• September 29, 2020

Kapal Tongkang Australia Berhasil Dievakuasi

BATAM, IsuKepri.Com — Kapal tongkang yang sempat menabrak Jembatan Raja Kecil atau sering disebut Jembatan VI yang menghubungkan Pulau Galang dengan Galang Baru berhasil dievakuasi. Evakuasi kapal  tongkang APC Aussie I asal Australia ini sudah dilakukan sejak Rabu (6/6/2012), sekitar pukul 16.00 WIB.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Istono menyatakan, kapal yang sempat membentur keras badan jembatan hingga bergeser sejauh 1,3 meter tersebut dievakuasi saat air laut sedang pasang. Tiba-tiba, kapal bergoyang mengikuti ombak laut dan mulai menjauhi beton jembatan yang sempat ditabraknya.

“Sementara untuk membawa ke tengah, ke titik kapal parkir semula, dilakukan dengan ditarik menggunakan dua boat oleh agen perusahaan PT Batam Samudra. Karena kapal ini merupakan kapal tongkang yang tidak bermesin,” ungkapnya kepada IsuKepri.Com.

Namun meski telah dikembalikan ke posisi semula, pada Kamis (7/6/2012) dini hari, kapal kembali memasuki perairan dekat jembatan VI Barelang. Hal ini membuat sejumlah petugas kembali harus mengevakuasi ulang kapal supaya menjauh hingga ke tengah lautan.

Kapal APC Aussie 1, akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan bantuan 3 kapal supply boat. Dua diantaranya dipergunakan untuk menarik, sementara satu lagi digunakan untuk mendorong dari arah belakang.

Evakuasi berlangsung sekitar lima jam mulai dari pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 13.40 WIB tersebut, akhirnya berhasil membuat tongkang berpindah dari lokasi Jembatan VI. Pada saat evakuasi, kapal sempat tersangkut di tengah selat antara Pulau Penyabung dengan Pulau Galang Lama. Namun, sekitar 30 menit kemudian, kapal dapat ditarik kembali.

Sementara kondisi jembatan yang rusak, masih dilakukan pemeriksaan dan pengecekan oleh Tim. Kerusakan berat terjadi pada satu sisi sepanjang 45 meter yang tertabrak. Sementara sisi lainnya bergeser sekitar 1,3 meter.

Akibat benturan kapal yang memiliki panjang 150 meter dan lebar 50 meter itu, bantalan jembatan hancur dan sisi lainnya bergeser. Jembatan VI Barelang memiliki panjang sekitar 200 meter, terdiri dari empat sisi yang masing-masing sisi memiliki panjang sekitar 45 meter dan lebar 2 X 6,5 meter. Jembatan ini dibangun mulai 1994 sampai akhir 1996 dan beroperasi secara resmi mulai awal 1997 dengan rancangan mampu bertahan hingga diatas 50 tahun.

Dilaporkan Camat Galang Drs Taufik, akibat kejadian tersebut sekitar sekitar 4000 jiwa yang tinggal di Galang Baru dan Pulau Abang mengalami kendala transoprtasi dari dan menuju Galang Baru dan Pulau Abang.

Di Galang Baru terdapat sekita 700 Kepala Keluarga sementara di Pulau Abang terdapat 300 Kepala Keluarga yang akan mengalami kendala transportasi akibat peristiwa ini, kata Camat kepada Walikota.

Kendala transportasi juga dialami pelajar yang sekolah SMU di Sijantung dan SMP di Tanjung Kertang jembatan IV yang selama ini menggunakan Bus Sekolah Pemko Batam. Selain itu, sebagian pasokan ikan segar di Batam masuk  melalui pelabuhan di Galang Baru.

Mengantisipasi hal tersebut Walikota Batam Ahmad Dahlan akan mengambil langkah langkah antisipasi terkait permasalahan tersebut. Diantaranya dengan menyiapkan Bus Sekolah bagi siswa hinterland untuk antar jemput siswa sampai di jembatan VI yang selanjutnya dilanjutkan menggunakan lori atau ojek.

Pada dasarnya Pemko batam akan menyiapkan dana darurat untuk penanganan transportasi warga akibat keajadian ini, sambil menunggu tim ahli yang akan memutuskan jembatan ini bisa digunakan atau tidak, ujar Dahlan.

Setelah satu sisi bagian jembatan ditabrak tongkang hingga retak, sebagian jalur masih bisa dilalui. Aktivitas masyarakat berlangsung normal, termasuk lalu lintas anak sekolah dan distribusi logistik masyarakat.

Namun untuk kendaraan berat tidak boleh melalui jalur tersebut. Mengingat kondisi jembatan yang masih belum labil.

“Jalur kiri masih bisa dipakai, sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Jalannya gantian,” kata Taufik.

Meski begitu, kata dia, tidak ada antrean panjang kendaraan memasuki Pulau galang. Kendaraan yang lalu lalang juga tidak ramai, sehingga tidak menimbulkan kemacetan. (eki)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

HMI Tagih Janji Dewan

Read Next

Pengurus FKUB Dikukuhkan