 orang tewas dan 10 orang luka berat. Korban yang tewas, saat ini sudah dilarikan ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) untuk selanjutnya diotopsi dan selanjutnya diterbangkan ke kampung halamannya, Medan.

Sedangkan 10 orang yang luka berat, masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Batam. Diantaranya 2 orang dirawat di Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Seraya, 3 orang di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Seraya, 3 orang di Rumah Sakit Elizabeth Blok II Baloi dan 2 orang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batuaji.

“Korban yang dirawat di RSUD Batuaji merupakan korban yang dirujuk dari RSHB,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal kepada IsuKepri.Com, Selasa (19/6/2012) dini hari.

Peristiwa kerusuhan di Hotel Planet terjadi pada Senin (18/6/2012) sekitar pukul 16.30 WIB. Sejumlah massa menyerbu hotel planet dan langsung memecahkan kaca dan merusak benda lainnya di Hotel Planet.

Penyerbuan sejumlah massa ke Hotel Planet, disambut massa lainnya yang selama ini dipercaya untuk menjaga keamanan di Hotel Planet. Dari sisi kekuatan, massa penyerbu yang mayoritas merupakan salah satu suku di Sumatera kalah jumlah dengan massa pengamanan Hotel Planet yang mayoritas merupakan suku dari salah satu wilayah di Indonesia Timur.

Massa yang saling berhadap-hadapan, juga dilengkapi dengan sejumlah senjata tajam, seperti tongkat, kayu dan parang. Setelah berhasil memecahkan kaca-kaca hotel, pos satpam dan mobil Toyota Lexus, masa penyerang diserang balik dari dalam hotel dalam jumlah yang lebih banyak.

Akibatnya, massa penyerang kocar-kacir melarikan diri, meski sebagian sempat memberikan perlawanan. Pertarungan antar kedua massa berakhir setelah korban berjatuhan dan hadirnya aparat kepolisian dibantu TNI ke lokasi. Sebanyak 10 orang massa penyerang dan 1 massa dari kelompok yang diserang yang menjadi korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

Rata-rata, luka berat terjadi pada kedua tangan korban yang patah kena bacok. Hal itu terjadi, karena tangan tersebut mereka gunakan untuk menangkis benda-benda tajam yang mengarah ke tubuhnya.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, pemicu bentrokan diduga akibat perselisihan lahan seluas 3,7 hektar di kawasan Batu Ampar yang telah diputuskan perkaranya oleh Pengadilan Negeri Batam pada Kamis (14/6/2012) lalu. Dimana majelis hakim memenangkan PT Lordway Engineering selaku penggugat terhadap para tergugat yang terdiri atas tergugat I PT Hyunday Metal, tergugat II selaku kuasa Direksi Myung Ikchu serta tergugat III, Tony Fernando, karyawan PT Hyunday Metal.

Berdasarkan putusan tersebut, selanjutnya sejumlah massa dari tergugat diturunkan ke lokasi lahan esok harinya. Padahal diatas lahan itu, masih dijaga massa dari tergugat III yang mengajukan banding atas putusan yang telah ditetapkan PN Batam.

“Keputusan belum inkrah, karena kami mengajukan banding. Sehingga perpindahan penguasaan kepemilikan lahan masih belum bisa dilakukan,” ungkap salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Saat hari pertama kehadiran massa penggugat ke lokasi lahan, tidak ada masalah, meski kedua massa dari kubu yang berbeda ada di lahan yang sama. Pihak kepolisian juga ikut menjaga, agar kedua massa tidak bentrok.

Namun entah bagaimana penyebabnya, akhirnya terjadi keributan antar kedua massa pada Senin sore kemarin. Salah satu kelompok massa yang terdesak, akhirnya melarikan diri dan dikabarkan bersembunyi di Hotel Planet. Disinyalir, Bos Planet ini memiliki keterkaitan atau andil yang besar dalam kemenangan penggugat di PN Batam. Dan kelompok massa yang lari itu, diduga juga merupakan massa yang dikendalikan oleh Bos Planet. Sehingga membuat kelompok massa menyerbu ke Hotel Planet dan terjadilah peristiwa kerusuhan itu.

Malam harinya, setelah melakukan rapat koordinasi dengan unsur Muspida, Walikota Batam, Ahmad Dahlan mengunjungi para korban kerusuhan Hotel Planet. Ahmad Dahlan datang dengan masih berpakaian safari lengkap warna gelap di RSBK sekitar pukul 23.00 WIB dan dilanjutkan kunjungan ke Rumah Sakit Elizabeth. Ikut mendampingi kunjungan Walikota Batam diantaranya Kapolresta Barelang, Karyoto, Dandim 0316 Batam, Ahmad Rizal Ramdhani, Wakil Walikota Batam, Rudi, Kepala Satpol PP, Hendri, Kepala Dinas Kesehatan, Chandra Rizal, Camat Batu Ampar, Nurzalie dan Lurah Sei Jodoh, Imam Tohari.

Kepada para korban, Ahmad Dahlan berpesan agar mereka sabar dan tidak berfikir macam-macam. Termasuk memikirkan biaya perawatan dan pengobatan selama di rumah sakit.

“Sabar ya,,, jangan berfikir macam-macam. Semua biaya jangan difikirkan,” bisik Walikota kepada salah seorang korban yang sedang dirawat di Paviliun Cendana, RSBK.

Kepada dokter yang merawat korban, Dahlan juga meminta agar memperhatikan kondisi korban. Dengan mengurangi jam besuk, agar korban dapat beristirahat lebih banyak dan cepat sembuh.

“Titip dokter ya,,, kalau bisa jam besuknya dibatasi,” pesannya.

Selain unsur Muspida, para tokoh masyarakat juga terlihat turut mendampingi kunjungan Walikota Batam ke sejumlah rumah sakit. Kepada para tokoh masyarakat, Karyoto juga berpesan agar mereka dapat menenangkan kelompok ataupun masyarakat yang dinaunginya.

“Tolong Bapak-bapak ikut menenangkan saudara-saudara yang lain,” katanya.

Sementara itu pantauan di Hotel Planet, terlihat penjagaan ketat dari aparat satpol PP, kepolisian dan TNI. Garis polisi (police line) juga terlihat dibentangkan di depan pintu masuk Hotel Planet.

Akses jalan depan planet dari Jodoh menuju Tanah Longsor dan sebaliknya ditutup dengan penjagaan aparat di simpang jalan dua arah tersebut. Pengendara yang mau lewat, dialihkan rutenya menuju arah lain.

Tidak terlihat aktifitas di Hotel Planet, termasuk di diskotik yang biasa sudah ramai saat tengah malam. Beberapa lampu hotel juga terlihat dipadamkan.

Sementara di tempat bisnis group Planet lainnya, di Planet III, aktifitas masih terlihat dengan penjagaan security hingga di halaman parkir. Berbeda dengan group Planet lainnya, Planet II di kawasan Nagoya New Town, sunyi pengunjung, meski tempat hiburan itu tetap beroperasi. (eki)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Kapolda: 28 Terduga Pelaku Kerusuhan Batam Diperiksa

Read Next

Pertandingan ke 21 EURO 2012 Kroasia vs Spanyol