• September 29, 2020

BKKBN Gandeng TNI Revitalisasi Program KB

BATAM, IsuKepri.Com — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepri menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam merevitalisasi program KB. Petunjuk teknis program ini disusun bersama oleh BKKBN dengan TNI regional se-Sumatera tahun 2012 dalam pertemuan yang berlangsung di Hotel Amir Batam, Senin-Rabu (11-13/6/2012).

Kegiatan dihadiri Deputi Advokasi, Penggerakan dan Informasi (ADPIN) BKKBN, Hardiyanto, Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Nugroho Widyatmo dan Kepala BKKBN Kepri, Sunarto. Peserta terdiri dari BKKBN se-Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Jambi, Sumatera Selatan dan Kepri. Serta peserta dari TNI, seperti Aster, Korem 033 Wira Pratama dan Kodim 0316 Batam.

Kepala BKKBN Kepri, Sunarto menyebutkan, pertemuan dan kerjasama dengan TNI ini merupakan tindak lanjut MoU yang telah diteken bersama sejak 2009 lalu. Meski wilayahnya kecil, namun Provinsi Kepri juga memiliki masalah yang sama dengan provinsi lain di Indonesia dengan wilayah yang lebih luas.

Dalam menjalankan berbagai program utuk menekan tingginya laju pertumbuhan penduduk, BKKBN Kepri juga mendapat dukungan dari Korem 033 Wira Pratama dan Lantamal IV Tanjungpinang. Di tingkat nasional, Kepri menempati rangking ke 5 laju pertumbuhan penduduk di Indonesia.

Laju pertumbuhan penduduk di Provinsi Kepri mencapai 4,9% per tahun. Khusus untuk Kota Batam, laju pertumbuhan penduduknya mencapai 7% per tahun, tertinggi di tingkat Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri.

“Pada 2012 ini, jumlah penduduk Provinsi Kepri sebagaimana dilaporkan Camat di seluruh Kabupaten/Kota mencapai 2,2 juta jiwa. Naik sekitar 500 jiwa dibandingkan sensus penduduk pada 2010 dengan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa,” katanya.

Pertumbuhan penduduk mencapai 250 ribu pertahun di Provinsi Kepri, banyak dipengaruhi oleh penduduk dari luar daerah ke Batam yang mencari kerja. Setelah mendapatkan pekerjaan, kemudian mereka berkeluarga dan memiliki anak. Ini merupakan konsekwensi logis dan ke depan memiliki tantangan tersendiri. Kalau tidak dikendalikan, maka tidak menutup kemungkinan laju pertumbuhan penduduk akan melampaui Singapura yang saat ini jumlah penduduknya hampir 5 juta jiwa.

“Kami meyakini bahwa penyelenggaraan pertemuan ini akan menjadi daya dorong dan motivasi kami untuk terus meningkatkan kinerja program,” kata Sunarto.

Deputi ADPIN BKKBN, Hardiyanto menyebutkan, kerjasama dengan TNI dalam pengendalian penduduk memiliki dampak yang positif. Sebagaimana kerjasama yang dilakukan pada Mei hingga Oktober 2011 lalu, terjadi peningkatan tren kepesertaan KB mencapai 40 hingga 50%.

“Angka kepesertaan KB aktif saat ini hanya berkisar antara 61 hingga 62 orang per 100 wanita usia subur. Target kita naik mencapai 68 peserta aktif,” katanya.

Dalam tupoksinya, jelas Hardiyanto kepada IsuKepri.Com, TNI selain menjaga pertahanan negara juga akan melakukan bhakti sosial (bhaksos). TNI dinilai memiliki sumber daya manusia yang luar biasa dengan sarana dan fasilitas yang lengkap, seperti dokter dan rumah sakit beserta peralatannya.

Untuk menunjang kerjasama ini, BKKBN juga akan memberikan orientasi kepada Babinsa. Sehingga nantinya Babinsa dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya KB.

Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Nugroho Widyatmo menegaskan, masalah kependudukan akan menjadi isu yang sangat penting. Terutama dalam meningkatkan kualitas penduduk.

Kerjasama dengan BKKBN, merupakan upaya TNI sebagai komponen bangsa dalam berperan bagi pembangunan nasional mengenai masalah kependudukan. Karena jumlah penduduk yang besar, selain modal bagi pembangunan juga berpotensi menimbulkan kerawanan.

“Program KB akan menghasilkan keluarga kecil yang berkualitas,” katanya. (eki)

0 Reviews

Write a Review

iwan

Read Previous

Batam Kekurangan Tenaga Teknik

Read Next

Fenomena Jilbab di Amerika